Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan pengunduran jam pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin disepakati salah satunya karena pertimbangan berbarengan dengan proses ibadah umat Kristiani. Bahkan kondisi keamanan Ibu Kota Jakarta justru kondusif.
"Saya kira harus berpedoman apa yang menjadi pertimbangan yang disampaikan lembaga terkait. Yang pertama menghormati saudara-saudara kita yang hendak beribadah pada pagi hari. Itu salah satu pertimbangan yang dapat diterima karena memberikan kesempatan orang beribadah," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).
Diminta tanggapannya terkait ancaman keamanan hingga pelantikan diundur sampai sore hari, Asep menyebut situasi dan kondisi ibu kota sejauh ini kondusif.
"Kalau ada rencana terkait unjuk rasa, kita terus melakukan imbau dan lagian hari itu libur ya," sebutnya
Baca juga: Jokowi Minta Pesta Pelantikan Digelar Sederhana
MPR RI mengusulkan untuk mempercepat jadwal pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, dari semula pukul 16.00 WIB menjadi pukul 14.00 WIB.
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan hari pelantikan presiden tetap akan dilakukan pada Minggu (20/10) mendatang.
"Kita sepakat mengusulkan nanti baik kepada kesekjenan, maupun protokol istana, baik juga kepada presiden untuk dilakukan pukul 14.00 WIB," ujar Bamsoet di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).
Bamsoet menuturkan, terdapat beberapa pertimbangan yang menjadi alasan MPR mengusulkan untuk memulai prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden pada pukul 14.00 WIB.
MPR menganggap pelantikan yang dilakukan pukul 16.00 WIB terlalu mepet dengan waktu ibadah Salat Magrib bagi umat muslim.
"Sementara kalau pagi ada kegiatan car free day dan ada saudara-saudara kita yang ibadah di Minggu pagi. Maka dari itu MPR usulkan pukul 14.00," jelasnya.
Selanjutnya, Bambang mengatakan, menjelang pelantikan presiden pada Minggu (20/10), pimpinan MPR akan mengunjungi serta mengundang langsung mantan-mantan presiden seperti Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemudian, kata dia, MPR juga akan mendatangi pasangan kandidat Pilpres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
"Menjelang pelantikan tanggal 20 Oktober, kami juga akan mendatangi, para kandidat Presiden, Pak Prabowo, Pak Sandi Uno, Pak Jokowi dan Pak JK, Pak Ma'ruf Amin, Kita juga akan mengunjungi mantan presiden-presiden seperti Ibu Megawati dan Pak SBY," pungkasnya
Sebelumnya, kepolisian RI memastikan kesiapan mereka dalam mengamankan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, yakni Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10). Kesiapan itu mereka tunjukan dengan menerjunkan sebanyak 27 ribu personel gabungan.
"Secara keseluruhan untuk pengamanan presiden dan wakil presiden, seluruh jajaran polisi melakukan mengamanan. Tetapi sentral di Jakarta yang menjadi tempat pelantikan. Untuk itu, Polri menyiapkan 27 ribu personel terdiri dari TNI, Polri, Pemda dan beberapa instansi terkait," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10).
Menurutnya, proses pengamanan itu dibentuk dalam Operasi Mantap Brata. Menurut rencana operasi itu akan bertugas hingga 21 Oktober mendatang.
"Pengamanan dalam seluruh rangkaian proses demokrasi. Kepolisian akan menggelar operasi mantap brata yang berakhir 21 Oktober atau setelah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih," sebutnya
KPU resmi menetapkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 melalui forum rapat pleno terbuka.
Penetapan Jokowi-Amin sebagai capres dan cawapres terpilih dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU nomor 1185/PL.01.9-Kpt/06/KPU/VI/2019 dan Berita Acara nomor 152/PL.01.9-BA/KPU/VI/2019. (OL-2)
Akademisi Rocky Gerung mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai ahli yang dihadirkan pihak Roy Suryo dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
POLEMIK ijazah Jokowi yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Profil lengkap Jenderal Gatot Nurmantyo. Simak rekam jejak karier Panglima TNI ke-16, pemikiran Proxy War, hingga peran di gerakan KAMI.
Dude merupakan brand ambassador PT DSI. Maka itu, penyidik perlu mendengarkan keterangan suami artis Alyssa Soebandono itu.
Kadispenad memastikan insiden truk dinas TNI yang menabrak dua anggota Polri hingga meninggal dunia di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan murni kecelakaan
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Yusril menegaskan isu-isu teknis seperti mutasi, promosi, dan pendidikan akan tetap menjadi ranah internal kepolisian dan tidak seluruhnya dimuat dalam laporan kepada Presiden.
Dalam penanganan ini, kepolisian bekerja secara paralel mengumpulkan data antemortem (data fisik korban sebelum meninggal) dan post-mortem (data fisik dari jenazah).
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut 101 atlet SEA Games.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved