Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Program Studi Ilmu Filsafat STF Driyarkara, Setyo Wibowo, mengungkapkan bahwa Pancasila merupakan buah pemikiran yang luhur. "Pancasila itu luar biasa," terang alumnus Universitas Sorbonne (Paris I) itu.
Ia mengungkapkan bahwa selama berinteraksi dengan banyak orang dari negara lain, ia mendapati bahwa Pancasila merupakan kekhasan pemikiran Indonesia. "Orang luar negeri melihat cara berpikir orang Indonesia memang beda. itu tampak di Pancasila," tambahnya saat ditemui seusai peluncuran dan diskusi Buku Filsafat (di) Indonesia, di Jakarta, kemarin.
Salah satu contoh nyata ialah masuknya Prabowo Subianto dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, sebelumnya Prabowo berhadapan dengan Jokowi dalam Pilpres 2019. Menurutnya, cara berpikir Presiden Jokowi yang merangkul lawan tidak masuk logika pemikiran Barat.
"Contoh paling konkret ketika Jokowi merangkul Prabowo. Itu kan kalau logika barat gak masuk. Pemilu, kalah ya kalah, menang ya menang," ujarnya.
Menurutnya sikap Presiden Jokowi itu dilatarbelakangi pemikiran khas sebagai manusia yang besar dan dididik dengan kultur Jawa. "Jokowi itu orang Jawa, dia merangkul. Itu yang orang barat bingung," tandasnya.
Pemikiran itu yang membedakan dengan cara pikir manusia yang hidup di belahan bumi lain bahwa berlawanan tidak harus bertentangan. "Tapi, inilah khas Jawa, ini memang ada sebuah pola pikir yang memang beda dengan orang Barat. Berlawanan tidak harus bertentangan."
Hasil simposium
Buku itu diterbitkan atas kerja sama STF Driyarkara, Institut Prestasi Nusantara (IPN), dan Penerbit Kompas. Buku Filsafat (di) Indonesia terdiri atas empat judul buku, yakni Filsafat (di) Indonesia; Politik dan Hukum, Filsafat (di) Indonesia; Kebijaksanaan Lokal, Filsafat (di) Indonesia; Pelangi Nusantara, dan Filsafat (di) Indonesia; Manusia dan Budaya Indonesia.
Empat buku itu merupakan hasil dari Simposium Internasional Filsafat Indonesia 2014 di STF Driyarkara. Saat itu tajuk utama yang dibahas ialah keberadaan filsafat Indonesia.
"Jadi buku ini merupakan hasil simposium. Ada banyak pemikir Indonesia, berbagai macam bidang. Kita juga mengundang orang dari luar negeri untuk membicarakan mengenai ada atau tidaknya filsafat Indonesia. Hasil yang kita telurkan di situ, kita menengarai ciri-ciri cara berfikir khas Indonesia," terang kepala editor buku Setyo Wibowo.
Keberadaan filsafat Indonesia memang menjadi perdebatan. Satu sisi menganggap ada, sisi lain masih terdapat pendapat bahwa tidak ada filsafat Indonesia. Oleh karena itu judul buku tersebut menyelipkan kata 'di'. "Minimal saya sendiri, ya ini masih dalam pergulatan. Makanya lebih amannya diberi judul Filsafat (di) Indonesia," urainya.
Meski demikian, Setyo mengakui bahwa selama ini memang banyak pemikir hebat dari Indonesia. Mereka memiliki kekhasan dan corak tersendiri yang membedakan dengan pemikir negara lain. Meski demikian, belum cukup untuk dikatakan sebagai filsafat Indonesia.
"Selama ini tentu ada pemikir-pemikir khas Indonesia, saya tidak mengingkari itu. Seperti Suryomentaram, Pakubuwono, Empu Kanwa, Empu Sedah, dan Soekarno dengan Pancasila-nya. Tetapi, sebagai filsafat akademis, yang kita kenal ya harus diakui susah," tandas pria yang akrab disapa Romo Setyo.
Berbeda dengan Setyo, Jaya Suprana lebih setuju dengan istilah 'filsafat Indonesia'. Ia berpendapat bahwa Indonesia punya hak untuk memiliki filsafat selayaknya bangsa lain. "Yang jelas saya lebih setuju istilah filsafat Indonesia, karena bangsa Indonesia punya hak untuk memiliki filsafat," ucapnya. (P-3)
PEMERINTAH mematangkan persiapan menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, salah satunya soal tarif dagang. Itu dibahas saat pertemuan Prabowo
PRESIDEN Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada 70 tokoh penggerak gizi dan ketahanan pangan nasional. Itu termasuk jajaran Polri serta tokoh masyarakat
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah melakukan pengetatan belanja negara hingga Rp308 triliun pada tahun pertama masa pemerintahannya
Preaiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan rampung hingga akhir 2026.
Hingga saat ini program MBG telah menjangkau sedikitnya 60.200.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Jokowi diminta jangan sekadar mencari muka menyetujui pengembalian Undang-Undang No.19/2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi atau UU KPK Lama.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi diisukan menjadi Watimpres. Jokowi merespons akan tetap di kediamannya di Solo
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved