Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kopi dan Covid-19

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
31/1/2022 05:00
Kopi dan Covid-19
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TEMANKU terpapar covid-19 varian omikron. Selain mengonsumsi obat dan vitamin, ia tidak meninggalkan kebiasaannya menyeruput secangkir kopi pagi, siang, dan sore. Ia minum kopi sejak balita.

Ketika diingatkan untuk mengurangi konsumsi kopi selama terpapar korona, ia berdalih bahwa masih ada yang meminum kopi sampai 40 cangkir sehari. Ia merujuk pada kebiasaan Voltaire yang menghabiskan 40 cangkir kopi setiap hari.

Voltaire yang bernama asli François-Marie Arouet adalah penulis dan filsuf Prancis yang paling berpengaruh di abad ke-18. Ketika dokternya memperingatkan dampak buruk kopi bagi kesehatan, Voltaire menjawab bahwa jika kopi adalah racun, ia lebih senang meracuni dirinya secara pelan-pelan. Ia tetap menikmati kopi yang disukainya hingga meninggal pada usia 83 tahun.

Temanku melakukan tes PCR pada hari kelima dan hasilnya negatif. Apakah kopi membantu dirinya dari terjangan omikron? Entahlah, kiranya perlu dilakukan penelitian untuk itu.

Prof Sri Anggrahini menyampaikan orasi ilmiah berjudul Kopi untuk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 pada 20 September 2021. Orasi ilmiah dalam rangka dies natalis ke-58 Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Dalam berbagai penelitian di luar negeri, kata Sri seperti dikutip ugm.ac.id, kopi menduduki peringkat teratas sebagai asupan yang dinilai mampu mencegah paparan covid-19. Banyak penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa kopi bisa meningkatkan kekebalan tubuh karena adanya kandungan polifenol dan fenolik yang memiliki sifat antioksidan.

Penelitian soal khasiat kopi ini menurutnya perlu ditindaklanjuti agar bisa mendorong masyarakat kita gemar meminum kopi serta mengetahui batas aman mengonsumsi kopi sesuai yang dianjurkan. Tidak hanya itu, kopi juga bisa digunakan untuk mendeteksi seseorang terkena covid atau tidak.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Northwestern University Amerika Serikat yang dikutip halodoc.com, mengonsumsi secangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko tertular covid-19 sebesar 10%.

Narasi kopi dalam buku Peluang Usaha IKM Kopi yang diterbitkan Kementerian Perindustrian pada 2017 cukup menarik. Disebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen dan juga sekaligus konsumen penting komoditas kopi.

Sebagai produsen, Indonesia menempati urutan keempat setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Adapun sebagai konsumen berada di urutan ketujuh. Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, minum kopi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari terutama bagi orang-orang tua dan sekarang juga anak-anak muda pria dan perempuan.

Organisasi Kopi Internasional (ICO) menyebut kopi sebagai salah satu komoditas yang paling banyak dikonsumsi manusia di dunia. Menurut organisasi itu, pada 2020/2021, jumlah konsumsi kopi diproyeksikan mencapai 166,628 juta kantong. Berat satu kantong ialah 60 kilogram sehingga jumlah totalnya hampir 10 juta ton.

ICO juga mencatat, orang Indonesia mengonsumsi 5.000 kantong kopi, terbesar kedua setelah warga Brasil dengan 22.400 kantong. Konsumsi kopi di Indonesia juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) menyebutkan pertumbuhan konsumsi kopi nasional meningkat dari 0,8 kilogram per kapita menjadi 1,3 kilogram per kapita.

Meningkatnya konsumsi kopi dalam negeri berpeluang dalam upaya peningkatkan kesejahteraan petani. Fokus pada kesejahteraan petani itulah yang menjadi perhatian Festival Pesona Kopi Agroforestry 2022 yang digelar pada 25-27 Januari. Festival itu diselenggarakan dalam rangka HUT ke-52 Media Indonesia bekerja sama dengan KLHK.

Terdapat 42 stan dengan jumlah pengunjung rata-rata per stan 150 orang. Sekitar 1.500 pengunjung menghadiri festival itu. Adapun nilai transaksi yang berlangsung berkisar Rp800 juta sampai Rp1,2 miliar. Angka tersebut belum termasuk komitmen bisnis dan kerja sama perdagangan yang terjadi. Hal itu mengonfirmasi fakta bahwa kopi memiliki daya magis.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengakui bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara yang menerapkan kopi agroforestry atau kopi di dalam kawasan hutan dengan pola agroforestry.

Penelitian menyebutkan bahwa kopi bisa membuat penikmatnya merasa lebih bahagia. Hasil penelitian yang dipublikasikan para ilmuwan dari Universitas Ruhr di Jerman menyebutkan bahwa kafein dapat memfokuskan pikiran seseorang pada hal-hal yang positif.

Meski dua tahun lebih diterpa pandemi covid-19, tingkat kebahagiaan orang Indonesia tidak tergerus. Indonesia berada di peringkat ke-82 dalam World Happiness Index 2021, meningkat dari tahun sebelumnya di posisi ke-84.

Hasil itu sejalan dengan survei Badan Pusat Statistik pada 2021 yang menyebutkan bahwa meski masyarakat cemas dan tertekan dengan pandemi covid-19, nyatanya kebahagiaan mereka justru meningkat jika dibandingkan dengan 2-3 tahun sebelum pandemi.

Bukan mustahil masyarakat tetap bahagia di masa pandemi covid-19 karena ada kenikmatan tak terukur dalam secangkir kopi.



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik