Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Bukan Belajar Hamil

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
18/3/2021 05:00
Bukan Belajar Hamil
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(Ebet/MI)

REKAMAN video pernikahan anak SMP di Lombok Tengah, NTB, viral di media sosial pada September 2020. Viral karena laki-laki berinisial S masih berusia 15 tahun, menikahi perempuan berinisial NH yang tiga tahun lebih muda.

Usia pernikahan dua remaja sekolah menengah pertama itu jauh di bawah ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Pasal 7 ayat (1) menyebutkan perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.

Ketentuan Pasal 7 ayat (2) memang menyebutkan, apabila terjadi penyimpangan terhadap ketentuan umur, orangtua dapat meminta dispensasi kepada pengadilan.

Permintaan dispensasi selama masa pandemi justru semakin meningkat di NTB. Berita yang dimuat di website pemprov setempat mencantumkan data yang cukup mencengangkan terkait dengan pernikahan dini di masa pandemi.

Disebutkan, sejak Januari sampai dengan 8 September 2020, terdapat 522 pengajuan dispensasi nikah di Pengadilan Agama. Menurut data Dinas Kesehatan di Kabupaten Lombok Utara terdapat 408 kehamilan pada anak, sedangkan data perceraian di NTB sebanyak 5.560 kasus.

Pernikahan di bawah umur bukanlah monopoli NTB. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama mencatat 34 ribu permohonan dispensasi kawin sepanjang Januari-Juni 2020.

Mengapa pernikahan usia muda banyak terjadi selama pandemi? Kajian Elga Andina dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI membantu menjawabnya.

Fakta yang mengejutkan dari kajian itu ialah ternyata aktivitas belajar di rumah mengakibatkan remaja memiliki keleluasaan dalam bergaul di lingkungan sekitar, termasuk untuk pacaran. Keluarga takut jika anak-anak berpacaran melewati batas sehingga memilih untuk segera menikahkan ketimbang hamil di luar nikah.

'Kehamilan di luar nikah terpaksa membuat orangtua mengajukan dispensasi kawin ke pengadilan agama. Di Provinsi DI Yogyakarta, selama 2020, dari 700 dispensasi kawin yang dikabulkan di pengadilan agama, 80% disebabkan karena kehamilan di luar nikah', tulis Elga Andina.

Daripada anak banyak yang hamil sebagai dampak buruk belajar dari rumah, perlu didukung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021.

Terus terang, negeri ini belum mampu mengurangi apalagi mencegah perkawinan anak-anak. Anak, menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ialah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2019 diketahui terdapat 22 provinsi di Indonesia yang memiliki angka perkawinan anak lebih tinggi daripada angka rata-rata nasional.

Walaupun angka perkawinan anak mengalami penurunan secara nasional dari 11,21% (2018) menjadi 10,82% (2019), angka perkawinan anak di 18 provinsi justru memperlihatkan tren peningkatan, seperti Kalsel (21,2%), Kalteng (20,2%), Sulteng (16,3%), dan NTB (16,1%).

Karena tingginya angka perkawinan anak itulah, Presiden Joko Widodo menetapkan isu pencegahan perkawinan anak sebagai salah satu prioritas yang mesti ditangani Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bahkan, pemerintah menargetkan penurunan angka perkawinan anak menjadi 8,74% pada 2024.

Sudah saatnya penurunan angka perkawinan anak menjadi gerakan nasional. Risikonya terlalu berat. Hasil penelitian yang dicatat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menyebutkan anak perempuan berusia 10-14 tahun memiliki kemungkinan meninggal lima kali lebih besar selama kehamilan atau melahirkan ketimbang perempuan berusia 20-25 tahun.

Kerugian ekonomi akibat perkawinan dini dicatat Yayasan Plan International Indonesia berdasarkan kajian Bappenas. Diperkirakan, dampak ekonomi dari perkawinan anak menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 1,7% dari pendapatan kotor negara.

Begitu pula pada aspek pendidikan, berpotensi meningkatkan jumlah anak putus sekolah sebesar empat kali lipat. Pada aspek kesehatan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dapat mengalami peningkatan signifikan. Bayi yang lahir dari ibu berusia di bawah 20 tahun berpeluang meninggal sebelum berusia 28 hari atau memiliki risiko kematian bayi 1,5 kali lebih besar jika dibandingkan dengan ibu yang melahirkan pada usia 20-30 tahun.

Mencegah pernikahan dini bagian dari perlindungan anak. Perlindungan itu bertujuan menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

Belajar di rumah selama pandemi covid-19 bukan untuk belajar hamil. Karena itu, pengawasan orangtua perlu ditingkatkan.



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.