Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 30 anak sekolah dasar dari Papua memenuhi beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Mereka kompak menggunakan kaus merah dan topi rumbai.
Secara khusus, siswa dari SD Negeri Inpres Kemiri, SD Negeri Inpres Mbait, dan SD YPPK Agats, itu diundang Presiden Joko Widodo untuk memenuhi janjinya mengajak anak-anak Papua itu mengunjungi Ibu Kota negara.
Janji itu disampaikan Jokowi ketika bertemu mereka saat meninjau banjir di Sentani, Jayapura, pada Maret lalu. Saat itu Presiden menanyakan keinginan generasi penerus bangsa itu. Selain ingin sekolah dibangun kembali pascabanjir, mereka menjawab ingin datang ke Jakarta.
"Yang penting, satu janjinya Pak Presiden sudah ditepati," kata Jokowi saat berinteraksi dengan anak-anak Papua itu.
Presiden kemudian bertanya ingin kemana lagi mereka setelah dari Istana.
Ada yang menjawab ingin ke Monas, naik MRT, stadion GBK, hingga Dufan.
Jokowi kemudian memastikan bahwa seluruh permintaan anak-anak itu akan dipenuhi. Mereka akan diajak jalan-jalan keliling Jakarta didampingi staf Istana.
Di hadapan Kepala Negara, anak-anak Papua tersebut kemudian menunjukkan kebolehannya bernyanyi. Ada juga di antara mereka yang secara berkelompok menari.
Selain itu, mereka juga memberikan kenang-kenangan kepada Presiden Jokowi, yakni topi rumbai, tas rajut bertuliskan 'Jokowi Presidenku', dan sebuah cendera mata khas Asmat.
Siswa bernama Fernando Enrico Suebu kemudian menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Jokowi.
Selain karena sekolah mereka telah diperbaiki, ia juga senang bisa mendapatkan kesempatan berkunjung ke Jakarta.
"Pak Presiden, saya ingin menyampaikan sesuatu. Atas nama keluarga besar SD Inpres Kemiri, kami berterima kasih karena Pak Presiden sudah mengundang kami ke Jakarta. Sekarang kami bisa tiba dan melihat Jakarta," kata Fernando.
Seorang siswa lainnya menyampaikan titip salam dari ketua rukun tetangganya (RT). "Pak RT titip salam? Oo, iya. Salam kembali ke Pak RT, ya," balas Jokowi.
Di akhir acara, Presiden Jokowi memberikan sebuah kejutan kepada salah satu siswa yang ulang tahun pada hari itu, yaitu Solideo Fernandus. Selain mengucapkan selamat, Presiden Jokowi juga memberikan hadiah berupa foto.
"Hari ini, katanya, ada Solideo Fernandus. Ada yang ulang tahun, ya? Ini saya beri foto. Selamat ulang tahun yang ke-13, Solideo Fernandus. Belajar yang baik," kata Jokowi. (Akmal Fauzi/X-10)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, memastikan proses pemulihan keamanan di 11 bandara perintis di Papua tengah berlangsung intensif.
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, bersilaturahmi ke Abuya Ahmad Muhtadi Dimyathi, Kamis (26/2).
Mantan Bupati Indramayu Nina Dai Bachtiar menemui Jokowi di Solo untuk meminta restu bergabung ke PSI.
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved