Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Importasi tak Berujung

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
07/3/2023 05:00
Importasi tak Berujung
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SEMANGAT berdiri di atas kaki sendiri, tak mau bergantung lagi pada negara lain, bahkan sebaiknya negara lain bergantung pada Indonesia, sering digaungkan Presiden Joko Widodo. Dalam berbagai kesempatan, mantan Gubernur DKI itu geram dengan kebiasaan impor jajaran pemerintahannya terhadap sejumlah komoditas. Tradisi impor, menurutnya, tidak masuk akal sehat bila melihat sumber daya alam dan kemampuan anak bangsa memproduksi sejumlah komoditas penting untuk bangsa ini.

Gayung tak bersambut. Kegeraman Jokowi tak berdampak apa pun.

Tengok saja akhir tahun lalu heboh impor beras sebanyak 200 ribu ton dari Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Pakistan. Total anggaran untuk mendatangkan beras impor itu sebanyak Rp1,8 triliun. Total beras impor sampai Februari lalu sebanyak 500 ribu ton.

Kehebohan impor beras terjadi karena di kalangan pembantu Presiden Jokowi bersilang pendapat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan Indonesia tak perlu mengimpor beras karena produksi beras dalam negeri mencukupi. "Bahkan, lebih dari cukup. Saya bicara pakai data dari BPS (Badan Pusat Statistik)," tandasnya. Saat ini, kata dia, lumbung beras di Indonesia juga bertambah dari sembilan provinsi kini menjadi 15 provinsi.

Syahrul seolah berjalan sendiri dengan sikapnya menolak impor beras. Sikapnya menolak impor beras seudah sejalan dengan UU no 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang menyebutkan bahwa dilarang impor pangan sepanjang produksi pangan masih bisa disiapkan di dalam negeri. Namun, sikap Syahrul berbeda dengan Kepala Bulog Budi Waseso, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. Ketiganya menyepakati bahwa impor dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cadangan beras pemerintah yang menipis sehingga harus segera ditambah untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Meski Kepala Bulog dan Mendag sepakat soal dimulainya impor beras, batas importasi mereka berbeda pendapat. Zulkifli Hasan menekankan keran impor beras harus ditutup akhir Januari 2023. Sementara itu, Budi Waseso alias Buwas menyatakan impor beras baru akan berakhir pada pertengahan Februari. Anehnya, di tengah importasi beras harga beras dalam negeri justru bergejolak tinggi.

Kini, silang pendapat importasi berlanjut ke soal impor gerbong kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menyatakan importasi itu dilakukan karena kebutuhan yang mendesak. Alasannya, untuk memenuhi kapasitas angkut, dengan pengguna jasa KRL pada 2025 diprediksi bisa mencapai 2 juta orang per hari.

Vice President Corporate Secretary KCI Anne Purba mengatakan pihaknya merencanakan 'pengadaan kereta bukan baru' untuk mengganti kereta yang menurut rencana akan dikonservasi mulai tahun ini. Jumlah kereta yang akan dikonservasi, kata Anne, sebanyak 10 pada 2023 dan 19 pada 2024.

Namun, keinginan PT KCI yang didukung Kementerian Perhubungan bertepuk sebelah tangan. Dirjen Daglu Kementerian Perdaganan mendapatkan surat jawaban dari Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian tertanggal 6 Januari 2023 yang menyatakan bahwa berdasarkan pertimbangan teknis atas rencana impor oleh PT KCI belum dapat ditindaklanjuti. Alasannya, pemerintah fokus meningkatkan produksi dalam negeri serta substitusi impor melalui Program Peningkatan Pengguna Produk Dalam Negeri (P3DN).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan kebijakan importasi harus mempertimbangkan keseimbangan antara penggunaan industri dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, dan pelayanan transportasi publik. Menurutnya, gerbong KRL itu bisa dibuat perusahaan dalam negeri, PT Industri Kereta Api (INKA).

Senada dengannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan persoalan pengadaan gerbong kereta untuk menggantikan 10 rangkaian kereta (train set) KRL Jabodetabek yang akan dipensiunkan pada 2023 itu harus segera diselesaikan. Dia menyayangkan perencanaan pengadaan gerbong kereta itu tidak dilakukan sejak awal sehingga industri dalam negeri memiliki rentang waktu yang cukup untuk memproduksi kebutuhan rangkaian kereta tersebut.

Dari polemik kasus importasi ada benang merah yang sama, yakni rencana importasi itu berlangsung dengan jurus mepet. Dari sejumlah kasus karena unsur 'kegentingan yang memaksa' yang mungkin karena 'memaksakan kegentingan' akhirnya rencana impor yang semula gegeran dan menyita perhatian publik akhirnya terlaksana juga. Orkestrasi kementerian dan lembaga masih sumbang dalam memadukan irama cinta produk lokal sehingga importasi tak berkesudahan dalam berbagai komoditas dan kebutuhan bangsa ini. Indonesia akan menjadi negara raksasa jika memegang teguh wasiat Bapak Bangsa, Bung Karno."Indonesia harus berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan memiliki karakter yang kuat," tandasnya. Tabik!



Berita Lainnya
  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.