Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

PON Panggung Orang Asli Papua

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
04/10/2021 05:00
PON Panggung Orang Asli Papua
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan pada 2-15 Oktober mempertaruhkan harga diri orang Papua. "PON ini merupakan kegiatan orang Papua, pertaruhan harga diri orang Papua," kata Gubernur Papua Lukas Enembe, Senin (20/9).

Harga diri orang Papua tampak pada kemeriahan dan kemegahan pembukaan PON pada Sabtu (2/10). “PON ini adalah panggung kesetaraan dan panggung keadilan untuk maju bersama, sejahtera bersama, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo dalam sambutan pada pembukaan PON Papua.

Kesetaraan dan keadilan itu pula yang mendasari Papua ditunjuk sebagai tuan rumah. Papua ditunjuk sebagai tuan rumah PON XX melalui Keputusan Menpora Nomor 110 Tahun 2014 tertanggal 2 April 2014. Ia menyisihkan lima kandidat lainnya, yaitu Aceh, Bali, Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Sejatinya Papua tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga.

Pertimbangan penunjukan tuan rumah PON, sesuai dengan ketentuan Pasal 12 ayat (1) PP 17/2007 ialah kemampuan calon provinsi penyelenggara; ketersediaan prasarana dan sarana; dukungan masyarakat setempat; serta pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di setiap provinsi.

Kemampuan Papua diragukan karena provinsi itu telanjur diberi stigma keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan. Akan tetapi, Kemenpora mempunyai pertimbangan lain. Kalau PON selalu diselenggarakan di Jawa, perkembangan olahraga, infrastruktur olahraga, dan prestasi tidak akan merata ke daerah. Penunjukan Papua semata-mata untuk memenuhi asas kesetaraan dan keadilan.

Penunjukan Papua sebagai tuan rumah PON XX dilakukan enam bulan sebelum Joko Widodo dilantik sebagai presiden. Begitu dilantik pada 20 Oktober 2014, Jokowi langsung mencurahkan perhatiannya untuk Papua. Ia menjadikan Papua sebagai provinsi pertama yang dikunjunginya sebagai presiden pada 27 Desember 2014.

 

Selang lima bulan kemudian, tepatnya pada 9 Mei 2015, Presiden meresmikan pembangunan venue dan fasilitas PON di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, ditandai dengan peletakan batu pertama. Kata Jokowi, membangun Papua bukan fisiknya saja, melainkan jiwa raganya juga harus dibangun.

Membangun jiwa raga Papua itulah yang menjadi spirit Jokowi. Pada 11 Maret 2020, Jokowi memerintahkan membangun Papua dengan semangat baru dan paradigma baru. Membangun Papua tidak cukup dengan menggelontor dana otsus yang dari 2002 hingga 2020 sebesar Rp94,24 triliun.

Komitmen Jokowi membangun jiwa raga Papua tecermin dalam dua regulasi. Pertama, pada 29 September 2020, diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Kedua, pada 19 Juli 2021, disahkan UU 2/2021 tentang Perubahan Kedua atas UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua.

Titik temu kedua regulasi itu pada keinginan kuat untuk memanusiakan orang asli Papua. Karena itu, pada Inpres 9/2020 diinstruksikan untuk membangun Papua dengan pendekatan sosial budaya, wilayah adat, dan zona ekologis dalam rangka pembangunan berkelanjutan serta fokus pada orang asli Papua.

Revisi UU Otsus Papua juga diletakkan pada landasan untuk melindungi dan menjunjung harkat martabat, memberi afirmasi, dan melindungi hak dasar orang asli Papua, baik dalam bidang ekonomi, politik, maupun sosial-budaya.

Orang asli Papua menurut UU 2/2021 ialah orang yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang terdiri atas suku-suku asli di Provinsi Papua dan/atau orang yang diterima dan diakui sebagai orang asli Papua oleh masyarakat adat Papua.

Implementasi melindungi hak dasar orang asli Papua dari sisi politik ialah DPR Papua ataupun DPR kabupaten/kota terdiri atas anggota yang dipilih dalam pemilu dan diangkat dari unsur orang asli Papua. Anggota yang diangkat itu berjumlah sebanyak 1/4 (satu per empat) kali dari jumlah anggota DPR Papua ataupun DPR kabupaten/kota.

Orang asli Papua yang diangkat sebagai anggota DPRD itu dengan komposisi sekurang-kurangnya berjumlah 30% keterwakilan perempuan.

PON Papua hendaknya sebagai titik pijak untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan untuk orang asli Papua. Harus tegas dikatakan bahwa keadilan dan kesetaraan itu tidak cukup dengan pembangunan fisik, harus lewat dialog. Presiden Jokowi pernah mengajak dialog 61 tokoh Papua dan Papua Barat pada 10 September 2019 di Istana Negara.

Kata biksu asal Vietnam Thich Nhat Hanh, dalam dialog yang benar, kedua belah pihak bersedia untuk berubah. Elok nian bila membangun Papua berdasarkan keinginan masyarakatnya yang disampaikan dalam dialog, bukan keinginan sepihak Jakarta.



Berita Lainnya
  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.

  • Untung Ada Lebaran

    30/3/2026 05:00

    ADA celetukan sangat viral pada 1980-an dari almarhum Gepeng. Pelawak Srimulat itu berucap, "Untung ada saya."

  • Tahanan Istimewa

    26/3/2026 05:00

    YAQUT Cholil Qoumas memang telah kembali dijebloskan ke balik jeruji besi rumah tahanan KPK.

  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.