Selasa 27 Agustus 2019, 18:10 WIB

Amnesty International: Hukuman Kebiri Kimia tidak Manusiawi

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Amnesty International: Hukuman Kebiri Kimia tidak Manusiawi

MI/ Pius Erlangga
Usman Hamid

 

PRO dan kontra terhadap hukuman kebiri masih mengemuka. Pihak yang setuju menilai hukuman tambahan ini untuk menimbulkan efek jera, tetapi bagi yang menolak, kebiri kimia dinilai tidak manusiawi.

DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid berpendapat, solusi untuk melawan kejahatan seksual ialah mencari alternatif penghukuman lain.

Di sisi lain, ia setuju jika semua pihak harus bersatu dalam memerangi kejahatan seksual terhadap anak, serta tidak ada keraguan sama sekali terkait hal tersebut.

"Namun, penghukuman menggunakan kebiri kimia adalah membalas kekejaman dengan kekejaman. Itu bukan esensi dari penghukuman dan bukan pula bagian dari keadilan itu sendiri," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (27/8).

Baca juga: Soal Hukum Kebiri, Ahli Hukum Pidana : Harus Dilaksanakan

Menurut dia, otoritas di Indonesia perlu mencari alternatif penghukuman lain untuk memerangi kejahatan seksual terhadap anak tanpa harus berujung pada hukuman mati. Apalagi jika hukuman itu juga masuk dalam kategori penghukuman kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat yang melanggar HAM.

“Penghukuman kebiri kimia melanggar aturan internasional tentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat yang diatur dalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR), yang telah diratifikasi oleh Indonesia.”

Ia memandang para pelaku harus dihukum berat setimpal dengan kejahatannya. Pemenjaraan dalam waktu yang lama disertai program-program penyadaran yang dapat membuat seseorang menjadi sadar akan perbuatannya dan tidak melakukannya lagi setelah menjalani masa pidana adalah salah satu caranya.

“Kami memahami bahwa pemerintah berupaya menunjukkan ketegasannya dalam memerangi kejahatan seksual terhadap anak yang menjadi masalah serius di Indonesia lewat penghukuman kebiri kimia," kata Usman.

Hukuman kebiri kimia oleh Pengadilan Negeri Mojokerto diberikan kepada Muhammad Aris, 20. Pemuda yang kesehariannya bekerja di bengkel las itu meradang karena terbukti memperkosa 9 anak sejak 2015. (OL-8)

Baca Juga

DOK MI.

Akhiri Spekulasi, Raker DPR dan Pemerintah Bahas Jadwal Pemilu Besok

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 23 Januari 2022, 14:35 WIB
Komisi II DPR akan melakukan rapat kerja (raker) dengan KPU, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bawaslu, dan DKPP untuk membahas jadwal...
dok.DPR-RI

Partai Golkar Solid Usung Airlangga Capres di 2024

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Minggu 23 Januari 2022, 12:20 WIB
KETUA DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga menegaskan, pengurus Golkar baik pusat dan daerah seluruh Indonesia solid mendukung Airlangga...
dok.Ant

Pencabutan Perizinan Pertambangan, Perkebunan dan Kehutanan harus Transparan

👤Denny Susanto 🕔Minggu 23 Januari 2022, 09:35 WIB
KEBIJAKAN pemerintah mencabut ribuan izin sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan dengan alasan menata kelola sumber daya alam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya