Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH kiranya idaman banyak orang. Burung saja membuat sangkar, terlebih manusia.
Kerinduan kembali ke rumah utamanya akibat jauh atau lamanya perjalanan hidup seseorang meninggalkan rumah. Bisa pula pelabuhan terakhir bukan 'rumah' yang bikin betah. Maka itu, dapat terjadi orang seperti 'mendadak' rindu pulang ke 'rumah'. Kiranya itulah yang terjadi dengan Cristiano Ronaldo.
Sebuah 'stadion' tak mudah untuk bertransformasi menjadi sebuah 'rumah'. Di tangan manajer yang sukses sekalipun, klub hebat tak dengan sendirinya berkemampuan menciptakan emosi cinta sebagai tuan rumah. Kiranya itulah yang terjadi di Stadion Etihad, markas Manchester City. Di stadion itu tak terdengar nyanyian para fan yang menjadikan diri mereka sebagai pemain kedua belas bagi klubnya yang sedang berlaga. Etihad belum menjadi rumah militan para penggemar.
Fakta keringnya emosi cinta itu merisaukan Pep Guardiola, manajer terbaik dunia. Dirinya sampai perlu mengimbau seperti mengemis mengajak para fan untuk datang ke stadion. City kaya uang, kaya prestasi di tangan Pep, tapi masih miskin 'emosi'.
Rasanya di situlah letak perbedaan emosi City ketika dipimpin Roberto Mancini. Mancini mengekspresikan dirinya bersenyawa dengan fan melalui syal warna biru berlambang City yang senantiasa mengalungi lehernya.
Emosi fan fantastis kiranya tak tertandingi di Stadion Anfield. Ini 'rumah' penggemar amat militan. Fan Liverpool tak henti bernyanyi sepanjang laga. You'll never walk alone. Engkau takkan pernah berjalan sendirian. Berjalanlah, berjalanlah, dengan harapan di hatimu. And you'll never walk alone.
Lagu Hey Jude pilihan fan Brentford. Setelah 74 tahun menanti, klub ini naik kelas di Premiere League. Naik kelas ini dirayakan dengan menyanyikan lagu itu penuh perasaan. Hey Jude, don't make it bad. Jangan bermain buruk. Ambillah lagu sedih dan bikin lebih gembira. Take a sad song and make it better. Klub ini dipimpin manajer asal Denmark, Thomas Frank, yang terus menyemangati fan dari pinggir lapangan. Stadion Brentford Community kiranya bakal menjadi 'rumah' pendatang baru Liga Inggris yang tak kalah fanatik. Di tengah lantunan Hay Jude di 'rumah' itu (14/8), terasa lebih dalam kekalahan Arsenal 2-0.
Stadion Old Trafford juga telah lama terasa bagai 'rumah tanpa jiwa'. Di situ seperti tak ada lagi kebanggaan warisan Manajer Ferguson. Mendengar kabar Cristiano Ronaldo akan meninggalkan Juventus dan berlabuh di tetangga yang berisik, Manchester City, terbakarlah gairah elite klub untuk mencegahnya. Ronaldo boleh pergi ke klub mana pun di dunia ini asalkan bukan ke City atau Liverpool.
Ronaldo telah 3 tahun di Juventus. Baginya 'Si Nyonya Tua' itu bukan 'rumah' yang bikin betah. Bagi Jorge Mendes, agen Ronaldo, kendati menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Italia, Ronaldo dinilai perlu meninggalkan Juventus. Pertama, dia masih layak jual. Di usia 36, Ronaldo mencetak 29 gol, lima gol lebih produktif daripada Lukaku yang berumur 8 tahun lebih muda.
Kedua, Ronaldo turun kelas bila bertahan di Juventus yang selain gagal di Liga Champions juga gagal meraih scudetto. Bandingkan dengan Lukaku, yang meninggalkan Inter Milan kembali ke Chelsea, kendati Inter menjadi juara La Liga.
Di dalam pikiran Jorge Mendes, klub yang ideal bagi Ronaldo ialah klub kaya Manchester City yang sangat berambisi menjuarai Liga Champions. Selain itu, Pep Guardiola adalah manajer yang jauh berkelas ketimbang Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Pembicaraan transfer dengan City berlangsung intensif. Namun, sampai menjelang penutupan transfer, belum ada keputusan formal. Berita itu membuat 'panas' Manchester United. Maka itu, terjadilah upaya luar biasa membawa Ronaldo kembali ke MU.
Ronaldo membahasakan Old Trafford sebagai 'rumahnya' dan Ferguson sebagai 'ayahnya'. Ia memilih kembali ke rumahnya. Hari itu, 11 September 2021, setelah 12 tahun, Ronaldo kembali menyentuh rumput 'rumahnya'. Sepanjang pertandingan MU versus Newcastle itu, ribuan penggemar tak putus 'menyanyikan' namanya.
Pada mulanya ia grogi. Katanya paling mencetak 1 gol. Ternyata 2 gol. Meledaklah nyanyian 'Ronaldo, Ronaldo...'. Itulah pertama kali Stadion Old Trafford kembali 'bernyawa' sejak Ferguson pensiun memimpin MU.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.
HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.
DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved