Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM sebuah diskusi terbatas sebelum pandemi covid-19 di Jakarta dengan lembaga yang menangani terorisme diketahui peta terorisme dan radikalisme di Tanah Air. Saya dan beberapa teman hadir.
Datanya menyeramkan dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ada bagan, asal-usul, tokoh, jargon, simbol, relasi, dan diksi yang biasa digunakan setiap kelompok.
Terorisme dan radikalisme saling berkaitan. Namun, hubungan keduanya ada yang langsung, ada pula yang tak langsung. Tak langsung dalam artian ada pemahaman yang sama bahwa mereka memandang syariat Islam menjadi pilihan satu-satunya untuk ditegakkan dalam kerangka bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalil yang digunakan firman Allah Subhanahu Wata’ala, udkhulu fissilmi kaffah (QS Al-Baqarah 2: 208) yang artinya masuklah kalian ke dalam agama Islam secara kaffah (totalitas).
Dalam peta terorisme dan radikalisme tersebut disebutkan fenomena menguatnya fenomena puritanisme keagamaan. Kelompok itu tidak berorientasi pada pembentukan negara Islam, tetapi mereka tidak segan menyatakan kelompok di luar mereka ialah ahlul bidah (kelompok sesat).
Menurut jenderal bintang satu yang memberikan pemaparan dalam diskusi tersebut, kelompok itu mengalami peningkatan kuantitas jemaahnya seiring dengan banyaknya alumni dari salah satu perguruan tinggi di Arab Saudi kembali ke Tanah Air. Bahkan, banyak ustaz yang namanya moncer dari kalangan mereka dan menguasai media sosial. Belum lagi mereka memiliki stasiun radio yang beroperasi selama 24 jam.
Meski kelompok itu menyatakan emoh berpolitik, dalam praktiknya bermasyarakat mereka berpolitik juga, seperti penguasaan masjid dan musala. Mereka tidak akan sudi mengikuti kajian keagamaan jika ustaz atau penceramahnya bukan dari kalangan mereka sendiri.
Kelompok yang mengklaim sebagai pengikut salafush-shalih (generasi terbaik era sahabat Nabi, tabiin, dan tabiut tabiin) bergerak secara masif. Tak mengherankan jika mereka masuk ke berbagai kementerian, lembaga, dan BUMN. Bahkan, mereka pun memiliki grup cinta sunah di kepolisian. "Kita juga kecolongan karena beberapa masjid kita (kepolisian) dijadikan basis oleh kelompok ini," kata sang jenderal yang memiliki pengalaman menangkap sejumlah gembong teroris di Indonesia ini.
Kelompok itu, kata sang jenderal, jika dibiarkan sangat berbahaya. Pasalnya, hampir semua pelaku terorisme memiliki akar teologis yang sama dengan kelompok puritan yang eksklusif tersebut.
Dalam diskusi itu terungkap pula kelompok yang mencita-citakan terbentuknya Khilafah Islamiah, yakni kekuasaan tingkat global di bawah bendera Islam. Selain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan, ada pula Khilafatul Muslimin.
Kelompok yang didirikan Abdul Qadir Baraja pada 1997 di Lampung tak bisa dipandang sebelah mata. Fakta-fakta yang diungkap polisi setelah penangkapan elite Khilafatul Muslimin akhir-akhir ini menunjukkan kelompok yang disebut-sebut metamorfosis Negara Islam Indonesia (NII) cukup solid sebagai sebuah organisasi. Organisasinya terstruktur dari tingkat pusat sampai ke daerah, yakni Khalifah Pusat, Daulah, Ummul Qura, dan yang terendah Kemasulan.
Mereka juga memiliki nomor induk warga (NIW) untuk menggantikan KTP-E yang diterbitkan pemerintah. Jumlah fulus yang ditemukan saat penggeledahan di kantor pusat sangat besar Rp2,4 miliar.
Dalam wawancara dengan sebuah televisi swasta, ada salah satu amir (pimpinan) Khilafatul Muslimin. Sang amir tidak bisa menjelaskan bagaimana cita-cita Khilafah Islamiah bisa diimplementasikan secara global ketika negara-negara memiliki sistem yang berbeda-beda. Meski terkesan halusinasi, toh kelompok itu bisa memikat puluhan ribu anggota yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.
Sungguh miris melihat fenomena di atas. Terlebih ketika anak bangsa semakin jauh dari Pancasila, ideologi negara yang merupakan mitsaqan ghaliza (perjanjian agung) bangsa Indonesia. Tengok saja hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Rabu (1/6) bahwa hanya 64,6% publik yang mengetahui semua sila Pancasila.
Radikalisme keagamaan dengan teologi eksklusifnya semakin menyeruak apabila tidak dibangun dialog sesama anak bangsa. Dialog inilah sebagai bagian dari deradikalisasi. Pancasila, kata Cak Nur, ialah kalimat-un sawa, yakni titik temu atau perjumpaan dengan agama-agama yang hidup di Indonesia. Cara bertuhan bangsa Indonesia, menurut Bung Karno, ialah dengan berkeadaban. "Hormat menghormati satu sama lain," kata founding father itu dalam pidatonya pada 1 Juni 1945. Tabik!
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved