Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

KPU: Jangan Asal Pilih, Lihat Track Record Calon Pemimpin

Insi Nantika Jelita
07/4/2019 13:00
KPU: Jangan Asal Pilih, Lihat Track Record Calon Pemimpin
Ketua KPU Arief Budiman.(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

SOSIALISASI untuk memilih pemimpin yang jujur digemakan oleh penyelenggara pemilu dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua KPU Arief Budiman mengimbau agar pemilih berhati-hati memilih calon pemimpin, salah satunya dengan mengetahui rekam jejak calon legislatif serta calon presiden dan wakil presiden.

"Jadi jangan asal memilih, lihat track recordnya. Mana yang menurut anda memenuhi kriteria yang jujur, nah itu pilih yang jujur. Kami bukan mengimbau untuk pilih si A, si B, bukan, tapi lihat track recordnya," jelas Arief di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4).

KPU, kata Arief, akan menyelenggarakan pemilu dengan sebaik-baiknya. Pihaknya berupaya mendorong pemilih agar mau menggunakan hak suaranya dan memilih yang jujur.

"Silakan masyarakat menilai sendiri, lihat track recordnya mana yang menurut anda jujur silahkan anda pilih. Ini hubungangnya dengan kriteria. 17 april sangat menentukan perjalanan bangsa Indonesia lima tahun ke depan. Maka jangan lupa gunakan hak pilih anda," imbuhnya.

Baca juga: Lewat Pemilu Run, KPU dan KPK Ajak Pemilih Nyoblos 17 April

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menuturkan sebaiknya pemilih jangan mau dibayar suaranya oleh siapapun. Pemilih harus mencari tahu siapa calon pemimpin yang akan dipilihnya. Saut pun menegaskan untuk tidak memilih calon pemimpin yang senang melakukan korupsi, banyak umbar janji dan tidak jelas latar belakangnya.

"Mari menjadi pemilih yang jujur, memilih yang jujur itu jadi patokan kita semua. Supaya kita memiliki daya saing. Bagaimana anda bisa mengatakan negeri ini memiliki daya saing kalau yang anda pilih itu bohong semua, tidak jujur. Negeri ini memerlukan orang yang bisa berjuang, orang yang jujur," ucap Saut.

"Bagaimana caranya? anda lihat track recordnya. Kalau dia bekas koruptor jangan dipilih. KPK tegas disitu, KPU juga tegas disitu. KPK banyak menerima masukan soal upaya yang tidak jujur. Oke kita ada penindakannnya, di isu pencegahannya kita hadir di sini," tutupnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya