Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Adiksi Pornografi

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
12/4/2022 05:00
Adiksi Pornografi
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ANAK bangsa ini rupanya masih suka yang porno-porno. Yang jorok-jorok. Meski politik sedang menghangat, kendati rakyat mumet memikirkan beban hidup kian berat, sebagian kalangan tetap saja memanjakan syahwat.

Belum lama ruang publik dihebohkan dengan ditangkapnya Dea. Dia adalah kreator konten porno di OnlyFans, sama seperti Siskaee yang lebih dulu berurusan dengan hukum. Dalam wawancara di sebuah podcast, Dea OnlyFans mengaku bisa meraup puluhan juta rupiah per bulan dari jualan gambar dan video porno dirinya. “Tapi tidak sampai Rp90 juta,” kata dia.

Puluhan juta kendati tak sampai Rp90 juta. Artinya, konten porno adalah komoditas terlarang dengan profit menjanjikan. Jualan fantasi kiranya tak kalah menggiurkan daripada dagang minyak goreng dengan sistem mafia saat ini. Peminatnya banyak, barang susah didapat, harganya mahal.

Salah satu peminat fantasi yang ditawarkan Dea OnlyFans ialah komika Marshel Widianto. Tak tanggung-tanggung, kata polisi, dia memborong 1 Google Drive berisi 76 video dan foto porno Dea. Marshel sudah diperiksa sebagai saksi. Dia mengaku salah. Dia meminta maaf.

Penikmat lain dari sensasi pornografi ialah seseorang yang diduga kuat anggota DPR. Sosoknya beredar lewat rekaman yang tersebar luas di media sosial belakangan ini. Rekaman pada saat pria berjas itu sedang menonton konten porno di layar smartphone miliknya di tengah rapat.

Dalam video berdurasi 15 detik itu terdengar suara seorang perempuan menanyakan soal vaksinasi. "Karena kalau kita lihat dengan laju suntikan yang seperti apa gitu. Karena ini laju vaksinasinya itu kurang dari 500 ribu. Apa betul, Pak?” ucapnya.

Rapat itu diyakini membahas vaksinasi covid-19. Tuan rumahnya sangat mungkin Komisi IX DPR. Pria yang menonton video porno adalah peserta rapat. Belum diketahui siapa dia. Kasusnya sedang diselidiki pimpinan DPR maupun Mahkamah Kehormatan Dewan.

Jika benar penonton video porno di saat rapat tersebut anggota DPR, sungguh keterlaluan dia. Dia makin meneguhkan adanya dekadensi moral di Senayan.

Meski katanya terhormat, anggota dewan tak steril dari perilaku cela. Mereka justru kerap melakukan tindakan tak terhormat. Termasuk menonton video esek-esek di tengah rapat.

Rumah rakyat di Senayan pun pernah dinodai perbuatan serupa. Pada 2011, pewarta foto harian ini, M Irfan, memergoki anggota Fraksi PKS Arifinto sedang memilih video porno dalam komputer tabletnya di forum terhormat, di sidang paripurna. Media Indonesia memiliki 60 frame visual dan menampilkannya sebagian di halaman depan. Senayan geger. Publik heboh. Kelakuan jorok itu menjadi aib dewan hingga kini.

Penulis buku The Drugs of The Millenium, dr Mark Kastelmen, melabeli pornografi sebagai visual kokain atau narkoba lewat mata. Keduanya sama-sama barang laknat, sama-sama jahat.

Kita semua tahu, narkoba adalah biang kerusakan. Namun, kita belum sepenuhnya tahu, kerusakan pada otak akibat pornografi lebih dahsyat ketimbang kerusakan otak akibat narkotika.

Seperti narkoba, pornografi juga tak memandang identitas. Siapa pun dia, dari mana pun asalnya, adalah bidikan. Kelas paling atas sampai kelas paling bawah bisa menjadi korban. Anak kecil juga bisa. Survei terkini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak malah menyebutkan 66,6% anak laki-laki dan 62,3% anak perempuan di Indonesia menyaksikan pornografi melalui media daring. Mengerikan, bukan?

Apalagi di zaman sekarang, zaman ketika teknologi dapat dinikmati siapa saja dengan gampang. Di mana pun, kapan pun, orang bisa membuka konten porno. Tentu saja asal ada pulsa atau kuota dan jaringan internetnya. Meski kini tak semudah dulu ketika pemerintah belum memblokir 1 juta lebih situs jorok.

Seperti narkoba, pornografi bisa membuat orang lupa segalanya. Saat libido meninggi, mereka tak kenal tempat, tak kenal waktu untuk menikmati. Di gedung dewan yang semestinya menjadi etalase kehormatan pun jadi. Tak peduli meski kelakuannya mengonfirmasi kemunduran moral yang luar biasa.

Itulah salah satu ciri adiksi pornografi. Kiranya seseorang yang diduga anggota dewan itu sudah kecanduan pula. Sudah sakau dia sehingga rapat penting pun tak dipedulikannya. Yang penting nafsunya terpenuhi, terlampiaskan.

Menonton konten porno tidaklah baik. Setiap agama mengharamkan. Norma dan moral melarangnya. Terlebih buat seorang pejabat yang semestinya menjadi contoh bagi rakyat bagaimana meninggikan norma dan moral.

Pejabat yang kecanduan pornografi juga berbahaya. Sebab, dia akan mengabaikan tanggung jawab yang lain, termasuk tanggung jawab kepublikan. Seseorang yang diduga anggota DPR itu contohnya. Dia bodo amat dengan rapat membahas nasib rakyat demi menikmati video bokep.

Ahli bedah otak dari Amerika Serikat, Donald Hilton Jr, bilang pornografi sesungguhnya merupakan penyakit karena mengubah struktur dan fungsi otak. Bagian yang paling dirusak ialah prefrontal cortex yang menyebabkan seseorang tidak bisa membuat perencanaan serta mengendalikan hawa nafsu dan emosi. Juga tak bisa mengambil keputusan dan berbagi peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan antara manusia dan binatang.

Amit-amit jabang bayi rakyat punya wakil yang otaknya rusak karena doyan nonton video porno. Orang seperti itu tak layak mewakili rakyat. Dia harus ditendang keluar dari rumah rakyat.



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.