Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Kelompok Dua Puluh

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
03/11/2021 05:00
Kelompok Dua Puluh
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SUDAH 13 tahun Indonesia aktif di kelompok negara-negara yang tergabung dalam Group of Twenty atau G-20. Bahkan, kini, untuk pertama kalinya Indonesia didapuk mengetuai perkumpulan negara-negara berpendapatan paling jumbo sejagat tersebut.

Namun, masih ada saja yang bertanya, apa manfaat konkret G-20 buat Indonesia? Lalu, ada yang sinis mengatakan bahwa forum G-20 hanya jadi ajang pencitraan bagi pemimpin Indonesia, baik dulu maupun sekarang. Forum itu mereka nilai hanya jadi tempat gagah-gagahan, tanpa ada manfaat nyata.

Sinisme itu boleh jadi lahir dari cara berpikir jangka pendek, positivistik, sekadar berorientasi hasil, dan ahistoris. Saya, kok, belum pernah melihat forum apa pun di dunia, yang digelar hari ini, hasilnya langsung bisa dituai pekan depan atau bulan depan. Menyemai benih padi saja butuh setidaknya tiga bulan untuk memanennya menjadi gabah. Setelah kering, digiling, baru butiran gabah menjadi beras siap ditanak.

Pencapaian Indonesia hari ini, juga tidak bisa dilepaskan dari forum-forum internasional yang dirintis dan diikuti oleh Bung Karno dan Bung Hatta, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega, dan SBY di masa lampau. Kesuksesan Indonesia mengamankan lebih dari 300 juta dosis vaksin covid-19, hari-hari ini, selain karena keuletan diplomasi Kementerian Luar Negeri di bawah Retno Marsudi, pasti juga karena tingginya kepercayaan dunia yang usahanya telah dirintis sejak berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

Tanpa investasi aktif di forum-forum internasional di masa lampau, mustahil kita bisa bertahan, bahkan lebih maju, di tengah arus besar globalisasi. Jangan-jangan, tanpa ikut serta aktif dalam pergaulan dunia, Indonesia jadi terkucil. Bakal terasing. Salah-salah bisa bersikap seperti manusia yang berpuluh-puluh tahun dikurung dalam gua, lalu tiba-tiba keluar dari kegelapan: serbaminder, bingung, gagal paham era baru.

Apalagi ini forum G-20. Ini merupakan forum internasional yang terdiri atas 19 negara dan Uni Eropa, yang dibentuk pada 1999 dengan fokus pada perekonomian dan keuangan global. G-20 berisikan kumpulan negara dengan ekonomi terbesar, yaitu mencapai 80% produk dunia bruto, 75% perdagangan dunia, dan 60% populasi dunia.

Kini, Indonesia menjadi pemimpin G-20. Jelas, itu merupakan panggung besar buat Indonesia, terlebih di tengah ekonomi global yang terpuruk akibat terpapar pandemi covid-19. Penunjukan sebagai pemimpin G-20 membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis. Presidensi G-20 merupakan momentum bagi Indonesia untuk unjuk gigi memimpin pemulihan ekonomi dunia.

Walhasil, keanggotaan pada G-20 menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam perekonomian global yang ikut menentukan kerangka kebijakan perekonomian di dunia ini. Lebih-lebih, Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang ada di G-20. Indonesia dapat memperkuat posisi kepemimpinan di kawasan dan menjadi jembatan bagi suara kolektif negara-negara ASEAN lainnya.

 

Aktivitas di G-20 juga diyakini berperan sebagai sarana mendorong optimalisasi pendapatan negara dan memperkuat postur anggaran pemerintah. Hal itu dapat tercipta, misalnya, melalui kesepakatan pertukaran informasi perpajakan secara otomatis di antara anggota-anggota G-20 yang menguasai 75% perdagangan dunia.

Dalam jangka pendek, manfaat sebagai anggota, apalagi kini sebagai pemimpin G-20, juga ada. Saya mengutip pendapat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut sejumlah manfaat langsung dari penunjukan Indonesia sebagai pemimpin G-20. Kata dia, akan ada peningkatan konsumsi domestik yang diperkirakan bisa mencapai Rp1,73 triliun.

Selain itu, ada penambahan produk domestik bruto hingga Rp7,47 triliun dan pelibatan tenaga kerja sekitar 33.000 orang di berbagai sektor. Pun, secara agregat hal itu akan melipatgandakan keuntungan 1,5-2 kali lipat dari efek yang dicapai dalam pertemuan IMF dan World Bank di Indonesia pada 2018. Itu karena pertemuan G-20 bakal berjalan selama satu tahun ke depan dengan sekitar 150 pertemuan.

Manfaat langsung saja jelas terlihat, apalagi untuk jangka panjang. Karena itu, bagi mereka yang pesimistis bahkan sinis, baik kiranya menjernihkan 'kacamata' pandang kita. Tentu dibarengi kesabaran akan proses. Kata Gandhi, “Kamu mungkin tidak akan pernah tahu hasil tindakanmu. Namun, bila kamu tidak pernah bertindak, tidak akan ada hasil yang kamu dapat.”



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik