Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Caleg Bingung

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
02/6/2023 05:00
Caleg Bingung
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PARA pembaca yang baik, sudahkah Anda menyaksikan wawancara salah satu stasiun televisi nasional dengan Aldi Taher? Jika belum, ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk menonton rekamannya di Youtube atau di beberapa platform lainnya. Saya jamin akan terhibur, tapi mesti siap-siap mental pula karena Anda juga bisa kesal, geregetan.

Aldi adalah seorang artis yang populer karena kerap menebar kontroversi dan menguar sensasi. Soal itu, biarlah menjadi urusan pribadi. Namun, sepak terjang Aldi kali ini lain, punya nuansa kepublikan, lantaran dia adalah salah satu bakal calon anggota legislatif alias bacaleg.

Aldi menjadi sorotan karena dia menjadi bacaleg dari dua partai politik. Dia didaftarkan Partai Bulan Bintang (PBB) untuk DPRD DKI Jakarta dan Partai Perindo untuk DPR RI.

UU Pemilu jelas dan tegas menggariskan bacaleg dilarang mencalonkan diri dari dua partai sekaligus. Logika awam pun paham, tak mungkin satu orang boleh maju sebagai kontestan pileg lewat lebih dari satu partai. Pertanyaannya, kenapa Aldi melakukan itu. Yang pasti, sejumlah pihak sudah dibikin repot.

Komisi Pemilihan Umum (KPU), misalnya, mesti melakukan klarifikasi kepada PBB dan Perindo. ''Sesungguhnya yang bersangkutan ini anggota partai apa?'' cetus Ketua KPU Hasyim Asyari, Rabu (24/5).

PBB lebih sebel lagi. "Aldi Taher itu kan sebenarnya pengurus partai, ada SK-nya itu, itu satu. Kalau nyaleg itu kan duluan PBB, ya. Pertama di DPR RI, terus ke provinsi. Eh detik-detik terakhir pindah ke Perindo, kan enggak jelas itu," ketus Wasekjen PBB Solihin Pure.

Begitulah, orang-orang dibuat bingung. Lalu, bagaimana dengan Aldi menjawab kebingungan publik. Itulah yang layak ditonton dalam wawancara dia. Ketik saja 'caleg bingung' di pencarian Youtube, maka Anda akan mendapat jawabannya, atau mungkin juga ikut bingung.

Bolehlah saya kasih kisi-kisi hasil wawancara Aldi pekan silam. Ketika pembawa acara menanyakan alasannya maju sebagai bacaleg dari dua partai sekaligus, dia menjawab, “Kalau ditanya kenapa, saya juga bingung, Mbak. Jujur, Mbak.”

Host melanjutkan pertanyaan, “Kalau Bang Aldi bingung, bagaimana nih Bang, kalau jadi wakil rakyat nanti bingung juga?” Lalu, sang artis spontan mengatakan, “Emang Mbak enggak bingung? Semua manusia bingung. Di surga, baru nanti enggak bingung.”

Itu belum cukup. Ketika ditanya apa yang akan dilakukan jika menjadi anggota DPR, Aldi alih-alih membeberkan programnya. Dia malah ingin membaca Al-Qur’an agar Mbak Puan (Ketua DPR RI Puan Maharani) dan Pak Bamsoet (Ketua MPR Bambang Soesatyo) melihat, semua melihat, bahwa membaca Al-Qur’an adalah solusi.

Nah, bingung enggak kita kalau mendengar jawaban yang membingungkan itu. Harus diakui, di satu sisi Aldi mampu mengundang tawa dengan jawaban-jawabannya yang kocak, nyeleneh, konyol. Jawaban yang ‘membagongkan’. Tapi, di lain sisi, ia mencuatkan tanda tanya, seperti itukah kualitas bacaleg dari kalangan artis?

Saya tidak hendak merendahkan Aldi, tak ingin pula menghakimi bahwa caleg dari komunitas pesohor tak bermutu, tak bisa diharapkan sebagai wakil rakyat yang wajib mampu memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa banyak pengamat, juga ada survei, yang menyebutkan bahwa artis menjadi caleg lebih banyak dilandasi popularitas.

Bahwa popularitas penting untuk mendulang suara, itu benar adanya. Dengan popularitas, seseorang punya modal besar untuk meningkatkan elektabilitas. Itulah kenapa, partai-partai politik masih saja memberikan tempat cukup lapang bagi para artis.

Data menyebutkan, pada Pemilu 2019 ada 100 lebih artis yang menjadi bacaleg. Jumlah itu menurun menjadi sekitar 80 orang di Pemilu 2024. Bagaimana tanggapan publik? Ternyata sangat sedikit artis yang memenangi kompetisi. Hanya 12% yang terpilih pada 2019, sisanya cuma sampai di panggung-panggung kampanye.

Kinerja artis yang akhirnya duduk di gedung dewan juga tak cemerlang. Hanya sedikit yang kerap bersuara. Sebagian besar dari mereka tergolong kelompok yang sekadar lalu lalang tubuh ketimbang adu pikiran.

Artis juga manusia, warga negara Indonesia pula. Mereka, termasuk Aldi Taher tentu saja, berhak menjajal peruntungan untuk menjadi anggota legislatif. Soal laku tidaknya mereka, terserah rakyat. Yang perlu diingat, kiranya rakyat mendengar bisikan hati nurani, bukan ‘bisikan jenazah’ seperti film yang dibintangi Aldi, agar tak bingung menentukan pilihan.



Berita Lainnya
  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.