Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pertanyaan untuk Menteri Erick Thohir

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
10/12/2021 05:00
Pertanyaan untuk Menteri Erick Thohir
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BANYAK kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir yang dapat dimengerti publik. Akan tetapi, rupanya ada juga kebijakannya yang tak dapat dipahami. Bahkan, tak dapat dimengerti akal sehat sehingga perlu ditanyakan.

Erick kiranya orang yang konseptual disertai berkemampuan berpikir cepat dan cepat pula bertindak. Itu tiga kualitas pokok untuk menghasilkan efisiensi dan efektivitas.

Tiga kualitas itu perlu ditambahkan satu kualitas lagi. Dirinya pencinta sport dengan keberanian langka dimiliki anak bangsa ini. Dia membeli Inter Milan. Bahwa dia membeli Inter, bukan rival sekota AC Milan, jelaslah menunjukkan Erick punya 'selera'. Sejarah Inter ialah klub sepak bola 'kerah putih' dan borjuis, sedangkan sejarah AC Milan ialah klub 'kerah biru'.

Buah semua kualitas itu, yang pertama kali diketahui public, ialah keberhasilan Erick sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018. Inilah kinerja yang membuka pintu kepercayaan politik. Jokowi mengangkatnya menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin. Dan kita tahu Jokowi-Ma'ruf Amin menang pilpres. Erick kemudian diangkat sebagai Menteri BUMN.

Erick minta tiga wakil menteri. Alasannya, sangat masuk akal. Ada 142 BUMN yang harus diurus. Rentang kendali bisa kedodoran. Jokowi memberi dua wakil menteri, semuanya berasal dari satu almamater, Bank Mandiri.

Erick mencanangkan konsep ekosistem. Dia mengevaluasi program yang diwariskan Rini Soemarno, Menteri BUMN sebelumnya. Satu di antaranya rencana pembangunan gedung arsip untuk BUMN. Pikiran yang telah ketinggalan zaman. Kini zaman milenial dan digital. Era  paperless. Era i-cloud. Tidak diperlukan gedung arsip BUMN.

Alih-alih membentuk superholding BUMN, Erick berkeputusan melakukan merger BUMN sejenis. Tiga bank syariah besar digabung menjadi cukup satu bank syariah. Enam BUMN pangan digabung menjadi tiga BUMN pangan. Dari dua contoh ini saja sudah lima BUMN tutup akibat merger.

Erick menemukan 70 BUMN tidak beroperasi sejak 2008. Masa masih dipertahankan? Erick menutupnya. Semua itu keputusan yang bukan hanya dapat dimengerti, melainkan juga layak dipujikan.

Sampai Senin (6/12) lalu, saya bertemu kenyataan yang bikin cacat pujian itu. Kami menginap di Hotel Khas Tegal. Hotel itu semula bernama Hotel Pesonna. Perubahan itu mengundang rasa ingin tahu. Ada apa? Ya, ampun ternyata tak hanya namanya berubah. Kepemilikan pun berubah. Semula milik PT Pesonna Indonesia Jaya, anak perusahaan PT Pegadaian, sekarang milik WIKA Realty, anak perusahaan konstruksi PT Wijaya Karya. Saya membaca di sebuah dinding, tertulis di situ, ‘Managed by HIG’. Dikelola oleh Hotel Indonesia Group. Jika toh dikelola HIG, kenapa pula harus terjadi perubahan kepemilikan? Apakah BUMN jasa seperti PT Pegadaian tidak boleh punya perusahaan jasa perhotelan? Apakah hanya BUMN konstruksi yang boleh? Buktinya, PT Adhi Karya tak diotak-atik punya Hotel GranDhika.

Sejujurnya, saya bersyak wasangka. Apakah PT Wijaya Karya barangkali 'cemburu' dengan PT Adhi Karya dan mampu melobi/merayu Menteri  Erick untuk mengambil alih Hotel Pesonna? PT Pegadaian dalam posisi inferior. Dia tak mampu berhadapan dengan Menteri Erick Thohir untuk menyetop gairah PT Wijaya Karya mencaplok anak usahanya, Hotel Pesonna.

Terus terang, saban kali saya melihat Hotel Pesonna di Pekalongan, Tegal, Semarang, Yogyakarta, saya seperti melihat kejelian bisnis PT Pegadaian dalam mengoptimalkan lahannya di jalan utama, di berbagai kota, menjadi Hotel Pesonna. Rumah gadai miliknya yang besar di jalan strategis pindah ke ruko mendekati konsumen. Mereka melakukan diversifikasi jasa di tengah bermunculannya 'rumah-rumah gadai'.

Sekarang kejelian itu dikubur dalam-dalam oleh Menteri Erick Thohir dan dengan gampang kepemilikannya beralih menjadi harta WIKA Realty. Ada apa Pak Menteri?



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.