Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI salah satu saksi dari tim hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf, Anas Nashikin, mengundang gelak tawa di dalam persidangan.
Momen tersebut muncul saat Anas yang merupakan panitia pelaksana Training of Trainers (TOT) bagi saksi utusan partai koalisi pengusung Jokowi-Amin sekaligus pemateri acara training tersebut dicecar sejumlah pertanyaan, baik oleh hakim konstitusi maupun tim hukum Prabowo-Sandi.
Salah satunya, muncul ketika hakim Manahan Sitompul bertanya kepada Anas perihal tempat pelaksaan training yang dilaksanakan pada 20-21 Februari.
Anas kemudian menjawab dengan ejaan yang terbata dan mengaku kesulitan dalam melafalkan huruf r. Hal tersebut lantas memancing galak tawa di dalam persidangan.
"Bertempat di Hotel El Royale. Mohon maaf, huruf r saya agak kurang, jadi agak susah huruf r nya," ujar Anas, Jumat (21/6).
Pernyataan lain Anas juga membuat suasana sidang yang tegang menjadi mengendur sesaat.
Baca juga: Saksi Akui Proses Rekap Nasional Berlangsung Hangat
Momen tersebut muncul kala anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Iwan Satriawan, menyecar Anas perihal penyusunan salah satu materi yang diberikannya saat training.
Anas menjawabnya dengan menganologikan hal itu dengan obat batuk.
Menurut Anas, minum obat batuk akan mampu mengatasi macam-macam sakit batuk. Pun begitu halnya dengan materi yang ia susun. Yang ia maksud dengan aplikasi Jamin maupun pengorganisasian saksi yang baik dapat mengantisipasi kecurangan-kecurangan di dalam pemilu
"Jadi pada saat penyusunan dulu situasinya tidak seserius ini sebetulnya. Kira-kira filosofinya itu begini, Anda batuk, mau batuk kering, batuk ini, minum Konidin, kira-kira begitu."
"Jadi filosofinya waktu itu sederhana, runtutan materi itu disampaikan agar peserta memahami bahwa dengan cara pengorganisasian saksi, dibantu dengan aplikasi Jamin, akan tercipta pemilu yang terhindar dari kecurangan, gitu kesimpulannya. Jangan dibalik, kalau dibalik bahaya. Karena kalau dibalik, Anda minum konidin maka Anda batuk," tutur Anas.
Tidak ayal pernyataan Anas tersebut mengundang gelak tawa di persidangan. Hakim I Dewa Gede Palguna pun turut mengungkapkan kejenakaan Anas.
"Saksi ini memang lucu," kata Dewa.
Sesaat setelahnya sidang diputuskan diskors oleh majelis hakim hingga pukul 14.00 WIB karena sudah tiba waktu untuk Salat Jumat. (OL-2)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
UJI materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan di MK memunculkan perdebatan mengenai kewenangan pembukaan dan tata kelola pendidikan dokter spesialis.
Mereka meminta Polri ditempatkan di bawah Kemendagri agar penyidikan dan penuntutan lebih independen, serta menghindari intervensi politik.
Mahkamah Konstitusi menggelar uji materi UU APBN 2026 terkait dugaan pemangkasan anggaran pendidikan akibat masuknya program Makan Bergizi.
MK soroti praktik kuota internet hangus yang dinilai berpotensi melanggar hak rakyat. Saldi Isra pertanyakan dasar hukum dan tanggung jawab negara.
Pemerintah menegaskan kuota internet hangus bukan pelanggaran hukum dalam sidang MK terkait uji materi UU Cipta Kerja.
DPR menegaskan kuota internet hangus bukan diatur UU Cipta Kerja, melainkan ranah kontrak operator dan pelanggan dalam sidang MK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved