Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginginkan reformasi birokrasi yang digulirkan pemerintah menembus jantung birokrasi sehingga dapat cepat melayani masyarakat.
"Sekarang sudah jalan, tapi kebanyakan hanya di kulit. Yang diinginkan Presiden ialah reformasi birokrasi yang sampai ke jantungnya," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Ia menyebutkan reformasi birokrasi bukanlah pemangkasan jumlah ASN, melainkan perampingan atau pemendekan jalur sehingga pelayanan menjadi lebih cepat.
"Ini tidak mengurangi penghasilan pegawai negeri yang Rp4 juta itu, tapi tugas-tugas fungsional, apakah kepala desa, camat, dirjen, direktur, kasubdit, dan lainnya memperpendek jalur layanan sehingga masalah perizinan dan bisa cepat melayani," jelas Thahjo.
Tjahjo menjelaskan bahwa dirinya dipanggil Presiden Jokowi karena ada tambahan arahan terkait dengan visi dan misi presiden-wapres dan skala prioritas dalam reformasi birokrasi.
"Intinya perbaikan rekrutmen CPNS yang sekarang dalam proses. Kedua, membangun manajemen kinerjanya. Yang ketiga, penataan birokrasi organisasi pemerintah yang harus semakin ramping, simpel, sehingga melayani masyarakat dan tahapan-tahapan perizinan, baik di pusat maupun daerah yang semakin pendek,'' imbuh mantan Mendagri itu.

MI/Mohamamd Irfan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.
Tjahjo juga menyebutkan bahwa Presiden memberi arahan terkait dengan reformasi regulasi birokrasi dan harmonisasi birokrasi antara pusat dan daerah dengan membangun inovasi, menerapkan teknologi informasi, transformasi digital, reformasi struktural, dan pengawasan yang efisien dan efektif.
"Kesimpulannya harus membangun hubungan tata kelola pemerintah yang semakin efektif dan efisien, mempercepat reformasi birokrasi di semua bidang," imbuhnya.
Ia menyebutkan, dalam konteks reformasi birokrasi, Kemenpan-Rebiro sebagai koordinator terpadu dengan Kemendagri karena menyangkut pemerintah daerah, dengan Kemenko Polhukam terkait dengan aspek stabilitasnya, juga dengan Kantor Staf Presiden pada hal-hal khusus.
Miliki irjen
Masih soal pemangkasan birokrasi, Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyatakan Kementerian BUMN akan memiliki seorang inspektur jenderal (irjen). Hal itu diungkapkannya ketika menjawab mengenai jumlah pejabat eselon I kementerian sesudah adanya pemangkasan.
"Sesmen masih ada. Jadi eselon I-nya ada 4, bisa juga 5, nanti kita lihat. Ada jabatan yang selama ini belum pernah diisi selama menteri sebelumnya," ujar Arya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemangkasan jumlah pejabat eselon I di Kementerian BUMN dari 7 posisi deputi menjadi 3 posisi. Namun, dengan adanya irjen dan sekretaris kementerian, jumlah pos di eselon I amat mungkin akan bertambah menjadi 5 posisi.
Arya menambahkan, posisi irjen akan membantu kementerian untuk melakukan pengawasan internal.
Sementara itu, 6 dari 7 deputi eselon I telah menerima surat keputusan (SK) dari Menteri BUMN. Satu deputi yang belum mendapat SK ialah Aloysius Kik Ro yang menjabat sebagai deputi bidang restrukturisasi dan pengembangan usaha. (P-1)
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
KUHAP baru membawa mekanisme kontrol yang lebih ketat.
Seluruh masukan dari elemen masyarakat akan diakomodasi dalam bentuk rekomendasi resmi Komisi III untuk mempercepat pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.
Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengambil langkah tegas untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari oknum-oknum bermasalah yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Pengalaman para relawan di lapangan kebencanaan menunjukkan bahwa penanganan bencana banjir Sumatra kali ini kembali memperlihatkan satu masalah mendasar.
Di tengah turbulensi sosial, geopolitik, dan perkembangan teknologi, institusi publik perlu memperbarui pendekatan tata kelola.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan reformasi birokrasi harus menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
PAKAR manajemen dan ekonom senior Prof. Rhenald Kasali menegaskan kepemimpinan yang tegas menjadi faktor krusial dalam menyelesaikan kompleksitas perizinan investasi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved