Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Bahagia ala Finlandia

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
24/3/2021 05:00
Bahagia ala Finlandia
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI.Ebet)

BAHAGIA ternyata tidak sesimpel yang dituliskan dan dilukiskan netizen melalui meme-meme yang bertaburan di media sosial. Butuh beragam daya dorong, energi, kekuatan, dan waktu ekstra untuk mewujud­kannya. Kalau ada yang berkata ‘bahagia itu sederhana’, jangan-jangan orang itu sedang pura-pura bahagia.

Itulah gambaran yang saya dapat seusai membaca laporan World Happiness Report yang dirilis Jumat, 19 Maret 2021. Dalam laporan skor indeks ke­bahagiaan negara-negara di dunia itu, Indonesia masih di peringkat 82 dari 149 negara yang disurvei.

Betul bahwa posisi tersebut mengantarkan Indonesia naik 10 anak tangga jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya di nomor 92. Akan tetapi, level kebahagiaan Indonesia masih di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Sudah lebih dari lima tahun terakhir, posisi kita dalam indeks kebahagiaan masih di wilayah medioker. Jadi, bahagia memang tak sesimpel rumusan para netizen atau motivator.

Negara yang rakyatnya menempati posisi paling bahagia, yakni Finlandia, juga butuh proses panjang dan fokus luar biasa untuk sampai pada ‘puncak tangga bahagia’. Finlandia kembali dinobatkan jadi negara paling bahagia di dunia setelah empat tahun berturut-turut mendapatkan gelar itu.

Finlandia di peringkat teratas diikuti Denmark, Swiss, Islandia, dan Belanda. Pertanyaannya, mengapa Finlandia ditetapkan sebagai negara dengan indeks kebahagiaan ter­tinggi?

Seorang profesor ekonomi dari University of British Columbia yang juga jadi salah satu penyusun laporan tersebut, John Helliwell, mencoba menjawabnya. Dalam survei tersebut, kata Helliwell, responden dari 149 negara itu ditanya soal level kebahagiaan, usia harapan hidup, pendapatan, dukungan sosial, hingga tingkat korupsi. Tak berhenti di situ, survei juga dibuat berdasarkan tingkat kesejahteraan hidup para imigrannya.

“Memang benar semua orang Finlandia lebih bahagia daripada penduduk negara lain, tetapi imigran mereka juga imigran paling bahagia di dunia. Ini bukan tentang DNA Finlandia. Ini cara hidup yang dijalani di negara itu,” papar Helliwell.

Dari sisi ketangguhan ekonomi, kendati Finlandia bukan tergolong negara paling kaya, tetapi mampu menangani gejolak ekonomi yang melanda. Finlandia telah mampu bangkit kembali dari kemerosotan ekonomi dalam tempo cepat. Selain itu, hanya sekitar 6% populasi Finlandia yang hidup dalam kemiskinan. Finlandia juga memiliki jumlah ‘pekerja miskin’ terendah di Uni Eropa setelah kemerosotan ekonomi itu terjadi.

Finlandia memang menarik pajak tinggi kepada warga. Namun, pajak tersebut diinvestasikan dengan bijaksana sehingga mampu menciptakan program-program sosial yang merata: membentuk sistem jaminan sosial yang mantap, dukungan mengurangi pengangguran, pendidikan tinggi gratis, bahkan ‘kotak Kela’ gratis untuk setiap bayi yang lahir.

Faktor lainnya yang membuat rakyat Finlandia hidup bahagia ialah tingkat korupsi pejabat sangat rendah. Bahkan, kepolisian di Finlandia disebut sebagai polisi paling dapat dipercaya di dunia. Dari hasil survei, hampir tak ada tindakan korupsi dan kebrutalan yang dilakukan kepolisian Finlandia.

Selama pandemi covid-19, Finlandia telah melaporkan kasus virus korona terendah di Eropa. Para penulis dalam laporan itu menyebutkan, Finlandia berada di peringkat sangat tinggi dalam ukuran saling percaya yang telah membantu melindungi kehidupan dan mata pencarian selama pandemi.

Bertahun-tahun sebelumnya, Finlandia terkenal sebagai negara dengan tingkat pencandu alkohol dan tingkat bunuh diri tinggi. Namun, selama satu dasawarsa terakhir, pemerintah Finlandia berjuang keras meningkatkan kesehatan masyarakat. Upaya tersebut dianggap berhasil karena telah memangkas tingkat pencandu alkohol dan tingkat bunuh diri hingga lebih dari separuhnya.

Penduduk Finlandia menikmati kualitas hidup, keamanan, dan pelayanan publik yang baik. Di antara negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development, Finlandia memiliki tingkat ketimpangan yang rendah.

Jika negeri ini ingin menggapai puncak tangga bahagia, tiru saja peta jalan Finlandia. Mulai saja dari hal-hal sederhana seperti saran filsuf Plato: kendalikan hasrat berlebihan, ja­ngan serakah. Siapa tahu, itu membantu memangkas tingkat korupsi, yang ujung-ujungnya mengantar rakyat menuju puncak kebahagiaan.



Berita Lainnya
  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.  

  • SP3 Setitik Gadai Prestasi

    29/12/2025 05:00

    IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?