Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
“DEMOKRASI adalah mendengar suara rakyat dan melaksanakannya,” kata Jokowi saat debat calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.
Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden 10/2021. Perpres itu membuka ruang investasi minuman beralkohol di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua.
Ulama dan masyarakat menolak perpres itu. Presiden Jokowi kemudian memutuskan mencabutnya. Ini membuktikan Jokowi mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Jokowi demokratis.
Pemerintah awalnya hendak meluncurkan program vaksinasi berkeadilan, vaksinasi gotong royong. Dalam program ini, pemerintah menggratiskan vaksin untuk masyarakat kurang mampu, tetapi mengharuskan masyarakat berpunya membelinya.
Muncul petisi yang menginginkan vaksin gratis untuk seluruh rakyat. Presiden Jokowi memutuskan menggratiskan vaksin untuk seluruh rakyat. Untuk tujuan mempercepat vaksinasi, pemerintah mengizinkan perusahaan mengadakan secara mandiri alias membeli vaksin untuk diberikan gratis kepada karyawan mereka. Ini juga membuktikan Presiden mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Jokowi demokratis.
Pada September 2019, mahasiswa berunjuk rasa menentang pengesahan sejumlah undang-undang. Pemerintah dan DPR bersepakat menunda pembahasan sejumlah rancangan undang-undang, yakni RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan. Ini memperlihatkan pemerintahan mendengar suara rakyat. Pemerintahan terbilang demokratis.
Pada Oktober 2019, DPR mengesahkan RUU KPK menjadi UU KPK, meski mahasiswa menolaknya. DPR juga mengesahkan UU Cipta Kerja, meski rakyat menolaknya. Negara dikatakan tidak mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Negara dikatakan tidak demokratis.
Bahkan ketika rakyat mendesaknya untuk menerbitkan Perppu KPK, Presiden Jokowi bergeming. Presiden dikatakan tidak mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Jokowi dikatakan tidak demokratis.
Bila kita lihat contoh-contoh di atas, Jokowi mendengar suara rakyat dan melaksanakannya jika itu menjadi kewenangan sepenuhnya dia sebagai presiden. Mencabut perpres sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Jokowi. Pun, menetapkan vaksin gratis untuk seluruh rakyat sepenuhnya kebijakan Jokowi sebagai presiden.
Akan tetapi, menjadi kewenangan DPR mengesahkan undang-undang, terlepas undang-undang itu inisiatif pemerintah atau insiatif DPR. Bukankah legislasi merupakan fungsi DPR, selain pengawasan dan penganggaran?
Dalam perkara perppu, presiden memang berwenang menerbitkannya. Namun, perppu itu harus disahkan DPR. Mengeluarkan perppu untuk menggantikan undang-undang yang baru saja disahkan DPR, membuat presiden berhadapan dengan DPR. Serupa memercik air ke wajah sendiri di hadapan rakyat bila DPR mengesahkannya. Sebaliknya, bila menolak mengesahkannya, DPR serupa mencoreng wajah presiden di hadapan rakyat. Presiden menempatkan DPR dalam posisi serba salah ibarat menghadapi buah simalakama.
Presiden pasti bakal dipuji setinggi langit sebagai pemimpin berwajah demokratis bila mengeluarkan perppu atas desakan rakyat. Namun, wajah demokratis presiden tercipta di atas wajah babak belur DPR dihantam tuduhan rakyat sebagai tidak demokratis. Apalah artinya pujian bila itu diperoleh melalui kewenangan yang tidak menenggang rasa lembaga negara lain.
Itulah sebabnya Presiden Jokowi meminta rakyat yang menolak Undang-Undang KPK dan Undang-Undang Cipta Kerja untuk memerkarakannya ke Mahkamah Konstitusi. Ini juga menenggang rasa lembaga negara lain dengan segala kewenangannya. Bukankah menjadi kewenangan MK menguji undang-undang terhadap undang-undang dasar?
Presiden Jokowi cukup tahu diri bahwa sesama lembaga negara dilarang saling mendahului. Demokrasi adalah mendengar suara rakyat dan tahu diri melaksanakan yang menjadi kewenangannya sepenuhnya. Pemimpin demokratis ialah pemimpin yang mendengar suara rakyat dan tahu diri melaksanakan yang menjadi kewenangan sepenuhnya.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved