Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Cak Imin Menyindir PAN Membalas

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
24/6/2022 05:00
Cak Imin Menyindir PAN Membalas
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DI antara berjuta-juta politikus, barangkali Muhaimin Iskandar termasuk yang paling percaya diri. Cak Imin, begitu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu disapa, kerap melakukan manuver politik yang berani.

Ibarat pesilat, Cak Imin punya banyak jurus. Dia sering melontarkan pernyataan yang bisa membuat orang lain kesal, meradang. Tak jarang pula dia memosisikan diri di level lebih tinggi ketimbang kolega dan lawan politiknya.

Belum lama, misalnya, Cak Imin mengatakan siap bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) asal dia yang diusung menjadi capresnya. KIB ialah koalisi bentukan Partai Golkar, PAN, dan PPP. Dari kursi di DPR, PKB memang lebih besar ketimbang PAN dan PPP, tapi kalah banyak daripada Golkar. Namun, itulah Cak Imin. Dia tetap saja percaya diri untuk meminta posisi capres.

Tak cuma kepada lawan, Cak Imin tak segan melancarkan jurus-jurus politiknya kepada kawan. Contoh teranyar baru saja dia tunjukkan. Pada 17 Juni, dia mencicit di akun Twitter-nya, _@cakiminNow, berisi sindiran tajam. Dia ngenyek seorang menteri baru yang baru dua hari masuk Kabinet Indonesia Maju. ‘Menteri baru kok akting, tapi pake kaget, barang sudah naik lama kok baru kaget’, begitulah cicitannya.

Kepada siapa sindiran itu ditujukan, Cak Imin membiarkan masyarakat tebak-tebak buah manggis. Namun, publik gampang menebaknya. Rakyat paham benar bahwa dia menujukannya kepada Zulkifli Hasan. Indikasinya jelas, sangat jelas.

Bang Zulhas ialah satu dari dua menteri pendatang anyar hasil kocok ulang kabinet yang dilantik Presiden Jokowi pada 15 Juni. Dia menjadi Menteri Perdagangan menggantikan M Lutfi. M Lutfi adalah profesional, tetapi dia dikenal sebagai kader PKB.

Bang Zulhas pula yang mengaku kaget setelah mengecek harga kebutuhan pangan di pasar, sehari setelah menjadi menteri. "Saya syok. Pembeli ngeluh, yang dagang juga ngeluh," katanya, Kamis (16/6).

Mengada-adakah sindiran kejam Cak Imin? Saya kira tidak. Sah-sah saja dia mempertanyakan kenapa sang menteri baru kok kaget atas realitas tingginya harga-harga kebutuhan pokok. Emak-emak memang sudah sangat lama berteriak kencang, amat kencang, karena mahalnya barang-barang.

Masa sih Bang Zulhas tidak mendengar teriakan itu? Masa sih dia yang juga Wakil Ketua MPR tidak tahu bahwa harga sembako sudah berbulan-bulan mencekik leher rakyat?

Etiskah Cak Imin mengenyek menteri baru yang sekotak dalam koalisi? Pertanyaan itu boleh kita jawab dengan pertanyaan, emangnya masih ada etika di perpolitikan kita? Kalau ada, kiranya ia menjadi barang langka.

Kiranya pula, lebih banyak politikus di negara ini yang sealiran Machiavelii yang menegasikan fatsun, yang menyampingkan adab. Bukan segaris dengan Plato atau Aristoteles yang menekankan etika dalam gambaran negara yang ideal.

Sindiran dijawab sindiran, ejekan dibalas ejekan. Itulah kemudian yang dilakukan PAN. Ketua umumnya disindir, wakil ketua umum Viva Yoga Mauladi pun menyinggung kinerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sebagai 'ada, tapi seperti tidak ada'. Pepatah Arabnya, wujuduhu ka'adamihi.

“Padahal kan dalam realitasnya telah bekerja keras, penuh perjuangan, dan tidak tidur,” cetus Viva. Kalimat itu sepertinya memuji, tetapi kesan menyindir sangat sulit diingkari.

Salahkah Viva Yoga? Saya kira tidak. Kiprah Abdul Halim Iskandar sebagai orang nomor satu di Kementerian Desa memang nyaris tak terdengar. Bahkan, namanya kurang familier.

Maaf, terus terang saya juga tak terlalu hafal dengan nama kakak Cak Imin itu. Saya justru lebih tahu wakilnya, Budi Arie Setiadi. Namun, maaf pula, saya tahu Budi juga bukan karena kinerjanya sebagai pejabat negara, melainkan lebih lantaran sepak terjang politiknya.

Saya tahu Budi sebagai pendiri dan ketua umum Projo, organisasi relawan Pro-Jokowi. Saya lebih tahu Budi ketika pada 23 Oktober 2019 membubarkan Projo karena merasa tak lagi dibutuhkan, tapi dibatalkan setelah dua hari kemudian dia mendapat jatah sebagai wakil menteri. Rupanya relawan bisa juga ngambek.

Saya semakin tahu Budi sebab akhir-akhir ini dia kian gencar berpolitik menyongsong hajatan 2024. Petuah bijak bilang, jangan mengumbar aib orang. Pitutur luhur mengajarkan, jangan mengungkit-ungkit kekurangan teman. Jika petuah dan pitutur itu yang jadi pegangan, semestinya PKB dan PAN tak saling meniadakan. Tidak memakan bangkai kawan. Tidak teman makan teman.

Namun, sesekali bolehlah antarteman 'berkelahi'. Ketika kritikan dari luar tak lagi mempan, dianggap angin lalu, siapa tahu kritikan dari dalam ampuh memantik perbaikan.

Tidak sedikit kelebihan yang sudah ditunjukkan pemerintahan Jokowi. Akan tetapi, masih banyak pula kekurangan yang mesti dibenahi. Belum semua menteri yang bekerja sesuai dengan ekspektasi. Mendekati pun belum.

Kiranya, anggota koalisi perlu saling mengingatkan, saling memberi kritikan.

Sepedas apa pun, sesadis apa pun. Yang penting, tak saling menjatuhkan. Lebih penting lagi, jangan sampai pertengkaran dipertontonkan. Malu ah, keributan rumah tangga, urusan dalam istana, diumbar ke mana-mana.



Berita Lainnya
  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.