Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Anies Selalu Diejek Mega

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
17/12/2020 05:00
Anies Selalu Diejek Mega
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA dua soal ujian untuk siswa SMP yang membuat viral di media sosial. Kedua soal itu terkesan memuja sosok yang satu dan menyudutkan tokoh publik lainnya.

Soal pertama, “Pak Anies ialah gubernur hasil Pemilihan Gubernur 2017. Ia tidak menyalahgunakan jabatan yang dimilikinya untuk memperkaya diri dan keluarga. Sebaliknya, ia gunakan jabatannya untuk menolong rakyat yang mengalami kesusahan. Perilaku Pak Anies adalah contoh sikap….”

Soal pilihan ganda itu disertai dengan empat jawaban: jujur, amanah, istiqomah, dan qona’ah. Jawaban yang benar ialah amanah. Soal ini sesungguhnya tidak memicu polemik.

Pemicu polemik ialah soal kedua. “Anies selalu diejek Mega karena memakai sepatu yang sangat kusam. Walaupun demikian, Anies tidak pernah marah. Perilaku Anies merupakan contoh….” Ada empat jawaban yang disediakan, yaitu pemaaf, istiqomah, sabar, dan ikhlas. Jawaban yang benar ialah sabar.

Anies dan Mega yang disebutkan dalam soal itu dipersepsi publik sebagai Anies Baswedan yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Megawati Soekarnoputi, Ketua Umum DPP PDIP. Anies dalam soal itu diberi bingkai sosok yang amanah dan sabar, sedangkan Mega dikesankan sebagai tukang ejek.

Boleh-boleh saja guru pembuat soal, Sukirno, mengaku tidak ada maksud lain di balik nama tokoh dalam soal yang dibuatnya. “Demi Allah Pak, saya tidak punya niat apa-apa,” ujar Sukirno saat rapat bersama Komisi E DPRD DKI, Selasa (15/12).

Sebaliknya, juga boleh-boleh saja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berencana melaporkan Sukirno ke polisi karena menganggap soal ujian itu berbahaya lantaran bernada provokasi. “Saya akan melaporkan Bapak ke Polda Metro Jaya,” kata kader PDIP itu dalam rapat tersebut.

Kalimat ‘Anies selalu diejek Mega’ dikait-kaitkan publik dengan pernyataan Megawati sebelumnya. Setidaknya dua kali Mega menyoroti kepemimpinan Anies di Jakarta.

Ketika memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah pada 19 Februari, Mega mengkritik keputusan Anies yang menggelar balapan mobil listrik atau Formula E di Monas.

Mega mengatakan Monas ialah cagar budaya. “Jangan pula saya dibenturkan sama Pak Anies, tetapi saya ngomong, Monas itu adalah sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya. Artinya, tidak boleh dipergunakan untuk apa pun juga,” kata Mega.

Kembali Mega kritik Anies pada 10 November. Mega menilai Jakarta kini menjadi kota yang amburadul. “Persoalannya sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul,” kata Mega saat menanggapi penghargaan Kota Mahasiswa atau City of Intellectual berdasarkan hasil riset yang dipimpin oleh Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafi d Abbas.

Meski disebut sebagai kota yang amburadul, Jakarta pada Oktober justru memenangi Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program integrasi antarmoda transportasi publik yang terus dikembangkan. Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memenangi penghargaan STA mengalahkan kota-kota besar lainnya.

Eloknya, guru tetap profesional dalam menyusun soal ujian tanpa memasukkan preferensi politik. Pembelahan politik pada Pilgub DKI Jakarta jangan sampai tetap terbawa di alam bawah sadar para guru di Jakarta. Politik boleh berguncang-guncang, guru tetap profesional dalam menjalankan tugasnya.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefenisikan guru sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, menurut Pasal 20 UU 14/2005, guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; meningkatkan dan mengembangkan kualifi kasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Kewajiban guru lainnya ialah bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran; menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilainilai agama dan etika; dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Soal ‘Anies selalu diejek Mega’, langsung atau tidak langsung, bertentangan dengan kewajiban guru untuk memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Pembuat soal itu kiranya perlu mengingat kembali Sumpah Guru Indonesia yang salah satu butirnya berbunyi, “Bahwa saya akan melaksanakan tugas saya serta bertanggung jawab yang tinggi dengan mengutamakan kepentingan peserta didik, masyarakat, bangsa dan negara serta kemanusiaan.” Kepentingan bangsa itu yang kini kian menjauh.



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.