Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
RAHMADSYAH, saksi dari pihak pemohon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ternyata berstatus terdakwa.
Ia juga terbukti berbohong terkait izin ke kejaksaan untuk menghadiri persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Anggota Tim Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Teguh Samudera, merasa heran dengan Rahmadsyah karena berbicara secara pelan dan terkesan berbisik. Teguh kemudian melontarkan pertanyaan terkait status hukum yang menjeratnya.
"Apa saudara ini sekarang dalam status tahanan kota?" tanya Teguh saat persidangan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).
Rahmadsyah mengiyakan pertanyaan Teguh. Status tahanan kota yang disandang dia berasal dari kejaksaan di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara.
"Sudah ada izinnya?" tanya Teguh.
"Surat pemberitahuan," jawab Rahmadsyah.
Baca juga: Kesaksian dan Bukti 02 Dinilai Pepesan Kosong
Tidak berhenti di situ, Teguh kembali mencecar Rahmadsyah agar memperlihatkan surat izin dari kejaksaan setempat untuk bisa ke Jakarta. Namun, permintaan itu sempat ditolak anggota kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Teuku Nasrullah.
"Majelis, ini kayaknya tidak terkait dengan kesaksian," kata Nasrullah.
Kemudian Hakim MK I Dewa Gede Palguna menengahi kedua pihak. Palguna menanyakan kepada Teguh, sebenarnya apa yang tengah dikejar oleh kubu 01.
Teguh menjawab, status tahanan kota Rahmadsyah berpengaruh pada apakah saksi 02 itu diizinkan meninggalkan kota atau tidak. Rahmadsyah diduga melakukan pelanggaran hukum terkait status tahanan kota tersebut.
"Pemberitahuannya bahwa saudara akan menjadi saksi di persidangan Mahkamah Konsitusi?" tanya Palguna kepada Rahmadsyah.
"Saya berangkat ke Jakarta menemani orangtua saya yang sakit, ibu saya," jawab Rahmadsyah.
Dengan demikian, Rahmadsyah mengaku ke Jakarta untuk menemani orangtuanya yang sakit dalam surat pemberitahuan ke kejaksaan.
Sebelumnya, Rahmadsyah menyandang status terdakwa karena dinilai melanggar Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sidang perdananya berlangsung di Pengadilan Negeri Kisaran, 30 April 2019. (Medcom/OL-2)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
TNI tegaskan sistem peradilan militer tetap independen dan di bawah pengawasan Mahkamah Agung dalam sidang uji materi UU No. 31/1997 di Mahkamah Konstitusi.
Masa percobaan 10 tahun merupakan bagian yang tak terpisahkan dari putusan pengadilan.
Dalam sidang MK, Pemerintah melalui ahli hukum laut menegaskan bahwa kewenangan Bakamla adalah untuk koordinasi patroli terintegrasi, bukan menggantikan peran penyidik
MAJELIS Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menyatakan tidak berwenang memeriksa aduan dugaan pelanggaran kode etik terhadap Hakim Konstitusi Adies Kadir.
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus frasa “langsung” dan “tidak langsung” dalam Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) menuai kritik.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo (tengah) bersama jajaran hakim konstitusi memimpin sidang pengucapan putusan pengujian undang-undang (PUU) di Mahkamah Konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved