Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Tragedi Teluk Intan

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
12/3/2024 05:00
Tragedi Teluk Intan
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

TULISAN ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan mengakhiri hidup. Jika Anda merasa depresi dan mulai berpikir untuk bertindak ke arah sana, segera bicara dengan teman, pacar, kerabat, saudara, tetangga, atau pemuka agama.

Bisa pula Anda berkonsultasi ke tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater. Anda juga bisa berkonsultasi secara daring dengan berbagai keluhan kesehatan, salah satunya kesehatan mental, melalui E-Curhat, Oncom, Whats Up, SAM (Self-help Anxiety), dan sebagainya.

Anda juga bisa mengakses hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan. Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan.

Jangan khawatir, Anda tidak sendirian dalam mengarungi kerasnya gelombang kehidupan. Meminta pertolongan mereka bukan berarti Anda lemah. Justru hal itu bagian dari kebesaran jiwa Anda mau meminta pandangan dari orang lain.

Di tengah isu dugaan kecurangan pemilu yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dan tarik-menarik perlunya hak angket atau hak angkot, kita dikejutkan tindakan bunuh diri sebuah keluarga di Apartemen Teluk Intan, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/3).

Mereka yang terdiri dari orangtua dan anak, yakni EA, 50, AEL, 52, JL, 15, dan JWA, 13, melakukan tindakan dengan cara melompat dari lantai 22 (rooftop) di apartemen tersebut dengan tangan saling terikat.

Pihak berwenang masih mendalami motif keluarga yang memilih jalan mengakhiri hidup tersebut. Namun, berdasarkan penuturan tetangga korban, tindakan nekat itu dilakukan diduga karena masalah ekonomi yang membelit. Kasus bunuh diri sekeluarga sebelumnya juga terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan di Malang, Jawa Timur, pada tahun lalu.

Kasus bunuh diri juga mulai merambah insan akademis. Setidaknya sembilan kasus bunuh diri terjadi di kalangan mahasiswa di Yogyakarta, Malang, Surabaya, Semarang, Jakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Mereka melakukan tindakan dengan beragam motif.

Tindakan menempuh jalan pintas kematian itu terus bertambah. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, ada sebanyak 971 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023. Angka itu melampaui kasus bunuh diri sepanjang 2022 yang jumlahnya sebanyak 900 kasus.

Maraknya bunuh diri mengindikasikan kesehatan mental masyarakat terganggu. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya.

Pengertian yang hampir sama dalam Undang-Undang 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Pasal 74 ayat 1 bahwa kesehatan jiwa merupakan kondisi seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Dari dua pengertian di atas, serupa dan sebangun, kesehatan mental atau jiwa masyarakat sangat penting. Hal itu bukan semata perkara individu, melainkan secara sosial juga harus mendukung. Masyarakat yang individualis, miskin gotong royong, dan defisit tolong menolong akan melahirkan homo homini lupus.

Masyarakat yang individualis akan menjauhkan etika dan hukum dalam kehidupan mereka. Bahkan, tidak segan untuk memberlakukan hukum rimba. Yang kuat memangsa yang lemah. Begitu pula dalam dunia ekonomi akan tercipta kondisi yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5%, tetapi ketimpangan sosial melebar.

Seiring dengan gemerlap pembangunan infrastruktur, kereta cepat whoosh, dan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur, Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Data Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan ada lima persoalan utama yang dihadapi rakyat Indonesia berdasarkan survei secara nasional di 34 provinsi di Indonesia pada 3-8 November 2023. Kelimanya ialah persoalan korupsi (30,1%), kemiskinan (24,4%), pengangguran (21,4%), kesenjangan sosial (7,3%), dan utang negara yang terus meningkat (6,7%).

Tragedi Teluk Intan tidak boleh terulang. Penanganan bunuh diri harus dari hulu sampai hilir dengan pendekatan sosial, ekonomi, politik, psikologi, budaya, adat, dan agama.

Pikiran ingin bunuh diri (suicidal thought) bisa dalam waktu lama, bisa pula dalam waktu singkat ketika dunia dianggap selebar daun kelor dan permasalahan hidup dinilai tak ada jalan keluar.

Indonesia emas 2045, dengan visi negara Nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan, menjadi fatamorgana jika pemerintah menutup mata pada kebutuhan pokok dan kenyamanan hidup rakyatnya. Tabik!



Berita Lainnya
  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.