Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BOLEHKAH mantan kepala negara/kepala pemerintahan menjadi oposisi? Lebih tajam lagi, bolehkah ia mengecam keras pemimpin negara yang sedang berkuasa dan menilainya tak layak lagi menjadi kepala pemerintahan? Kata 'boleh' kayaknya terlalu longgar. Terbuka jawaban 'boleh-boleh saja'. Bahkan, 'kenapa tidak?'.
Yang terakhir itu agaknya merupakan sikap Dr Mahathir Mohamad. Perdana menteri paling lama berkuasa (22 tahun) di Malaysia itu tengah keras-kerasnya mengecam Datuk Seri Mohd Najib Razak, perdana menteri yang berkuasa sekarang. PM Najib dinilai memiliki perilaku personal tak becus.
Kalau Najib tak bisa menjelaskan raibnya uang miliaran ringgit dan keterlibatannya dengan orang-orang yang dapat dipertanyakan di manajemen 1Malaysia Development Berhad (1MDB), badan penanaman modal milik negara, menurut Mahathir,
"Saya rasa dia tidak patut lagi menjadi perdana menteri negeri ini."
Seperti diberitakan The Straits Times dua hari lalu (21/4), tak hanya PM Najib yang dihajar Mahathir. Istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor, pun dikecam sangat pedas.
Dalam blognya Mahathir bahkan siap membongkar 'lavish lifestyle', gaya hidup bermewah-mewah Datin Seri Rosmah. Gara-gara berita itu, saya tergoda membuka blog Mahathir.
Kecaman terhadap Najib itu bernaung di bawah judul 'The Crooked Bridge and Me'. Semuanya bermula dari Singapura resmi menolak pembangunan jembatan, hal yang menurut Mahathir memalukan.
Tak hanya itu. Mahathir juga kecewa karena Najib gagal di banyak hal, seperti tidak membangun rel ganda dan elektrifikasi jalur Johor Bahru-Padang Besar. Namun, itu bukan pertama kali 'sang Master' mengecam penerusnya.
Pada 2006, Mahathir mengecam PM Abdullah Ahmad Badawi, juga gara-gara dinilai ingkar janji membatalkan proyek besar yang dulu digagasnya, termasuk jembatan penghubung Malaysia-Singapura. Ia tak bisa menerima bahwa pemerintah tak punya dana.
Ia menyesal memilih Badawi, padahal sebelumnya menginginkan Najib Razak yang menggantikannya, yang sekarang juga dikecamnya.
Setelah Pak Harto meninggal, tokoh senior di ASEAN yang masih hidup ialah Lee Kuan Yew dan Mahathir. Setelah Lee wafat, tinggal Mahathir seorang, pemimpin disegani di kawasan ini.
Apakah Mahathir mengidap 'post-prime-ministerial syndrome'? Mahathir pernah menyanggahnya ketika ia mengkritik Badawi. Sanggahan yang kiranya valid karena Mahathir seorang dokter.
Sebelum berkarier di bidang politik, Mahathir merupakan satu-satunya dokter Melayu di Kota Alor Setar yang praktiknya sukses. Ia bahkan mempekerjakan seorang Tionghoa menjadi chauffeur untuk mobil Pontiac Catalina miliknya. Chauffeur ialah sopir untuk mobil mewah. Kala itu umumnya Melayu yang menjadi chauffeur.
Bagaimana dengan para mantan kepala negara di negeri ini? Saya nyaris tak membaca atau mendengar mantan Presiden BJ Habibie mengkritisi, apalagi mengecam presiden yang sedang berkuasa.
Berbeda dengan mantan Presiden Megawati yang kerap mengkritik pemerintahan SBY. Apakah SBY bakal mengambil posisi mengkritisi, bahkan mengecam Presiden Jokowi? Terlalu dini menjawabnya. Jokowi baru enam bulan berkuasa, tapi ada tanda-tanda SBY bakal memelihara kesantunan.
"Kami semua memberi mandat kepada Presiden. Pimpinlah kami sebaik-baiknya," ujarnya dalam Silaturahim Nasional Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Hotel Sahid, Kamis (16/4) malam.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved