Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Jokowi Bakal Tekankan Pembangunan SDM di Konvensi Rakyat

Golda Eksa
23/2/2019 17:16
Jokowi Bakal Tekankan Pembangunan SDM di Konvensi Rakyat
(antara)

CALON Presiden petahana Joko Widodo akan membeberkan program baru di acara Konvensi Rakyat yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (24/2). Program baru itu lebih ditekankan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu ditegaskan Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir seusai acara diskusi Mengapa Harus Memilih, di Jakarta, Sabtu (23/2). Acara tersebut diselenggarakan oleh komunitas Alumni Theresia Bersatu.

"Lihat tanggal 24 dong. Nanti (jika dibeberkan) enggak seru. Ya, pasti kan yang selama ini dipertanyakan, rencana ke depan Pak Jokowi mau apa, nanti akan dijawab," ujarnya.

Menurut dia, pada acara tersebut program baru yang disampaikan capres nomor urut 01 itu masih terkait pembangunan sumber daya manusia. Apalagi saat ini pertumbuhannya dinilai masih sangat bagus, sehingga sangat penting untuk tetap membangun kualitas SDM ke depan.

Baca juga : Pembangunan Infrastruktur Buka Peluang Lapangan Kerja

Erick menegaskan, pada dasarnya pemerintah telah berhasil menciptakan hampir 10,4 juta lapangan pekerjaan dan akan terus ditingkatkan.

"Yang menarik itu akan terus ditingkatkan, dipersiapkan. Jangan sampai nanti kita ribut-ribut 2019, 2024 ke atas kita enggak siap atas perubahan yang terjadi di dunia. Karena kita harus mempersiapkan hampir 104 juta lapangan kerja untuk 37 juta milenial, 67 juta switching jobs." ujar Erick.

Ia pun menepis asumsi bahwa acara tersebut meniru pidato kebangsaan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu. Erick menegaskan kegiatan itu jelas berbeda, sehingga tidak perlu dikhawatirkan adanya anggapan minus.

"Karena yang suka meniru itu bukan kita, kok. Saya rasa ini konvensi kebangsaan. Di situ ada konvensi rakyat, optimis Indonesia maju, dan saya rasa beda. Jadi bukan kebangsaan, ini buat rakyat semuanya," tandasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya