Selasa 22 Januari 2019, 16:20 WIB

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Menpora Imam Nahrawi

Juven Martua Sitompul | Politik dan Hukum
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Menpora Imam Nahrawi

MI/ADAM DWI

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan keterlibatan Menpora Imam Nahrawi, dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk KONI Tahun Anggaran 2018. Semua pihak diminta sabar menunggu pengembangan dari penyidik, termasuk menilik keterlibatan Imam lebih detail.

"Bisa kerja dulu lah penyidik, sabar," kata Saut saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (22/1).

Sejauh ini, penyidik telah menyita dokumen dan proposal, terkait dana hibah Kemenpora untuk KONI dari ruang kerja Imam. Diduga dokumen dan proposal itu merupakan catatan dari mulai pembahasan hingga pencairan dana hibah. 

Saut mengaku belum menerima informasi rinci, terkait hasil pendalaman dokumen itu. Dia berjanji kasus ini tak luput dari pengawasan pimpinan KPK. 

"Saya harus cek penyidik dulu sudah sejauh mana," terangnya. 

KPK tengah menelusuri dugaan keterlibatan Menpora Imam Nahrawi. Disinyalir, Imam Nahrawi berperan dalam dugaan suap penyaluran bantuan Pemerintah melalui Kementerian Olahraga (Kemenpora) kepada KONI tahun anggaran 2018. Peran Imam disebut cukup signifikan.

 

Baca juga: KPK Panggil Dua Saksi Dana Hibah Kemenpora

 

Lima pejabat Kemenpora dan KONI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima tersangka itu yakni Deputi IV Prestasi Olahraga Kementerian Olahraga (Kemenpora) Mulyana; Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH); Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora Adi Purnomo (AP) dan Staf Kementerian Pemuda Olahraga Eko Triyanto (ET).

Dalam kasus ini, Adi dan Eko diduga telah menerima uang suap sebanyak Rp318 juta dari Ending dan Jhony. Sementara, Mulyana telah menerima uang dalam beberapa tahap.

Pertama, pada Juni 2018 menerima satu unit mobil Toyota Fortuner. Kedua, uang sebesar Rp300 juta. Kemudian pada September 2018, menerima satu unit Samsung Galaxy Note 9. Suap itu diberikan agar dana hibah segera direalisasikan.

Atas perbuatannya, Ending dan Jhony selaku pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncta Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Mulyana, Adhi Purnomo dan Eko selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 123 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Medcom/OL-3)

Baca Juga

Dok. Antara

Anies Akui Sudah Baca Pemberitaan ihwal Upaya Kriminalisasi oleh KPK

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:23 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri disebut berkali-kali mendesak satuan tugas penyelidik agar menaikkan status kasus...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Penghapusan Badan Peradilan Khusus untuk Pilkada Dinilai Membebani MK

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:10 WIB
Mita menyoroti kondisi MK yang terdiri dari sembilan orang hakim. Sementara, ratusan daerah yang menyelenggarakan pemilu bakal memboyong...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Menko PMK ajak Generasi Muda Maknai dan Amalkan Nilai Pancasila

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:03 WIB
Pancasila telah berkali-kali menghadapi cobaan dan ujian serta terus berhasil menjaga eksistensinya dan menjaga keutuhan bangsa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya