Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pialang Ginjal

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
17/7/2023 05:00
Pialang Ginjal
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

JUAL beli organ tubuh manusia kian marak padahal praktik tersebut sebuah kejahatan yang diancam hukuman 10 tahun penjara. Kemiskinan menjadi faktor utama pendorong orang menjual organ tubuh terutama ginjal. Kata Kaisar Romawi Marcus Aurelius (121-180 M), kemiskinan itu ibu dari segala kejahatan.

Larangan menjual organ tubuh diatur dalam Undang-Undang Kesehatan yang disahkan DPR, pada Selasa (11/7). Pasal 74 mengatur transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh yang boleh dilakukan untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Dilarang dikomersialkan atau diperjualbelikan dengan dalih apa pun jika tidak mau dipenjara 10 tahun.

Fakta bicara lain. Komersialisasi organ tubuh masih terus terjadi. Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Ponorogo menangkap lima orang yang diduga terlibat sindikat perdagangan ginjal internasional pada 4 Juli 2023. Mereka ditangkap pada saat hendak mengurus penerbitan dokumen perjalanan atau paspor.

Mereka yang ditangkap terdiri dari dua orang sebagai pemilik ginjal yang akan dijual ke Kamboja dan tiga orang lainnya diduga anggota sindikat penyalur korban yang bersedia menjual ginjal. Pemberi ginjal mendapatkan imbalan Rp150 juta.

Jual beli organ tubuh berkorelasi erat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Fakta yang disodorkan Menko Polhukam Mahfud MD pada 4 Juli 2023 membuat cengang. Kata dia, terdapat 14 orang Indonesia tertahan di rumah sakit luar negeri. Mereka diduga menjadi korban TPPO terkait dengan jual beli ginjal.

Publik juga dikejutkan dengan jaringan penjual ginjal ke Kamboja yang dibongkar polisi. Polda Metro Jaya pada 19 Juni 2023 menggerebek rumah yang menjadi lokasi penampungan di Bekasi. Polisi menangkap enam orang yang diduga terlibat penjualan ginjal ke Kamboja.

Perdagangan ginjal memantik masalah social, di antaranya pembunuhan agar ginjal korban dapat dijual. Seorang bocah diculik dua remaja di Makassar pada Januari 2023. Bocah itu diculik, lalu dibunuh karena kedua remaja tergiur uang Rp1,2 miliar dari tawaran jual beli ginjal di media sosial.

Situs yang menawarkan jual beli ginjal sudah diblokir. Tawarannya menggiurkan, paru-paru seharga US$50 ribu (sekitar Rp755,7 juta), hati US$60 ribu (Rp906,9 juta), ginjal US$80 ribu (Rp1,2 miliar), dan jantung US$100 ribu (Rp1,5 miliar).

Penelitian yang dilakukan Widodo dan Wiwik Utami dari Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang menyebutkan kemiskinan menjadi alasan utama pedonor ginjal berbayar, dan alasan itu sama dengan di India dan Iran. Sebagian pedonor ginjal berbayar menggunakan uang tersebut untuk melunasi utang mereka.

Seorang ibu hamil di Depok, misalya, pada 2022 secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menjual ginjal karena terlilit utang. Keputusan menjual ginjal itu merupakan hasil kesepakatan antara ibu hamil tersebut dan pemberi utang.

Setali tiga uang dengan Nurhayati Saidi, guru honorer di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, menjual ginjalnya melalui media sosial pada Maret 2023. Ia butuh uang untuk membiayai pendidikan anaknya.

Begitu juga dengan Mujianto yang menawarkan ginjalnya di pusat Kota Banyuwangi pada 2018. Ia melakukan itu untuk mengobati penyakitnya dan pendidikan anaknya. Ia berharap ginjalnya dapat dihargai sekitar Rp500 juta.

Penelitian Widodo dan Wiwik Utami menguak modus perdagangan ginjal dan peran pialangnya. Disebutkan bahwa aktivitas perdagangan ginjal di Indonesia dilakukan secara rahasia dengan cara disamarkan dengan dalih pemberian donor sukarela. Padahal, setelah transplantasi selesai, pedonor ginjal memperoleh imbalan berupa sejumlah uang.

Transplantasi, menurut peneliti, dapat berhasil dilakukan di beberapa rumah sakit karena ada proses pemalsuan data kependudukan. Semua proses donor ginjal tersamar tersebut diatur pialang (perantara dalam kegiatan jual beli) yang memiliki banyak anggota.

“Eksistensi pialang sebagai manajer kejahatan perdagangan ginjal sebagaimana terjadi di Indonesia sama dengan peran pialang perdagangan ginjal di Mesir, yaitu sebagai pialang yang beroperasi pada jaringan yang rapi sehingga seakan-akan transplantasi ginjal tersebut dilakukan secara sah.”

Kiranya kepolisian konsisten menegakkan hukum terkait dengan perdagangan ginjal. Pialang, dokter, atau rumah sakit yang diduga terlibat perdagangan ginjal harus dihukum seberat-beratnya.

Perdagangan organ tubuh ialah kebiadaban modern. Tubuh dianggap sebagai suatu komoditas yang seakan-akan dapat dicopot-pasang untuk diperdagangkan. Karena itu, perdagangan organ tubuh harus dicegah dan dilawan demi kemanusiaan.



Berita Lainnya
  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.