Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ta'awun untuk Gotong Royong

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
06/9/2023 05:00
Ta'awun untuk Gotong Royong
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KETIKA memberikan sambutan pada deklarasi bakal capres dan cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan di Surabaya, akhir pekan lalu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengutip potongan ayat dalam Al-Qur'an: wata'awanu 'alal birri wattaqwa, walaa ta'awanu 'alal itsmi wal 'udwan. Ayat itu kurang lebih artinya, 'dan, tolong-menolonglah kalian dalam berbuat kebajikan dan takwa. Serta janganlah kalian tolong-menolong untuk dosa, keburukan, dan permusuhan'.

Potongan surah Al-Maidah ayat 2 itu, kata Gus Muhaimin alias Cak Imin, dibisikkan seorang kiai Jawa Timur yang tengah berada di Mekah, yakni Kiai Badawi. Sang kiai memberikan restu kepada Cak Imin untuk digandeng sebagai bakal cawapres dari capres Anies Baswedan untuk mengarungi Pilpres 2024.

Dalam tradisi nahdiyin atau pengikut Nahdlatul Ulama, restu kiai disebut sudah afdhal (afdal) bila sudah membisikkan pesan melalui ayat. Karena itu, saat Cak Imin menanyakan kepada Kiai Badawi ihwal ayat apa yang mesti ia genggam untuk berlayar mendampingi Anies dalam kontestasi Pilpres 2024, dibisikkanlah potongan surah Al-Maidah ayat 2 itu.

Ndilalahnya, ayat yang dibisikkan itu amat cocok dengan 'situasi kebatinan' anak bangsa ini yang masih menyisakan residu kontestasi politik pecah belah dalam sewindu terakhir. Kendati memiliki spirit gotong royong sebagaimana diajarkan dalam Pancasila, nyatanya sebagian anak bangsa ini lebih senang mengedepankan perpecahan tersebab oleh perbedaan. Padahal, gotong royong itu ta'awanu 'alal birri wat taqwa, tolong-menolong untuk berbuat kebajikan.

Saya lalu teringat pernyataan pemikir sosial asal Austria Otto Bauer.

Setiap bangsa, kata Pak Otto Bauer, mestinya memperlihatkan suatu persamaan (persatuan) karakter, yang terbentuk karena persatuan pengalaman. Dalam konteks Indonesia, sistem nilai kebudayaan sebagai pembentuk karakter kolektif itu bernama Pancasila. Dalam Pancasila, kata Bung Karno, nyawa yang penting ialah gotong royong.

Perbedaan yang ada di Indonesia tidak perlu dipertentangkan karena simbol-simbol negara sudah menunjukkan adanya persatuan. Alasan di balik pemilihan merah putih sebagai bendera Indonesia oleh pendiri bangsa, misalnya. Kita boleh beda warna kulit, beda ras, beda agama, tapi kalau ingat darah sama merah dan tulang kita sama putih itulah yang diwujudkan dalam bendera Indonesia, bendera kemanusiaan Indonesia.

Indonesia layaknya sebuah rumah besar yang diisi dengan berbagai warna. Rumah besar ini, jika mereka yang ada di dalamnya saling berkelahi, tidak akan bisa menghasilkan apa-apa, bahkan bisa merusak rumah itu. Sebaliknya, jika seisi rumah bersatu, kompak, gotong royong, akan menghasilkan berbagai prestasi yang membangggakan.

Coba kita bandingkan Indonesia dengan Eropa Barat yang luasnya hampir sama. Akan tetapi, Eropa Barat ada 30 negara, sedangkan di sini dengan berbagai macam perbedaan, baik agama, suku, ras, dan etnik, tetap bersatu dalam satu negara.

Pesan tolong-menolong untuk berbuat kebajikan kiranya menjadi spirit baru bangsa ini di tahun politik maupun tahun-tahun ke depan karena hanya tolong-menolong dalam kebaikanlah yang bisa jadi 'jimat' bagi bangsa ini menghadapi segala bentuk tantangan. Gotong royong itu seperti makanan soto: di balik perbedaan ada persatuan. Ada berbagai macam soto, tapi orang tahu itu soto.

Pentingnya mentalitas budaya gotong royong berangkat dari asumsi: nilai penting kualitas dan kepercayaan diri hanya menemukan kepenuhan maknanya dalam jaringan kerja sama dengan yang lain. Tiap huruf alfabet, dari A sampai Z, merupakan satu karakter yang tiap-tiap hurufnya sama penting. Meski demikian, betapa pun pentingnya keberadaan setiap karakter dalam huruf itu, tidaklah bermakna apa-apa tanpa bersekutu dengan huruf-huruf lain dalam membentuk kata dan kalimat.

Dalam kemajemukan karakter masyarakat Indonesia, gotong royong ialah nilai fundamental bangsa ini. Menurut pandangan Bung Karno, gotong royong ialah intisari Pancasila sebagai sistem nilai, sistem pengetahuan, dan sistem perilaku bersama. Dalam pandangannya, ”Gotong royong adalah paham yang dinamis, lebih dinamis dari ’kekeluargaan’. Gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan. Gotong royong adalah pembanting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah gotong royong!”

Kiranya, ta'awanu 'alal birri wat taqwa ialah bentuk bangsa ini dalam merestorasi warisan budaya gotong royong yang mulai pudar dengan mengembangkannya dalam pengertian yang lebih luas. Restorasi dan transformasi budaya gotong royong bisa mencakup pengembangan budaya silih asih, silih asah, dan silih asuh; berat sama dipikul, ringan sama dijinjing; tolong-menolong dengan semangat koperasi; saling menghargai dalam perbedaan seraya aktif meningkatkan pemahaman dan titik temu dalam perbedaan; mampu menghargai dan mengapresiasi karya dan prestasi orang lain; serta mampu menjalin sinergi antarpotensi, antaragensi, antarsektor, dan antarwilayah.

Memproklamasikan bangsa, kata Bung Karno, ialah hal gampang. Namun, sambung sang proklamator, menyusun negara, mempertahankan negara buat selama-lamanya, itu sukar. Hanya rakyat yang ulet, rakyat yang tidak bosanan, rakyat yang tabah, rakyat yang jantan—hanya rakyat yang demikianlah dapat bernegara kekal dan abadi. Siapa yang ingin memiliki mutiara harus ulet menahan-nahan napas dan berani terjun menyelami samudra yang sedalam-dalamnya.

Dalam tarikan napas seperti itu pula Gus Muhaimin, cicit salah satu pendiri NU KH Bisri Syansuri, meneruskan pesan Kiai Badawi untuk semuanya dalam mengarungi kontestasi dan kompetisi politik untuk perubahan bangsa. Itulah semangat merestorasi warisan gotong royong.



Berita Lainnya
  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.