Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KATA para tetua, ilmu dan akhlak tak boleh dipisahkan, mesti melengkapi, harus saling menguatkan. Tiada guna orang berilmu tapi tak punya akhlak, tak memiliki adab. Kurang paripurna pula orang berakhlak tapi tak berilmu.
Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh. Begitu Albert Einstein bilang. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lebih tegas lagi.
Menurut sufi termasyhur yang lahir pada 1077 Masehi di Kota Na'if, Gilan, yang sekarang menjadi Provinsi Mazarandan di Iran itu, orang berilmu sama sekali tak berharga jika tak dibarengi dengan akhlak yang kuat. "Aku lebih menghargai orang yang beradab daripada orang yang berilmu. Kalau hanya berilmu, iblis pun lebih tinggi ilmunya daripada manusia," ucapnya.
Einstein dan Abdul Qadir Jailani tentu tak ingin menegasikan orang berilmu, orang-orang pintar. Keduanya hanya ingin mengingatkan, cuma hendak menegaskan, bahwa ilmu tanpa adab hanya akan mengantarkan pada kerusakan. Sejarah kemudian mencatat betapa ilmu tanpa dibarengi dengan akhlak yang baik berujung pada petaka, bermuara pada kebinasaan banyak sekali umat manusia.
Peringatan Einstein dan Abdul Qadir Jailani itu memang sudah ratusan tahun silam diucapkan. Namun, ia kiranya tak lekang oleh zaman, termasuk di negeri ini, di Tanah Air tercinta ini.
Bangsa ini pernah direpotkan oleh orang-orang berilmu. Ambil contoh Yusuf Leonard Henuk. Yusuf adalah seorang profesor, guru besar di Departemen Ilmu Peternakan Universitas Sumatera Utara, Medan. Sebagai guru besar, dia tentu pintar. Akan tetapi, soal adab, banyak yang menyoal.
Suatu kali, Yusuf menghina SBY di medsos. Dia menjuluki SBY bapak mangkrak Indonesia. Dia juga menyebut SBY dan putranya, AHY, bodoh. Di lain hari, dia berkicau tentang mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dengan nada rasial. Orang yang rasis tentu dipertanyakan adabnya, akhlaknya.
Ada juga Prof Budi Santoso Purwokartiko. Guru besar yang satu ini adalah Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Sebagai guru besar, apalagi rektor, Pak Budi tentu pandai. Akan tetapi, soal adab, dia juga dipermasalahkan.
Prof Budi pernah membuat bangsa ini geleng-geleng kepala. Pangkalnya, dia menuangkan pengalamannya mewawancarai mahasiswa terkait program beasiswa LPDP yang dinilai menyudutkan pihak tertentu, juga rasis.
Sekadar mengingatkan, dia menulis, 'Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagainya’. Ada pula narasi, “Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar open mind.”
Begitukah akhlak seorang berilmu? Harus menghina orang lain yang punya keyakinan berbedakah sebagai orang pintar? Itu belum seberapa. Yang terakhir ini lebih parah lagi. Dialah Andi Pangerang Hasanuddin.
Andi memang bukan profesor, bukan guru besar. Namun, dia juga orang pintar, orang berilmu. Kalau tidak pintar, kalau tidak berilmu, sulit rasanya dia bisa menjadi peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Akan tetapi, soal adab, perihal akhlak, Andi disebut tak beda dengan preman.
Demi membela seniornya di BRIN, Thomas Jamaluddin, yang diserang netizen karena berkomentar yang menyudutkan Muhammadiyah terkait dengan hari Idul Fitri 1444 H, Andi menghalalkan darah Muhammadiyah. Dalam narasinya di Facebook, dia siap membunuh satu per satu warga Muhammadiyah. Begitukah seorang intelektual yang punya adab? Edan.
Orang pintar tapi tak berakhlak amat berbahaya. Orang-orang seperti itu pantang dibiarkan. Saya mengapresiasi Polri yang akhirnya menangkap, menersangkakan, dan menahan Andi untuk diproses hukum. Langkah tegas itulah yang semestinya juga dilakukan untuk kasus yang dulu-dulu agar orang-orang berilmu menjaga akhlak, mengedepankan adab.
Suatu kaum, sebuah bangsa, butuh orang-orang pintar untuk bisa menjadi besar. Demikian halnya bangsa ini. Tetapi yang kita perlukan wong pinter yang bener, bukan pinter tapi keblinger.
Mendiang Mbah Moen pun pernah memberikan wejangan, "Tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter (ketimbang jadi orang pintar tapi tidak benar lebih baik menjadi orang benar meskipun tidak pintar).” Kalau pepatah Arabnya kira-kira al adabu fauqol 'ilmi (adab lebih tinggi daripada ilmu).
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved