Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi menahan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (2005-2014) Emirsyah Satar (ESA) dan Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo (SS). Panahanan itu dilakukan setelah KPK kemarin menetapkan keduanya sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Kasus TPPU tersebut merupakan pengembangan dari kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia. ESA ditahan di Rutan KPK dan SS di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.
Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, KPK memanggil keduanya untuk diperiksa sebagai tersangka. Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Soetikno dan Emirsyah mengenakan rompi oranye sebagai tahanan Komisi Antirasywah.
"Mohon doa restunya ya," ucap Soetikno sebelum memasuki mobil tahanan KPK. Emirsyah pun memilih irit bicara. "Silakan tanya ke Pak Luhut (Luhut SP Pangaribuan/pengacara Emirsyah)," ucapnya.
Emirsyah dan Soetikno telah ditetapkan sebagai tersangka suap sejak 16 Januari 2017. Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno sebesar 1,2 juta euro dan US$180 ribu atau setara Rp20 miliar.
Suap tersebut berwujud uang dan barang yang tersebar di Singapura dan Indonesia. Suap itu diduga berkaitan dengan pengadaan mesin Roll-Royce untuk pesawat Airbus yang dipesan sepanjang yang bersangkutan menjabat Direktur Utama Garuda.
Tersangka baru
Selain menetapkan Emirsyah dan Soetikno sebagai tersangka TPPU, KPK juga menetapkan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (2007-2012) Hadinoto Soedigno (HDS) sebagai tersangka baru kasus suap.
"Dalam melakukan penyidikan pokok perkara, KPK menemukan fakta-fakta yang signifikan bahwa uang suap yang diberikan SS kepada ESA dan HDS tidak hanya berasal dari perusahaan Rolls-Royce, akan tetapi juga berasal dari pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia," ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.
Untuk program peremajaan pesawat, kata Syarif, Emirsyah melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008-2013 dengan nilai miliaran dolar AS.
Berkenaan dengan kasus tersebut, KPK menginformasikan bahwa otoritas penegak hukum Singapura telah menyita satu unit apartemen milik Emirsyah. "Otoritas penegak hukum di Singapura telah mengamankan satu unit apartemen milik ESA dan melakukan pemblokiran atas beberapa rekening bank di Singapura," ujar Syarif.
Selain itu, imbuhnya, KPK juga telah menyita satu unit rumah yang beralamat di Pondok Indah, Jakarta Selatan milik Emirsyah.
Penyitaan itu, kata dia, untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara. "KPK saat ini melakukan pelacakan aset seluruh uang suap beserta turunannya yang diduga telah diterima dan digunakan tersangka ESA dan HDS, baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri." (Ant/P-3)
KPK meminta Ditjen Imigrasi memperpanjang penahanan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan eks Staf Khusus Isfan Abidal Aziz terkait dugaan korupsi pembagian kuota haji.
Mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari (RW), diduga menerima aliran dana melalui tiga perusahaan
KPK menemukan uang suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai disimpan dalam safe house. Enam tersangka sudah ditetapkan, penyidikan masih berlangsung.
KPK memeriksa PNS Cholid Mawardi terkait dugaan suap di Direktorat Jenderal Pajak. Lima tersangka sudah ditetapkan, termasuk penerima dan pemberi suap.
KPK menetapkan tiga korporasi sebagai tersangka baru dalam kasus gratifikasi eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dan menyita ratusan aset.
KPK memeriksa pegawai Bea Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang. Enam tersangka, termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai, telah ditetapkan.
KPK memeriksa pegawai Bea Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang. Enam tersangka, termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai, telah ditetapkan.
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
KPK mengungkap hasil pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan suap proyek Lampung Tengah dengan mendalami aliran uang dan sumber penghasilan Bupati nonaktif Ardito Wijaya.
KPK menyebut PT Blueray bertindak sebagai importir dari banyak perusahaan dan kini mendalami peran afiliasi serta modus suap dalam kasus dugaan korupsi importasi di Bea Cukai.
KPK tetapkan lima tersangka OTT di Depok, termasuk Ketua PN Depok, terkait dugaan gratifikasi pengurusan sengketa lahan. Penahanan 20 hari pertama.
KPK ungkap tren baru dalam transaksi suap, yakni pembayaran menggunakan emas dan cryptocurrency. KPK memantau metode ini untuk menanggulangi praktik korupsi yang semakin kompleks
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved