Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Kebijakan Jokowi Tumbuhkan Keyakinan Indonesia Maju

Micom
25/2/2019 13:05
Kebijakan Jokowi Tumbuhkan Keyakinan Indonesia Maju
(MI/Susanto)

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pemaparan Joko Widodo terkait program-programnya memperlihatkan arah kebijakan yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Dengan fondasi pembangunan infrastruktur pada periode pertama, pada periode kedua pemerintahan Jokowi akan mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, memiliki keterampilan dan berdaya saing untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

"Kami optimistis Indonesia akan semakin maju dengan sumber daya manusia berkarakter, cerdas, memiliki kompetensi dan berdata saing di tingkat global. Ini tawaran program yang solutif dan jelas akan dilaksanakan pemerintahan Jokowi dalam lima tahun ke depan," kata Ace melalui keterangan resmi yang diterima, Senin (25/2).

Ace menjelaskan beberapa program yang disebutkan Jokowi sewaktu berada di SICC, Sentul, yakni kartu sembako, KIP kuliah, kartu pra-kerja, dan SDM premium.

Untuk, kartu sembako merupakan program yang diperuntukan bagi rakyat berpenghasilan rendah agar mereka memilki keterjangkauan untuk membeli sembako dengan murah. Pihaknya ingin rakyat yang berpenghasilan rendah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa harus dibebani dengan harga sembako yang tidak terjangkau.

"Kebutuhan dasar rakyat harus betul-betul dipenuhi oleh pemerintah. Selain, pemerintahan Jokowi akan melanjutkan program PKH dan Bantuan Pangan nontunai," imbuhnya.

Kemudian, KIP kuliah menjadi kelanjutan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah diterapkan untuk pelajar dengan ketentuan wajib belajar sembilan tahun. Pada periode kedua, Pemerintahan Jokowi akan menambahkan dengan pemberian bantuan pembiayaan untuk yang melanjutkan ke bangku kuliah. Program ini jelas merupakan terobosan baru agar rakyat Indonesia dapat menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa harus dibebani dengan biaya kuliah.

Baca juga: KIP Kuliah dan Kartu Sembako Murah, Kartu Sakti Baru

Ace menyebut tidak ada halangan bagi anak bangsa yang cerdas dan memiliki potensi untuk maju terus dengan menyelesaikan kuliah hingga S1.  Kebijakan ini jelas mendorong agar sumber daya manusia Indonesia unggul dan berdaya saing.

Selanjutnya, kartu pra-kerja, merupakan program nyata untuk memastikan warga negara yang belum memiliki kemampuan dan keterampilan di dunia kerja akan dilatih dan dibina. Dengan demikian, pemerintah hadir memberikan kemampuan dan peluang kerja kepada mereka. Mereka akan dilatih melalui 3000 BLK yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Lalu, Pak Jokowi memperkenalkan istilah SDM premium. SDM Premium ini adalah SDM yang memiliki keunggulan yang dihasilkan dari Perguruan Tinggi yang berkualitas. Pak Jokowi akan terus meningkatkan kualitas perguruan tinggi di seluruh Indonesia," tutur politikus Partai Golkar ini.

Dalam lima tahun ke depan, pemerintahan Jokowi akan terus meningkatkan Dana Abadi untuk pendidikan dan penelitian. Saat ini, lanjut Ace, kita telah memiliki Rp66,1 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai Rp100 triliun dalam 5 tahun ke depan. Kita telah memulai dengan Rp1 triliun dana penelitian abadi. Ke depan akan ditingkatkan hingga mencapai Rp50 triliun Dana Abadi Penelitian.

Pun, Jokowi akan membentuk Dana Abadi untuk mendukung perguruan tinggi terbaik di Indonesia untuk masuk dalam peringkat terbaik dunia. Di tahun 2020 kita mulai dengan alokasi Rp10 triliun. Adanya SDM premium membuat pihaknya optimistis generasi muda dan milenial mampu bersaing dan eksis dalam kompetisi global. Ace pun meminta publik untuk melihat pengalaman empat unicorn Indonesia yang sudah bisa menembus skala global.

Indonesia menjadi pemilik unicorn terbanyak di Asia Tenggara dan sudah memberikan manfaat bagi jutaan usaha kecil untuk masuk pasar nasional, regional, maupun global.

"Kita telah memberikan digital talent scholarship untuk sebanyak 1.000 orang di tahun 2018 dan kita targetkan hingga 20.000 orang di 2019. Pak Jokowi yakin akan semakin banyak start-up yang lahir di Indonesia. Melalui berjejaring, bertukar pikiran, diskusi ide dan saling percaya untuk kerja sama, Pak Jokowi yakin generasi milenial Indonesia  mampu menembus pasar global," pungkasnya.(RO/OL-5)

 

 

 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya