Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Momentum Listyo Sigit

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Grou
25/10/2022 05:00
Momentum Listyo Sigit
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Grou(MI/Ebet)

KEPEMIMPINAN terbagi dalam dua teori. Pertama, teori genetis menjelaskan bahwa pemimpin besar (great leader) dilahirkan, bukan dibuat (leader are born, and not made). Penganut teori ini percaya bahwa seseorang akan menjadi pemimpin karena bakat sejak dia dilahirkan. Artinya, kepemimpinan diyakini sebagai sebuah takdir. Pemimpin model genetis memiliki bakat terpendam untuk memimpin di segala medan atau keadaan.

Kedua, teori sosial menyebutkan bahwa seseorang menjadi pemimpin besar itu harus disiapkan (leader are made, and not born). Pemimpin model ini lahir jika diberi kesempatan untuk memimpin. Diberikan ruang untuk berekspresi, berinovasi, berimprovisasi, dan mengambil keputusan-keputusan penting dan strategis.

Kedua model pemimpin itu akan menjadi pemimpin besar jika menghadapi momentum bersejarah berupa perubahan-perubahan yang bersifat fundamental, out of the box, dan luar biasa. Bisa juga kedua pemimpin itu akan menjadi pemimpin besar tak sekadar menunggu momentum, tetapi menyiapkan momentum perubahan. Momentum bukan karena accident (kecelakaan), tetapi by design (perencanaan).

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemukan momentum untuk menciptakan perubahan di tubuh Korps Bhayangkara. Perubahan yang pantas dicatat dalam sejarah perjalanan Kepolisian RI. Perubahan yang akan dikenang oleh generasi mendatang bahwa Jenderal Listyo telah berbuat yang sangat berarti, yakni bersih-bersih di lembaganya dari benalu yang menggegoroti moral insan pengayom, pelindung, dan pelayanan masyarakat, Polri.

Kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat yang sekarang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo, istrinya Putri Chandrawati, dan 4 terdakwa lainnya, ialah momentum besar bagi Listyo untuk mengembalikan kepercayaan publik yang ambyar, jatuh tersungkur ke titik nadir.

Listyo membentuk Tim Khusus untuk mengusut tuntas kasus yang menyita perhatian publik tersebut. Hampir seratus personel Polri diperiksa. Banyaknya terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J dan penghalangan penyidikan (obstruction of justice) membuktikan pengaruh Ferdy Sambo di tubuh Korps Bhayangkara. Sambo yang mencoba merekayasa kasus pembunuhan mantan ajudannya itu akhirnya tidak berkutik setelah tim bentukan Listyo yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Sebelumnya, anggota Polri yang diduga terlibat kasus Sambo menjalani sidang etik yang digelar Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Terhitung sudah ada 18 polisi yang menjalani sidang etik dan dijatuhi sanksi. Mereka dijatuhi sanksi berupa penempatan di tempat khusus (patsus) hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Di antara mereka ada yang menyatakan menerima sanksi yang dijatuhkan dan ada juga yang menyatakan banding.

Sebanyak 18 polisi itu terdiri atas 4 orang tersangka kasus penghalangan penyidikan dan 14 orang diduga melanggar kode etik. Terakhir, ada sanksi demosi tertinggi, yakni AKB Ridwan Rheky Nellson Soplanit selaku mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, yang disanksi demosi selama 8 tahun.

Belum sampai di situ, ujian bagi Kapolri kembali muncul dengan Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang mengakibatkan jumlah korban yang terus bertambah. Total jumlah korban tewas per kemarin adalah 135 orang. Tragedi terburuk kedua sepak bola di tingkat dunia. Ini juga momentum bagi Listyo untuk menjatuhkan sanksi bagi petugas yang bersalah dan menyeretnya ke pengadilan. Tragedi terjadi karena kebodohan pengelolaan sepak bola dan pengamanan pertandingan sepak bola yang tidak mengacu kepada aturan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Ujian semakin dalam ke Jenderal Listyo ialah dugaan keterlibatan Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba. Polisi menetapkan 11 tersangka dalam kasus tersebut, 4 di antaranya polisi. Kasus ini juga momentum bagi Listyo Sigit untuk membongkar bisnis narkoba ke akar-akarnya yang melibatkan anggota Polri. Jangan sampai terjadi lagi ‘pagar makan tanaman’.

Terakhir, Listyo Sigit memerintahkan jajaran kepolisian untuk menghentikan budaya setoran ke atasan. Pernyataan yang melegakan publik di tengah keyakinan publik bahwa budaya setoran di kepolisian sebagai hal yang lumrah. Mulai seleksi masuk anggota Polri, sekolah pimpinan, kenaikan pangkat, hingga rotasi jabatan. Namun, perintah itu jangan sampai manis di bibir, tapi pahit dalam implementasi. Pemimpin sejati tidak menawarkan fatamorgana.Tabik!



Berita Lainnya
  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.