Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KISAH pendudukan Israel di Palestina ialah cerita berlumuran dusta dari negeri Zionis itu. Disokong oleh sikap standar ganda Amerika Serikat yang berdiri penuh di samping Israel, nestapa rakyat Palestina pun menjadi penderitaan tiada ujung.
Dengan alasan menumpas terorisme dan membalas serangan musuh, Israel dibantu AS membunuh bayi, anak-anak, perempuan, para renta, juga sebagian dari mereka yang mestinya dilindungi hukum internasional saat perang. Israel tidak pernah mau menarik akar persoalan sesungguhnya: penjajahan dan pengusiran rakyat Palestina dari tanah tumpah darah mereka.
Semua upaya perundingan damai dan diplomasi yang sudah puluhan tahun dilakukan, tanpa hasil. Malah, Israel secara terbuka terus merampas tanah rakyat Palestina dari waktu ke waktu, hingga tinggal menyisakan 5% di Gaza dan Tepi Barat.
Parade dusta Israel terjadi dari waktu ke waktu, tanpa ada yang bisa menghentikan, bahkan PBB sekalipun. Tahun lalu, misalnya, Israel mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan lima anak Palestina dalam serangan udara di permakaman Fallujah di Kota Jabalia, Jalur Gaza utara.
Awalnya, Israel menuding bahwa para korban tewas akibat rudal yang ditembakkan kelompok Jihad Islam. Namun, begitu fakta keras disorongkan, Israel tidak bisa lagi menampik. Toh, pengakuan terbuka Israel yang membunuh warga sipil Palestina tidak pernah berujung sanksi. Selalu ada permakluman. Tersedia banyak justifikasi.
Begitu juga soal janji memberikan kebebasan melaksanakan ibadah bagi semua pemeluk agama sebagaimana selama ini diklaim Israel apabila menguasai seluruh Tanah Suci Al-Quds, nyatanya isapan jempol belaka. Itu antara lain dapat dibuktikan dengan berbagai blokade dan larangan masuk yang dilakukan pasukan pendudukan Israel terhadap warga muslim Palestina untuk melaksanakan salat Jumat terakhir pada Bulan Suci Ramadan dalam beberapa tahun terakhir.
Janji pemerintah Zionis untuk memberikan kebebasan masuk ke Masjidil Aqsha bagi mereka yang telah berumur 45 tahun ke atas pun tinggal janji. Pemandangan di lapangan tersebut, bahkan hanya terlihat saat pendudukan Israel. Selama ratusan tahun, termasuk pada masa penjajahan Barat, hak untuk beribadah di Masjid Al-Aqsha benar-benar dibebaskan. Apa lagi namanya jika bukan dusta? Bahkan, mengutip beberapa syair lagu dangdut, sikap itu ialah 'dusta di atas dusta'.
Di forum-forum internasional, Israel sudah kerap berjanji melindungi warga Palestina. Namun, nyatanya, Jalur Gaza disulap menjadi sejenis penjara terbuka yang sudah diblokade militer Israel sejak 2008 silam. Pada 2021, Israel bahkan telah merampungkan proyek ambisius dengan teknologi terkini senilai semiliar dolar AS guna mengisolasi dengan lebih ketat wilayah tersebut.
Media-media Israel melaporkan, pagar-pagar pembatas setinggi enam meter lengkap dengan sensor canggih didirikan. Pun dilengkapi tembok bawah tanah guna mencegah penerobosan lewat terowongan bawah tanah. Di laut, pembatas juga dipasang guna mencegah warga Gaza keluar.
Sementara itu, di langit Gaza dan sekitarnya, Israel punya sistem pertahanan Iron Dome alias Kubah Besi yang disebut sebagai sistem roket pertahanan paling canggih di dunia saat ini. Kamera-kamera pengawas dengan pengenal wajah disebar di berbagai lokasi di perbatasan dengan Gaza. Sistem pengawasan canggih itu juga dilengkapi dengan jaringan drone, dan pengintaian siber.
Warga Gaza dan Tepi Barat dipindai riwayatnya. Mereka, siapa pun itu, yang berpotensi menjadi penyerang atau bergabung sebagai pejuang perlawanan terhadap Israel didata dan diawasi ketat. Sedikit saja tampak potensi bergabung dengan aksi perlawanan, penangkapan bahkan pembunuhan dilakukan. Intelijen Israel, yang dikenal paling hebat sedunia, juga terus bekerja saban waktu seperti tidak mengenal istirahat.
Maka, ketika pejuang Hamas yang jumlahnya kurang dari dua ribu orang, di saat fajar menyingsing, di Sabtu, 7 Oktober, berhasil membobol barikade ultracanggih itu, Israel pun merasa dipermalukan. Lagi-lagi, dengan dibantu AS, Israel membombardir Gaza hingga luluh lantak. Warga sipil, perumahan, masjid, rumah sakit juga dibom. Bahkan, ada yang menyebut Israel telah menggunakan bom fosfor yang dilarang digunakan di mana pun.
Parade dusta Israel mesti diakhiri. Dunia harus menyelamatkan manusia dan kemanusiaan. Apa iya, tidak ada satu pun mekanisme di dunia ini yang sanggup memaksa Israel tunduk pada parameter-parameter keadaban dunia?
Sangat aneh, di era seperti sekarang ini, masih ada negara yang tidak tahu kapan akan merdeka. Padahal, pada 1944, setahun sebelum Indonesia merdeka, Palestina sudah menyemai sokongan kemerdekaan kepada negara lain, yakni Indonesia. Pengakuan itu disebarluaskan ke seluruh dunia oleh seorang mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, dan saudagar Palestina Muhammad Ali Taher.
Seruan Palestina untuk kemerdekaan Indonesia itu akhirnya menjadi kenyataan 11 bulan kemudian. Sayangnya, seruan kemerdekaan untuk Palestina sendiri, tidak kunjung tiba hampir delapan dekade kemudian, akibat parade dusta dan sikap standar ganda.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved