Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kekuasaan Membuat Bodoh

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
22/10/2021 05:00
Kekuasaan Membuat Bodoh
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

APAKAH Anda terganggu dengan pernyataan itu? Semoga tidak, terutama menimbang panjangnya daftar bupati ditangkap KPK.

Bodoh memiliki sejumlah makna. Bodoh tak lekas mengerti. Bodoh tak mudah tahu. Bodoh tak dapat (mengerjakan).

Menggunakan makna yang terakhir, kekuasaan membuat bodoh bila dengan kekuasaan itu orang tak dapat mengerjakan amanah.

Masih menurut kamus, ‘membodohkan’ berarti membiarkan bodoh, menganggap bodoh, juga berarti ‘menipu’, ‘mengakali’. Demikianlah kekuasaan membuat orang bodoh bila orang menggunakan kekuasaan untuk menipu atau mengakali rakyat.

Kebodohan yang jarang disadari ialah di dalam berkuasa orang berubah. Diri yang berkuasa ialah diri yang berbeda dari diri sebelum berkuasa. Perubahan itu dipandang sebagai kewajaran bahkan keniscayaan, ‘bahwa aku bukan lagi aku yang kemarin’. Padahal, rakyat yang memilihnya masih tetap rakyat yang ‘kemarin’: nasibnya, hidupnya, tak berubah.

Aku yang ‘baru’ itu memerlukan pengakuan yang juga baru. Semakin besar pengakuan yang diperlukan, didambakan, semakin besar pula perlakuan superioritas kekuasaan terhadap inferioritas yang dikuasai. Yang terjadi ialah penaklukan.

Berkuasa berpotensi mengandung rasa tak aman. Kian besar rasa tak aman di dalam kekuasaan yang terjadi bukan lagi dorongan untuk menaklukkan, melainkan dorongan untuk melumpuhkan. Kiranya itulah sebabnya dulu seorang raja memelihara orang-orang kasim di sekitar dirinya. Orang-orang yang telah dikebiri itu kehilangan kemampuan untuk tak bersetia. Raja merasa aman di kelilingi orang-orang yang telah ‘terlucuti’.

Yang cenderung tidak disadari kekuasaan ialah ketidakmampuan menguasai diri sendiri. Kiranya inilah perkara tersulit berkuasa. Eksesnya yang terparah terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Korupsi merupakan salah satu bentuk terbodoh dan terburuk dari ketidakmampuan kekuasaan menguasai diri sendiri.

Bila di suatu negara lebih banyak orang yang berkeinginan berkuasa tanpa disertai keinginan menjadi orang yang terbaik, kiranya itu pertanda bahwa di negara itu lebih banyak kekuasaan membuat bodoh. Salah satu fenomenanya ialah meluasnya gairah untuk menjadi kepala daerah, berapa pun ongkosnya. Setelah berkuasa, berujung ditangkap KPK. Ini pun sebuah kebodohan.

Demikianlah menjadi berkuasa dapat membuat bodoh. Semakin lama berkuasa semakin bodoh. Oleh karena itu, baiklah kekuasaan dibatasi. Di dalam pengertian inilah rasa hormat orang abadi kepada George Washington, presiden AS pertama. Ia tak ingin menjadi bodoh, menjadi presiden tiga periode. Cukup dua periode, sekalipun terbuka kemungkinan sangat besar dirinya terpilih untuk ketiga kali.

Kesadaran bahwa berkuasa dapat membuat bodoh telah lebih dulu ditunjukkannya dalam kedudukannya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Kontinental. Washington mengundurkan diri setelah kemenangan di depan mata. Bagi George Washington, yang utama memenangkan perang, bukan ‘memenangkan’ dirinya, sebagai panglima perang. Kiranya tak salah George Washington tetap diakui sebagai presiden AS yang terbaik. Hemat saya, hal itu berkat pengertian dan pemahamannya yang amat mendalam bahwa berkuasa membuat bodoh.

Bandingkanlah keputusan George Washington pada 1797 itu dengan keputusan Presiden Trump pada 2020 yang malah menunjukkan kebodohannya. Saking sangat bernafsunya dia ingin berkuasa dua masa jabatan, Trump tidak mengakui kemenangan Joe Biden. Sebuah kebodohan dalam riwayat demokrasi AS.

Kiranya tak ada yang lebih menyakiti hati rakyat daripada berkuasa dengan kebodohan yang antara lain ditandai banyaknya yang berkuasa ditangkap KPK. Mestinya inilah persoalan besar yang dihadapi rakyat saban pemilu/pilkada, yakni meyakinkan diri sendiri bahwa yang dipilih bukan orang yang di dalam kekuasaannya nanti akan menjadi bodoh.



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.