Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Hasyim dan Tiga Ta

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
05/7/2024 05:00
Hasyim dan Tiga Ta
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

THE Profumo Affair. Kisah ini terjadi pada 1961 tentang skandal politik yang menggegerkan dunia. Skandal yang menjatuhkan reputasi tokoh besar pada masa itu, John Profumo, lantaran berselingkuh dengan mata-mata Rusia, Christine Keeler, yang menyamar sebagai gadis panggung.

Profumo adalah Sekretaris Negara untuk Perang Inggris. Jabatannya sangat krusial. Karena itu, ketika tabiat buruknya terbongkar, publik Inggris meradang. Profumo jadi sasaran kecaman karena selain melanggar moral, juga membahayakan lantaran selingkuhannya adalah agen spionase Rusia yang notabene musuh Inggris di era Perang Dingin. Singkat cerita, Profumo dipaksa lengser. Gegara wanita, kariernya habis.

Moshe Katsav adalah Presiden Israel dan anggota Knesset. Dia jadi sorotan karena dituduh melakukan rudapaksa terhadap karyawatinya dan pelecehan seksual kepada wanita lain. Kasus itu terjadi pada 25 Januari 2007, terus memanas, sampai akhirnya dia menyerah dan mundur pada 1 Juli. Karena semena-mena kepada wanita, ia kena batunya.

'Negeri Paman Sam' diguncang skandal perselingkuhan antara Bill Clinton dan Monica Lewinsky. Ini bukan skandal biasa. Clinton adalah Presiden Amerika, orang paling berkuasa di dunia. Adapun Lewinsky pekerja magang di Gedung Putih pada 1995-1997. Sebagai presiden, reputasi Clinton terbilang cemerlang. Namun, kiprah politiknya seketika berubah kelam akibat main-main dengan perempuan.

Masih banyak saga buruk tokoh dunia akibat berselingkuh atau berbuat semaunya terhadap ras yang katanya terkuat di bumi itu. Di sini, di negeri ini, pun ada. Kisahnya bahkan masih fresh from the oven, masih hangat, karena baru saja diungkap. Ia memang tidak menyangkut presiden atau menteri. Akan tetapi, posisi sang tokoh juga sangat penting. Dia adalah Hasyim Asy'ari, sang ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Hasyim baru saja dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan asusila terhadap CAT, seorang wanita anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda. Ada fakta-fakta memalukan yang dibeberkan dalam putusan DKPP. Fakta-fakta yang membuat orang normal tak cukup nalar untuk mencerna kok bisa seorang ketua KPU bertingkah laku seperti itu.

Karena memalukan, tak usahlah semua fakta itu dibeberkan di forum ini. Yang pasti, menurut DKPP, Hasyim sebagai teradu terbukti berhubungan badan dengan CAT selaku pengadu. Hubungan terlarang itu terjadi karena ada bujuk rayu, bahkan pemaksaan. Peristiwa itu terjadi pada 3 Oktober 2023 di sela rangkaian acara bimbingan teknis PPLN di Den Haag.

Punya affair dengan perempuan, dengan lawan jenis, jelas perbuatan tunaetika, melanggar moral. Tiada pemakluman untuk itu. Apalagi jika yang melakukan pejabat atau pimpinan institusi negara yang wajib menaruh integritas dan moralitas di tempat utama. Terlebih jika kelakuan seperti itu diduga tak hanya sekali dilakukan.

Untuk Hasyim, dia sebelumnya juga pernah dilaporkan 'si wanita emas' Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni, atas perbuatan asusila pada pertengahan 2023. Namun, kala itu, DKPP cuma menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir.

Maka, kalau kali ini DKPP memberhentikan Hasyim, itu sudah semestinya. Putusan ini tepat kendati telat. Banyak yang bilang, pemberhentian Hasyim dari KPU seharusnya dilakukan dari dulu. Saya pun sepakat dengan itu. Bukankah selain kasus asusila, Hasyim juga tersangkut sejumlah perkara pelanggaran etika lainnya?

Dulu, KPU periode 2001-2007 juga ternoda karena komisionernya terlibat korupsi. Akan tetapi, masih ada yang bisa dibanggakan karena Pemilu 2004 sebagai pemilihan langsung pertama sejak reformasi yang mereka helat berlangsung baik, bahkan disebut sebagai yang terbaik.

Kini, akibat kelakuan Hasyim, KPU kembali tecemar jelaga. Celakanya, Pemilu 2024 hasil kinerja mereka dinilai buruk, bahkan disebut yang terburuk. Jika begitu, apa lagi yang hendak engkau banggakan?

Ada pitutur luhur mengingatkan kita semua agar senantiasa tidak tergoda, tergiur, apalagi terjebak 'Tiga Ta'; harta, takhta, dan wanita. Bukan berarti wanita biang masalah, bukan berarti menyudutkan kaum perempuan, tapi memang tak jarang tokoh-tokoh yang kebetulan laki-laki hancur karenanya. Sama halnya harta dan kuasa, kalau nafsu untuk mendapatkannya kelewat tinggi, orang mudah lupa diri, tak peduli dengan etika, masa bodoh dengan moral.

Filosofi Jawa wasiat Sunan Kalijaga mengatakanAja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan, lan kemareman. Janganlah terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi. Petuah itu sungguh apik dan relevan sampai kapan pun. Semoga kita tetap ingat dan mematuhinya. Soal para pejabat yang lupa dan ingkar, biarkan saja mereka menanggung akibatnya.

 



Berita Lainnya
  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik