Rabu 30 Januari 2019, 21:49 WIB

KPK: Pengumuman Caleg Eks Koruptor Beri Penerangan ke Maasyarakat

KPK: Pengumuman Caleg Eks Koruptor Beri Penerangan ke Maasyarakat

ANTARA

 

WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyatakan langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumumkan daftar caleg mantan narapidana korupsi merupakan penerangan bagi masyarakat.

"Bagus dong, artinya apa, supaya masyarakat itu bisa memperoleh penerangan untuk nanti wakil-wakil yang dipilih itu supaya yang bersih, yang jujur, jangan yang pernah terlibat korupsi," kata Alexander, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/1).

Menurut dia, KPK mendukung atas rencana KPU tersebut dan bahkan lembaganya juga merencanakan memuat daftar caleg mantan napi korupsi itu pada situs resmi KPK.

"Kami mendukung dan memang waktu Ketua KPU ke sini, kami mendukung umumkan saja. Bahkan KPK mungkin akan memuat ya kalau memungkinkan di website KPK, kan itu lebih bagus," kata Alexander.

Baca juga : KPU: Tanpa LHKPN, Caleg Terpilih tak Akan Dilantik

Bahkan, kata dia, dimungkinkan juga di tempat pemungutan suara (TPS) dipajang daftar caleg mantan napi korupsi sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

"Ya mungkin, koruptor dari dapil mana ya di situ aja lah di TPS-nya ditempel lah di situ calon-calonnya di TPS berapa dan di dapil berapa, nanti disebutkan di situ dengan tanda kurung mantan terpidana kasus korupsi. Kan bukan mempermalukan, ini kan kami menyampaikan fakta," kata Alexander lagi.

Sebelumnya, KPK telah menyarankan KPU agar mengumumkan 40 mantan napi korupsi yang menjadi calon anggota DPR, DPRD, dan DPD pada Pemilu 2019. (OL-8)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

Tak Usulkan Calon Kepala Otorita IKN, NasDem: Ketum Kami Tahu Batasan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Jumat 28 Januari 2022, 16:31 WIB
Ketua Fraksi NasDem itu menyampaikan NasDem memiliki banyak kader mumpuni menjadi kepala otorita IKN Nusantara. Salah satunya eks Menteri...
Antara

ICW Nilai Pernyatan Jaksa Agung Bertentangan dengan UU Tipikor

👤Putra Ananda 🕔Jumat 28 Januari 2022, 16:30 WIB
Peneliti ICW menilai pernyataan Jaksa Agung terkait penghapusan hukuman pidana bagi pelaku korupsi di bawah Rp50 juta bertentangan dengan...
MI/Puji Santoso

Setneg: Aturan Turunan IKN Dibahas Setelah UU Diteken

👤Dhika kusuma winata 🕔Jumat 28 Januari 2022, 16:23 WIB
Tak hanya itu, imbuh Faldo, IKN juga sebagai upaya menghadirkan negara di pelosok negeri. Menurutnya, gagasan itu menjadi pikiran Presiden...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya