Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Meutya Cuci Piring Kotor

11/11/2024 05:00
Meutya Cuci Piring Kotor
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TUGAS berat dipikul Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid. Ia mencuci piring bekas orang habis berpesta di kementerian yang dipimpinnya.

Mereka berpesta judi online. Sudah 11 pegawai Kemenkomdigi ditangkap dan dijadikan tersangka. Penangkapan yang diikuti dengan penggeledahan kantor Kemenkomdigi hanya berselang dua minggu setelah Meutya dilantik menjadi menteri. Pelantikan menteri pada 21 Oktober 2024 dan penggeledahan kantor Kemenkomdigi pada 1 November 2024.

Meutya tidak seharusnya mencuci piring kotor seandai pendahulu dia, Budi Arie Setiadi, menuntaskan perang melawan judi online alias judi daring. Budi Arie sudah berupaya maksimal meski belum berhasil memberantas judi daring. Budi Arie menjabat setahun lebih sebagai menteri komunikasi dan informatika, 7 Juli 2023 hingga 20 Oktober 2024.

Kemenkominfo yang kini berganti nama Kemenkomdigi sudah memblokir sebanyak 3.796.902 situs serta konten yang bermuatan judi online sejak 17 Juli 2023 hingga 9 Oktober 2024. “Kami hajar penyebar materi promosi judi online, tidak ada kompromi,” kata Budi Arie pada 10 Oktober 2024.

Budi Arie benar bahwa pihaknya menghajar penyebar materi promosi judi. Akan tetapi, cara menghajarnya tebang pilih. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa 11 pegawai Kemenkomdigi itu malah melindungi bandar judi.

Dijelaskan bahwa kantor satelit pemblokiran judi online di Bekasi, Jawa Barat, justru dikendalikan tersangka yang bukan merupakan pegawai Kemenkomdigi. Mereka malah membantu sejumlah pengelola situs judi daring dengan imbalan Rp8,5 juta dari setiap pengelola. Ada 1.000 situs yang mereka bina, bukan dibinasakan.

Dugaan keterlibatan pegawai Kemenkomdigi sebagai pembina situs judi sudah jauh-jauh hari diingatkan. Seorang anggota DPR pada 18 Juni 2024 sudah mengendus. “Sudah bukan rahasia umum lagi jika beredar rumor bahwa pegawai Kemenkominfo terlibat dalam pengamanan situs judol,” kata anggota DPR Fraksi Demokrat Santoso.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya menemukan 15 pegawai Kemenkominfo terlibat judi online. Budi Arie berjanji akan melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang terlibat. Hasil investigasi yang dijanjikan itu tidak pernah diumumkan. Pegawai Kemenkominfo itu hanya diberi sanksi teguran disiplin.

Andai pada saat itu Budi Arie benar-benar melakukan investigasi, mungkin Meutya Hafid tidak perlu mencuci piring kotor saat ini. “Ini pil pahit. Jadi, di dalam itu suasananya mencekam pasti, Pak, karena kemarin kepolisian datang (menggeledah) jumlahnya cukup banyak, 40-50 orang," kata Meutya saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI pada 5 November 2024.

Pil pahit itu tidak membuat Meutya gelagapan. Ia tetap rasional dalam mengambil tindakan-tindakan terukur. Ibarat kata pepatah latin, nil volentibus arduum, yang artinya tidak ada yang mustahil bagi mereka yang mau.

Kemauan Meutya memberantas judi online sudah dicanangkan saat ia melakukan serah terima jabatan dengan Budi Arie. Kata Meutya, Kemenkomdigi akan terus agresif memberantas judi online yang kerap memakan korban dari rakyat miskin. Bahkan, ia berjanji akan memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk menutup situs perjudian online.

Meutya satu kata dengan perbuatannya. Ia mendukung penuh penyidikan polisi dan ia juga mempersilakan aparat masuk ke kantornya. “Untuk melakukan, jika diperlukan, pengembangan penyidikan ke dalam, termasuk kalau memang harus masuk ke kantor kami di Kemenkomdigi,” kata Meutya pada 1 November 2024.

Tampak sekali Meutya tegak lurus pada visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dengan salah satu Astacita ialah memperkuat pencegahan dan pemberantasan judi online.

Judi online dibahas dalam sidang kabinet paripurna pada 6 November 2024. “Dalam rapat kabinet hari ini, Presiden Prabowo menginstruksikan agar tidak ada kongkalikong atau perlindungan terhadap pelaku. Beliau menekankan kerja sama lintas kementerian dan lembaga untuk memberantas masalah ini secara tuntas,” kata Meutya.

Judi online harus diberantas karena sejatinya Indonesia mengalami keadaan darurat judi daring. PPATK menyebutkan nilai transaksi judi daring pada 2023, menembus angka Rp327 triliun atau hampir 10% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang sebesar Rp3.325,1 triliun.

Estimasi PPATK terkait dengan nilai transaksi judi daring pada 2024 lebih dari Rp404 triliun. Jika tidak ada intervensi dari Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Perjudian Daring, angkanya bisa mencapai Rp1.000 triliun atau 30% dari APBN 2024.

Satgas Pemberantasan Perjudian Daring dibentuk Presiden Joko Widodo pada 14 Juni 2024 melalui Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2024. Satgas tersebut bertugas hingga 31 Desember 2024. Kemudian, Menko Polkam Budi Gunawan membentuk Desk Judi Online pada 4 November 2024. Desk yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu bertugas selama tiga bulan.

Tugas Desk Judi Online lebih berat lagi, yaitu menangkap para bandar, bukan cuma pemain. Menangkap bandar bukan perkara sulit sepanjang ada kemauan. Karena itu, negara jangan sampai kalah dari bandar judi daring.

Judi online memang memiliki daya pikat karena kalah bikin penasaran, menang tetap ketagihan. Padahal, sistem judi online dirancang menguntungkan bandar, bukan pemain. Algoritma dibikin rumit untuk memastikan pemain kalah dan bandar pasti menang.

Pemberantasan judi online ada di pundak Meutya Hafid yang akalnya mendahului tindakan. Meutya mencuci piring saat ini sebagai pilihan rasional untuk membersihkan Kemenkomdigi. Ia membersihkan dengan sapu bersih karena ia sendiri sudah bersih.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan