Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
CATUT kini perkara paling hot di negeri ini. Padahal, rasanya cukup lama tukang catut lenyap dari loket stasiun kereta api.
Revolusi manajemen yang dilakukan Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan, kini menteri perhubungan, menyebabkan tukang catut hilang dengan sendirinya.
Eh, sekarang malah muncul tukang catut kelas wahid, mencatut Presiden dan Wakil Presiden untuk urusan gemuk banget, perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.
Beberapa tahun lalu, setelah lama tak naik kereta api jarak jauh, saya kembali ke stasiun guna berkereta api Medan-Rantau Prapat.
Saya kaget atas diri sendiri, pengetahuan saya telah ketinggalan sepur. Pembelian tiket kereta api tidak saja dapat dilakukan melalui online, tetapi juga di kedai Alfamart atau Indomaret. Semua itu mangkus menghapus tukang catut.
Di Stasiun Medan, petugas mencocokkan nama yang tertera di tiket dan kartu identitas saya. Persis seperti penumpang pesawat terbang. Kereta pun berangkat tepat waktu.
Pahamlah saya, telah terjadi revolusi mental akibat revolusi manajemen yang dilakukan Ignasius Jonan. Pantaslah bila Presiden Jokowi mempromosikannya menjadi menteri perhubungan.
Hilangnya tukang catut di stasiun kereta api itu nyaris juga menghapus kata 'catut' dari memori saya. Yang masih bercokol ialah kata 'makelar' karena 'profesi' itu memang masih eksis. Sebutlah makelar tanah.
Sekarang harus ditambahkan yang lebih canggih, makelar perpanjangan kontrak karya pertambangan berimbalkan saham.
Padahal, sebelumnya satu jenis makelar praktis hilang, yaitu makelar kuburan. Itu terjadi di zaman Jokowi-Ahok, selaku Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta.
Revolusi manajemen pemesanan liang lahad dan pemeliharaan makam menyebabkan lahirnya revolusi mental, yaitu warga gampang mendapat kuburan dengan tarif murah.
Namun, kini sontak, ihwal makelar kuburan itu seperti hidup kembali dalam ingatan saya, serentak bersama hidupnya kembali tukang catut.
Bukankah memakelarkan nama dan kekuasaan presiden dan wakil presiden kepada perusahaan asing untuk mendapat kontrak karya dengan imbalan mendapat saham, yang ditengarai dilakukan seorang pemimpin DPR, samalah kiranya dengan perbuatan menyiapkan kuburan bagi Republik ini?
Menurut Editorial Media Indonesia perbuatan itu pelanggaran etika dan martabat superberat. Kiranya dapat disangkakan sebagai perbuatan mengkhianati negara.
Karena itu, tidak usah banyak cingcong, sang makelar/tukang catut itu segera saja dicopot dari jabatannya, juga diberhentikan dari keanggotaan DPR. Malah, jika perlu dipecat saja sebagai warga negara. Habis perkara.
Perbandingannya, tukang catut tiket kereta api dan makelar kuburan, semuanya rakyat kecil. Mereka melakukannya, dalam bahasa sehari-hari, demi menyambung hidup. Bukan untuk menjadikan diri mereka kaya raya seperti mendapat saham PT Freeport Indonesia.
Revolusi macam apakah kiranya bisa melenyapkan tukang catut dan makelar kelas wahid yang dilakukan petinggi Republik?
Jawabnya, revolusi bumi hangus dari seluruh kedudukannya.
Sebaiknya PT Freeport Indonesia angkat bicara, buka-bukaan, langsung kepada Presiden dan Wakil Presiden.
Siapa saja pejabat negara lainnya yang selama ini menjadi makelar dan mencatut nama presiden-wakil presiden?
Betulkah ada nama lain dalam kedudukan dekat dengan Presiden?
Yang jelas, Menteri ESDM Sudirman Said sepatutnya mendapat bintang jasa revolusi mental.
Demi negara ini merdeka dari korupsi, ia berani membongkar tukang catut/makelar berkedok pejabat negara.
Publik tinggal menunggu kehebatan dan keberanian KPK menindaklanjutinya.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved