Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Rusia Berduka

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
26/3/2024 05:00
Rusia Berduka
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

KEGEMBIRAAN Vladimir Putin yang terpilih kembali sebagai presiden Rusia dengan kemenangan mutlak (87,8%) dalam pilpres tak berakhir lama. Senyum semringah Putin bersama para pendukungnya berubah menjadi pilu.

Rusia dilanda duka yang mendalam karena kasus penembakan massal saat konser musik rock asal Rusia, Pikpik, di Crocus City Hall, Krasnogorsk, sebuah kota Rusia di tepi barat Moskow, Jumat (22/3) malam.

Konser musik baru saja akan dimulai tiba-tiba keriuhan dan kegembiraan pengunjung berubah menjadi horor. Jerit ketakutan pengunjung memecah auditorium. Mereka tak tahu ke mana jalan keluar saking paniknya ketika segerombolan pria bersenjata merangsek masuk menembaki pengunjung dengan senapan serbu, granat, dan alat pembakar. Sebanyak 137 orang tewas dan melukai ratusan lainnya.

Para pelaku diduga anggota ISIS Khorasan (ISIS-K). Kelompok teroris itu merupakan afiliasi ISIS di Suriah dan Irak. Nama kelompok itu berasal dari istilah untuk wilayah yang mencakup bagian dari Iran, Turkmenistan, dan Afghanistan, yakni Khorasan.

Mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan di Crocus City Hall tersebut. Serangan itu ialah yang kedua mematikan di Rusia sejak pengepungan sekolah di Beslan pada 2004.

Otoritas Rusia telah menangkap empat tersangka warga negara Tajikistan yang diduga pelaku penembakan massal. Keempatnya menjalani persidangan Minggu (24/3) dengan tuduhan serangan terorisme. Mereka terancam oleh hukuman seumur hidup. Sementara itu, 11 lainnya terduga pelaku masih ditahan.

Presiden Putin yang memiliki kewenangan dan kontrol penuh atas kekuasaannya boleh dibilang kecolongan. Pasalnya, pemerintah Amerika Serikat telah memberikan peringatan kepada Rusia terkait dengan serangan kelompok ekstremis.

Mereka merilis sebuah peringatan keamanan melalui Kedutaan Besar AS di Rusia bagi warga negara mereka untuk menghindari berkumpul dalam 48 jam ke depan, pada Kamis (7/3). Bukan tanpa sebab peringatan itu karena Putin terus menekan keberadaan ISIS-K belakangan ini. Bahkan, dalam dua tahun terakhir kelompok teroris itu melancarkan propaganda anti-Putin.

Jejak konflik antara ISIS-K dan Rusia cukup panjang sejak 2015. Sejumlah target Rusia mereka bidik, seperti meledakkan pesawat Rusia di Mesir (2015) dan menyerang Kedutaan Rusia di Kabul (2022). Mereka menyebutkan Putin memiliki jejak berdarah terhadap anggota ISIS-K di sejumlah wilayah konflik, seperti di Suriah. Mereka juga tak segan mengecap Putin sebagai anti-Islam.

Penyerangan dengan dalih apa pun terhadap kemanusiaan tak bisa dibenarkan. Terlebih bila benar pelaku penyerangan Crocus City Hall dari kelompok yang membawa embel-embel Islam. Serangan tersebut benar-benar pengecut, terlebih dilakukan pada Ramadan, bulan suci yang seharusnya dijaga kemuliaannya.

Terorisme ialah fenomena dunia. Di situ berkelindan antara ideologi, politik dan ekonomi. Di Indonesia, permasalahan terorisme ialah pekerjaan rumah besar yang masih sulit untuk dituntaskan. Detasemen Khusus 88 Antiteror terus gencar melakukan penangkapan terduga teroris, terutama menjelang Pemilu 2024. Mereka diduga akan menggagalkan pesta demokrasi.

Densus 88 menangkap 10 terduga teroris di wilayah Solo Raya pada Kamis (25/1). Sebelumnya sepanjang Oktober 2023 Densus 88 juga menangkap 59 terduga terorisme. Mereka berasal dari Jemaah Islamiyah dan Jamaah Ansharut Daulah.

Terorisme ialah extra-ordinary crime. Karenanya, penanganannya harus dengan luar biasa. Perang melawan terorisme seharusnya dari hulu sampai hilir. Bila perangnya hanya di hilir berupa penangkapan-penangkapan, tidak akan efektif membasmi musuh kemanusiaan itu.

Akar terorisme ialah radikalisme, paham keagamaan yang merasa dirinya paling benar. Mereka tak segan menyingkirkan penganut Islam lainnya yang tidak sepaham. Mereka merasa paling sunah (pengikut ajaran Nabi Muhammad SAW), sementara yang lain ialah bidah (sesat).

Perbedaan mazhab keagamaan ialah realitas yang tak bisa dinafikan sejak agama itu lahir. Jalannya ialah dialog keagamaan. Tidak boleh saling menghujat, nyinyir, apalagi membubarkan pengajian. Dialog antarumat beragama dan dialog intraumat beragama di bawah common platform berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila.

Berdasarkan Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme 2020-2024 ada tiga pilar penanganan terorisme.

Ketiga pilar itu ialah pilar pencegahan (kesiapsiagaan, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi), pilar penegakan hukum (pelindungan saksi dan korban, dan penguatan kerangka legislasi nasional), dan pilar kemitraan dan kerja sama internasional.

Indonesia harus bergandeng tangan dengan komunitas dunia menekan laju terorisme. Jangan biarkan Indonesia dan dunia muram, bahkan berduka, karena terorisme. Kuncinya kita tidak boleh kehilangan harapan untuk saling mengasihi. Sastrawan Rusia Fyodor Dostoevsky mengatakan, ketika telah kehilangan semua harapan, semua objek dalam hidup, manusia menjadi monster dalam kesengsaraannya. Tabik!



Berita Lainnya
  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik