Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI I DPR RI mengingatkan Badan Keamanan Laut (Bakamla) memerbaiki sistem pengelolaan dan pelaporan anggaran. Pasalnya, lembaga tersebut telah beberapa kali mendapat opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Bakamla harus berusaha dan harus ada jaminan agar tidak kembali mendapat disclaimer ke depannya,” ujar anggota Komisi I DPR, Elnino M Husein, dalam rapat dengar pendapat Komisi I dengan Bakamla, Wantannas, dan Lemhannas, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, (16/7).
Pada kesempatan yang sama, Sestama Bakamla Laksda S Irawan mengatakan, Bakamla terus melakukan tindak lanjut perbaikan dari berbagai sisi. Baik dari organisasi hingga pengelolaan dan pelaporan anggaran.
Baca juga: NasDem Legawa Jika Kadernya tidak Dilirik Jokowi
“Kami melakukan beberapa tindak lanjut dari hasil temuan BPK. Salah satunya terus berkoordinasi dengan KPK. Saat ini kami juga melakukan perbaikan di Bakamla untuk meninggalkan disclaimer. Itu salah satu fokus kami,” ujar Irawan.
Irawan mengakui bahwa secara organisasi dan kelembagaan Bakamla belum memiliki kekuatan yang maksimal. Ia berharap RUU Bakamla dapat segera dibahas lebih lanjut dan selesaikan oleh DPR bersama Bakamla agar dapat terjadi penguatan peran dan fungsi Bakamla ke depan.
"Kalau kita lihat bakamla ini, sebetulnya belum kuat seperti yang disampaikan bapak-bapak semua. Saya mohon juga ada titipan dari Kepala Bakamla RUU Kamla bisa dipercepat diselesaikan,” ujar Irawan.
Sementara itu, sorotan mengenai anggaran juga diberikan Komisi I DPR pada anggaran Dewan Keamanan Nasional (Wantannas). Menurut Komisi I anggaran Wantannas masih terlalu kecil untuk bisa menunjang program-program keamanan nasional.
“Untuk Wantannas, saya mohon anggaran untuk Wantannas ini ditolak saja. Kalau saya jadi Sesjen Wantannas, lebih baik saya mundur saja, mana bisa menghidupi Wantannas, dengan angka segitu,” ujar anggota Komisi I DPR, fendi Simbolon.
Seperti diketahui, pagu indikatif Wantannas untuk tahun 2020 ialah Rp46,769 miliar. Jumlah tersebut dianggap sangat kecil. Berbeda dengan Bakamla yang pada 2019 saja anggarannya mencapai lebih dari Rp400 miliar.
Komisi I DPR menganggap pembahasan lebih lanjuta harus dilakukan antara Bakamla, DPR, dengan kementerian Keuangan untuk membahas lebih lanjut soal anggaran lembaga-lembaga keamanan negara tersebut, khususnya Wantannas.
“Saya khawatir Kemenkeu dan Bappenas tidak paham secara dalam dengan tiga lembaga negara ini, jadi harus dibahas,” ujar Anggota Komisi I, Jazuli. (OL-8)
KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk fokus pada urusan kesejahteraan rakyat dan sinergi program pemerintah dibandingkan Pilpres 2029.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyatakan rapat pembahasan pembangunan gerai serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ditunda.
Pada tahun anggaran 2026, IPDN akan mendapatkan penambahan alokasi dana dari APBN melalui bantuan Presiden RI.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji.
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved