Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bukanlah hal mengejutkan. Ia menyebut praktik korupsi di tingkat daerah telah menjadi fenomena kaset kusut yang terus berulang akibat sistem politik yang belum dibenahi.
Menurut Zaenur, akar masalah korupsi kepala daerah selalu bermuara pada biaya politik yang tinggi. Hal ini memaksa pejabat untuk menumpuk modal guna mengembalikan biaya kampanye dengan cara menjual kewenangan.
"Analisisnya seperti kaset kusut yang terus diputar. Kebutuhan modal politik membuat kepala daerah mencari cara lewat perizinan, pengadaan barang dan jasa, hingga pengisian jabatan publik. Selama sistem politik tidak berubah, kondisi ini tidak akan berakhir," ujar Zaenur ketika dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Zaenur menegaskan bahwa rentetan OTT terhadap pejabat daerah tidak akan pernah berhenti selama tidak ada perubahan sistem secara fundamental. Menurutnya, akar masalah korupsi di Indonesia berhulu pada tidak demokratisnya internal partai politik parpol dan mahalnya biaya pemilu.
Ia menilai, solusi yang selama ini ditawarkan seperti mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD hanya akan memindahkan masalah tanpa menyelesaikan esensi korupsi itu sendiri.
“Caranya adalah dengan melakukan reformasi kepartaian dan reformasi sistem pemilu. Kita harus memastikan pengambilan keputusan saat pencalonan bukan berbasis candicacy buying (jual-beli pencalonan), melainkan berdasarkan suara kader,” ujar Zaenur.
Zaenur juga mengkritik kondisi internal partai politik saat ini yang dinilainya sebagai institusi paling tidak demokratis dalam sistem demokrasi Indonesia. Ia menyoroti fenomena masa jabatan ketua umum yang tidak pernah berganti dan dominasi elite yang sangat kuat.
“Parpol harus dikembalikan fitrahnya sebagai instrumen demokrasi. Saat ini, pengambilan keputusannya sepihak oleh ketum atau elite parpol. Kita lihat Megawati sudah berapa puluh tahun menjabat, Gerindra di tangan Prabowo, Demokrat di keluarga SBY. Padahal ini instrumen demokrasi, kenapa di dalamnya tidak demokratis?” tegasnya.
Selain reformasi parpol, Zaenur juga menekankan perlunya memurahkan biaya politik. Ia menyarankan agar biaya pemilu dapat ditanggung oleh pemerintah secara lebih signifikan guna menekan potensi korupsi pasca-menang.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa perubahan sistem tidak akan lengkap tanpa peran aktif masyarakat. Rakyat memiliki kewajiban moral untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga integritas demokrasi.
“Rakyat juga punya kewajiban untuk menolak politik uang (money politics). Jika sistem parpol diperbaiki dan biaya pemilu dimurahkan, maka parpol akan kembali ke tangan rakyat, bukan dikuasai oleh kepentingan elite semata,” pungkas Zaenur. (H-2)
IPK Indonesia 2025 turun ke skor 34. Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menilai perbaikan penegakan hukum jadi kunci pemberantasan korupsi.
udingan Noel terkait adanya aliran dana ke partai politik nasional yang disebut berinisial “K” tidak cukup disampaikan kepada publik.
Penyelesaian rantai korupsi kepala daerah tidak bisa melalui kebijakan tunggal.
Pukat UGM menilai OTT KPK yang menjerat pegawai pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Utara merupakan bukti belum hilangnya permainan mata antara wajib pajak dan pegawai pajak
PENELITI Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Zaenur Rohman menyebut kebutuhan untuk mengembalikan modal politik menjadi salah satu pendorong korupsi kepala daerah.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai penangkapan sembilan kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah belakangan ini bukan sekadar perkara hukum.
OTT KPK terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bukan hanya menyoroti dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, tetapi juga mengungkap besarnya total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp85,62 miliar, berdasarkan LHKPN terakhir yang disampaikan pada Maret 2025.
Herdiansyah menekankan bahwa seorang politisi seharusnya menempuh karier dari bawah untuk diasah cara berpikirnya, termasuk pengetahuan terkait praktik politik.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel usaha salon, restoran, hingga sejumlah mobil di rumah dinas yang diduga milik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan OTT Bupati Pekalongan harus jadi pelajaran bagi pemimpin daerah lain di Jateng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved