Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Maaf

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
04/12/2020 05:00
Maaf
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SEKELOMPOK lelaki berbaris. Di depannya berdiri satu lelaki. Mereka serupa orang bersiap salat berjemaah. Lelaki paling depan, serupa muazin, melafalkan azan. Berbeda dengan azan umumnya kata hayya alal salah, marilah kita salat, berganti hayya alal jihad, ayo berjihad. Video itu viral di media sosial.

Adegan lain melantunkan hayya alal jihad juga beredar di media sosial. Satu adegan yang melibatkan lebih banyak orang seperti terjadi di rumah ibadah. Satu adegan lain lebih mengerikan, sejumlah orang melafalkan hayya alal jihad seraya memegang senjata tajam.

Entah apa maksud sesungguhnya mereka melakukan itu. Pejabat dan tokoh agama mengatakan itu provokasi. Mereka berpendapat Indonesia negara damai, tidak relevan berjihad. Mereka meminta masyarakat tidak terprovokasi. Banyak yang menilai ucapan itu serupa mengajak perang.

Beberapa hari kemudian, beredar video pernyataan maaf dari salah satu kelompok yang menyerukan jihad. Permohonan maaf mereka beredar pula dalam bentuk pernyataan di atas kertas bermeterai.

Beberapa hari kemudian, Rizieq Shihab melontarkan pernyataan maaf. Dalam acara dialog reuni 212, imam besar Front Pembela Islam itu secara virtual meminta maaf atas kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta, Megamendung, dan Petamburan.

Bagus bila Rizieq sekalian meminta maaf atas kata-kata kasar, atas polusi akhlak, yang dia semburkan ketika berceramah. Keren andai Rizieq sekaligus meminta maaf atas penolakannya di-swab dan penolakannya menginformasikan hasilnya kepada Satgas Covid-19. Sayang, dia tak melakukannya.

Bagaimanapun, masih bagus Rizieq mau meminta maaf. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukannya minta maaf, malah minta difoto dan fotonya sarungan membaca buku How Democracies Die itu diviralkan. Berbeda dengan Anies, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil juga meminta maaf atas kerumunan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Terkandung banyak makna dalam kata maaf. Maaf bisa berarti pengakuan akan kesalahan. Maaf bisa berarti pula kesiapan untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan. Pun, maaf bisa bermakna permintaan pengampunan. Dalam maaf juga terkandung keinginan kuat untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.

Dalam konteks pengakuan atas kesalahan, permintaan maaf mereka yang mengucapkan hayya alal jihad merupakan pengakuan mengucapkan kalimat itu kesalahan karena di dalamnya terkandung provokasi berbau agama.

Permintaan maaf Rizieq juga pengakuan menciptakan kerumunan ialah kesalahan. Rizieq mengakui menciptakan kerumunan melanggar protokol kesehatan, bisa menularkan virus korona. Permintaan maaf Ridwan Kamil merupakan ungkapan pengakuan membiarkan kerumunan di Megamendung ialah kesalahan.

Dalam konteks mengakui kesalahan, permintaan maaf sangat baik. Kata maaf, selain tolong dan terima kasih, dianjurkan sering-sering kita ucapkan. Orang yang mengakui kesalahan menunjukkan dia berjiwa besar.

Dalam konteks meminta pengampunan, mereka yang menggaungkan hayya alal jihad pada hakikatnya menginginkan kesalahan mereka dimaafkan, diampuni. Rizieq Shihab pun menginginkan, setidaknya berharap, kesalahannya menciptakan kerumunan dimaafkan, diampuni, tidak diproses secara hukum. Begitu juga Ridwal Kamil.

Pengampunan atau pemaafan bisa diberikan bila kesalahan menyangkut hubungan sosial, hubungan etis. Di hari raya, misalnya, orang saling meminta dan memberi maaf. Sering dikatakan maaf-memaafkan urusan hari raya.

Kasus-kasus di atas sama sekali tidak berurusan dengan hari raya. Kedua kasus menyangkut hukum. Bukankah memprovokasi setidaknya melanggar ketertiban umum yang diatur dalam undang-undang? Bukankah menciptakan atau membiarkan kerumunan sekurang-kurangnya melanggar Undang-Undang Kesehatan dan Perda Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Bakal menjadi contoh buruk bila kesalahan menyangkut hukum dimaafkan hanya karena pelaku meminta maaf. Besok-besok orang seenaknya berbuat salah, toh akan dimaafkan, tidak diproses secara hukum jika meminta maaf.

Dalam konteks hukum, kita mesti memperlakukan permintaan maaf sebagai pertanggungjawaban. Mereka yang melakukan kesalahan mesti mempertanggungjawabkannya di muka hukum. Permintaan maaf dalam konteks mengakui kesalahan bisa disampaikan di muka hukum, siapa tahu hakim akan mempertimbangkannya untuk memberi keringanan hukuman.

Permintaan maaf sebagai pertanggungjawaban di muka hukum akan memenuhi makna maaf sebagai keinginan kuat untuk tidak mengulangi kesalahan serupa. Setelah mempertanggungjawabkannya di muka hukum, orang akan mendapat hukuman dan hukuman itu diharapkan menghadirkan efek jera.

 

 



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.