Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA pemandangan miris di jalan raya dalam waktu berdekatan. Pertama, aksi arogan pengendara Mitsubishi Pajero Sport B 199 MCP, Yohanes, terhadap pengendara Yaris, William, di gerbang Tol Tomang, Jakarta Barat, Minggu (22/5). Pengendara Pajero mencengkeram kerah baju dan menoyor pipi pengendara Yaris.
Kedua, aksi brutal pengemudi mobil Xtrail pelat RFH, FM, yang memukuli Justin Frederick, adik anggota DPR dari Fraksi PDIP, Indah Kurniawati atau yang dikenal Indah Kurnia, di pinggir Tol Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/6).
Dua kekerasan di ruang publik itu langsung viral di media sosial. Lagi-lagi media sosial menunjukkan taringnya, the power of social media, memengaruhi khalayak dan pihak yang berwenang sehingga dua kasus tersebut menjadi atensi penting pihak berwenang.
Publik mengecam dua aksi 'Bang Jago' di jalan raya tersebut. Sebenarnya, bukan kali ini saja aksi 'jagoan-jagoan' jalanan beraksi. Sudah sering kali kita melihat betapa mudah seseorang bertindak sewenang-wenang kepada orang lain di jalan raya meski serempetan kecil. Di sini kata 'maaf' dan 'memaafkan' menjadi sangat mewah untuk diucapkan. Bila perlu, mulut dikunci rapat-rapat agar tidak diucapkan. Harga diri seolah tercampakkan apabila menerima maaf dari orang yang kita anggap bersalah di jalan raya. Padahal, ada kalanya serempetan bukan hal yang disengaja. Lain soal bila menyengaja menyerempet karena hal itu berarti memang mencari perkara.
Kembali ke aksi dua 'Bang Jago' di atas. Kita patut mengapresiasi langkah cepat pihak berwajib menangani dua kasus yang menyedot perhatian masyarakat. Semoga langkah cepat aparat bukan karena viral sehingga muncul cibiran dari masyarakat, no viral no justice (tidak viral, tidak ada keadilan), melainkan karena terjadinya tindakan perbuatan melawan hukum. Dengan demikian, aparat bisa menghadirkan equality before the law (kesamaan di muka hukum).
Budaya hukum di masyarakat, termasuk tertib berlalu lintas, akan tercipta manakala hukum bisa ditegakkan. Penegakan hukum tak melulu berujung di penjara karena kasus aksi arogan pengendara Mitsubishi Pajero Sport B 199 MCP terhadap pengendara Yaris berakhir di atas meterai alias perdamaian.
Namun, kasus kekerasan pengemudi mobil Xtrail pelat RFH, FM, terhadap Justin Frederick berlanjut ke proses hukum. Pihak FM dari Pemuda Pejuang Bravo 5 akan melaporkan balik Justin karena terlebih dahulu melakukan provokasi. Kita tunggu episode berikutnya. Semoga proses hukum berjalan dengan baik agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
Tertib berlalu lintas ialah wajah peradaban bangsa. Di dalam ketertiban berlalu lintas terdapat kesantunan, etika, dan saling menghargai. Sikap tertib berlalu lintas akan terjadi apabila ada kepercayaan kepada aparatur lalu lintas yang mempunyai otoritas untuk menegakkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Penegakan hukum (law enforcement) yang tidak pandang bulu akan menciptakan karakter masyarakat yang taat hukum. Menurut Thomas Lickona (1992:23), ada tiga komponen karakter yang baik (componens of good character), yakni pengetahuan moral (moral knowing), perasaan tentang mental (moral feeling), dan perbuatan moral (moral action).
Aksi 'Bang Jago' di jalanan atau di ruang publik harus diakhiri. Aksi seperti itu bukanlah aksi keren, jantan, atau gagah perkasa. Siapa orang kuat sebenarnya? "Orang kuat bukanlah orang yang sering menang berkelahi. Akan tetapi, orang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya ketika marah," kata Rasulullah SAW (HR Abu Hurairah). Sabar ialah kunci keutamaan hidup. Pepatah Tiongkok mengatakan, "Jika Anda sabar dalam satu momen kemarahan, Anda akan terhindar dari 100 hari kesedihan." Tabik!
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved