Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

TKN Laporkan Kecurangan ke Baswaslu, bukan Teriak di Media

Akmal Fauzi
25/4/2019 19:30
TKN Laporkan Kecurangan ke Baswaslu, bukan Teriak di Media
Direktur Advokasi dan Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan.(MI/Ramdani)

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengatakan, akan melaporkan dugaan kecurangan Pemilihan Umum 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan data. Hal ini diungkapkan Direktur Advokasi dan Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (25/4).

Menurut Irfan, TKN sudah membuka posko pengaduan lebih kurang satu minggu sebelum pencoblosan Pemilu 2019 dimulai. Sampai, Kamis (25/4), laporan melalui hotline telepon call center, sudah masuk lebih kurang 25 ribu pengaduan.

Jumlah laporan tersebut tidak hanya datang dari seluruh Indonesia, namun juga dari seluruh dunia.

"Banyak juga warga negara Indonesia dari luar negeri melaporkan pengaduan kepada kami," kata Irfan.

Dia menambahkan, untuk pemilu di luar negeri, total aduan yang masuk sebanyak 10.236. Jumlah itu berasal dari Australia, 5.016 laporan, Hongkong 3.948, Korea Selatan 257 laporan, Jerman 228 laporan dan Taiwan 324 laporan.


Baca juga: TKN Apresiasi Sandiaga yang Menyebut Pemilu 2019 Jujur dan Adil


"Masih banyak lagi laporan dari luar negeri termasuk dari Belanda. Kami memang sangat mencermati satu persatu pengaduan dan laporan yang masuk," kata Irfan.

Menurutnya, selama ini ada pihak yang telah membuat fitnah yang mengatakan, penyebab kecurangan dari pihak Jokowi. "Lucunya, mereka teriak-teriak di media, termasuk membuat video untuk di viralkan, tapi tanpa data otentik," ujar Irfan.

Menurut Irfan, salah satu dugaan kecurangan itu adalah klaim kemenangan kubu Prabowo sebesar 62%. Dari hasil penyelusuran Tim TKN, pihak 02 ternyata hanya mengambil data dari tempat pemungutan suara (TPS) yang dimenangkan paslon nomor urut 02 saja. Di TPS yang kalah, tidak mereka hitung dan tidak direkapitulasi.

"Selama ini mereka begitu masif mengatakan ke publik ada kecurangan dan korbannya 02 (Prabowo). Kami akan buktikan kecurangan itu justru dilakukan oleh mereka," tegas Irfan. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya