Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Antara Sambo dan Teddy

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
12/5/2023 05:00
Antara Sambo dan Teddy
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SERUPA tapi tak sama. Ungkapan itu kiranya pas untuk menggambarkan Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa. Keduanya sama-sama jenderal polisi, sama-sama terlibat dalam tindak pidana tingkat tinggi, tetapi hukuman yang mesti ditanggung berbeda.

Sebelum tersandung, Sambo adalah komandan polisinya polisi. Kariernya melesat bak kereta cepat hingga terakhir menduduki posisi bergengsi yakni Kadiv Propam Polri. Dengan jabatan itu, dia begitu ditakuti polisi di seantero negeri.

Namun, kata banyak orang, hidup ibarat roda pedati. Tak selamanya di atas, nasib orang setiap saat bisa kembali ke bawah. Sambo mengalaminya. Dia tiba-tiba terjerembap ke jurang kehidupan paling dalam.

Lantaran menjadi otak pembunuhan berencana terhadap anak buahnya, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Sambo divonis hukuman mati di PN Jakarta Selatan pada 13 Februari 2023. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pun menguatkan vonis itu pada 12 April 2023.

Ketika majelis hakim PN Jaksel yang diketuai Wahyu Iman Santoso mengetukkan palu, Sambo hanya bisa terdiam. Sebaliknya, pengunjung sidang bersorak. Sama seperti mayoritas rakyat Indonesia, mereka kegirangan Sambo dihukum maksimal.

Sebelum tersungkur, Teddy adalah Kapolda Sumatra Barat. Sama seperti Sambo, kariernya juga terbilang moncer dan terakhir dipromosikan menjadi kapolda di daerah strategis, Jawa Timur. Dia tinggal menunggu pelantikan hingga tiba-tiba kasus narkoba menjungkirbalikkan nasibnya.

Teddy tersangkut kasus penjualan narkoba jenis sabu. Parahnya lagi, sabu tersebut disisihkan dari hasil sitaan Polres Bukittinggi. Dari 5 kg yang diambil, 1 kg sudah mendapatkan pembeli. Mantan Kapolres Bukit Tinggi AKB Dody Prawiranegara dan eks Kapolsek Kalibaru, Jakarta Utara, Komisaris Kasranto, juga terbukti terlibat dan dijatuhi hukuman.

Teddy divonis hukuman seumur hidup di PN Jakarta Barat. Seusai majelis hakim yang diketuai Jon Saragih mengetukkan palu pada 9 Mei 2023, Teddy masih bisa tertawa-tawa. Dia rupanya senang karena vonis itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa, yakni hukuman mati. Sebaliknya, pengunjung sidang sontak mengekspresikan kekecewaan. Sama seperti sebagian rakyat Indonesia yang juga kesal, marah, dengan putusan hakim.

Menghilangkan nyawa manusia secara terencana adalah perbuatan yang sulit dimaafkan, apalagi jika yang melakukan petinggi penegak hukum yang pasti sangat paham hukum. Itulah kenapa vonis mati terhadap Sambo banyak diapresiasi. Sambo dianggap semena-mena karena punya kuasa. Dia seenaknya membunuh bawahan mentang-mentang menjadi atasan.

Bukan bermaksud nirempati dan mengecilkan korban, dalam kasus Sambo, hanya satu nyawa yang dihilangkan. Akan tetapi, bagi majelis, bagi publik, kejahatan seperti itu patut dibalas dengan hukuman maksimal. Bagaimana dengan kejahatan Teddy?

Benar bahwa belum diketahui adanya korban jiwa akibat tindak kejahatan yang dia lakukan. Namun, narkoba adalah pembunuh jangka panjang nan sadis. Daya rusaknya besar, teramat besar. Ketika dihadirkan sebagai saksi, Komjen (Purn) Ahwil Loetan menyebut 5 kg sabu dapat membunuh 5 juta orang. Menurutnya, pemakaian barang laknat itu per orangnya sangat kecil, yakni 0,1 gram.

"Jadi kalau satu kilo saja sudah bisa membunuh 1 juta orang. Bayangin kalau 5 kilo itu membunuh 5 juta orang. Hitungan kasarnya kira-kira demikianlah.'' Begitu Ahwil bilang. Mengerikan, bukan?

Oleh karena itu, lumrah, sangat lumrah jika banyak yang mempersoalkan vonis hakim untuk Teddy. Pidana seumur hidup memang berat, sangat berat, tetapi itu bukanlah hukuman maksimal. Jika Sambo yang 'hanya' membunuh satu orang dihukum mati, kenapa Teddy yang berpotensi menghilangkan jutaan anak bangsa tidak?

Katanya, narkoba adalah kejahatan luar biasa seperti halnya korupsi dan terorisme. Data Badan Narkotika Nasional menunjukkan pula, rata-rata 50 orang meninggal setiap hari akibat narkoba. Jika dihitung setahun, berarti 18.000, dan tentu berkali-kali lipat untuk dua tahun, tiga tahun, 10 tahun, 20 tahun, dan seterusnya. Ini angka yang tak main-main, yang sungguh menakutkan.

Katanya, salah satu penyebab kenapa peredaran narkoba di negeri tercinta ini sulit diberantas ialah adanya aparat yang ikut bermain di dalamnya. Katanya, penyebab barang haram itu tak habis-habis di pasaran, salah satu lantarannya karena aparat berlaku ibarat pagar makan tanaman. Sayangnya, tangan hukum tak sekuat yang diharapkan masyarakat untuk menindaknya.



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik