Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Nikita Adalah Kita

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
17/11/2020 05:00
Nikita Adalah Kita
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TOL menuju Bandara Soekarno-Hatta lumpuh berjam-jam. Pun, tol itu menjadi tempat parkir. Pilot, kru, dan calon penumpang pesawat harus berjalan kaki atau naik ojek sambil menenteng bawaan mereka menuju bandara. Jadwal penerbangan terganggu. Arus logistik juga  terganggu. Sejumlah fasilitas bandara rusak.

Itulah ketidaktertiban umum yang terjadi saat penyambutan kedatangan Rizieq Shihab 10 November 2020. Begitu banyaknya orang yang menyambutnya menjadi penyebab ketidaktertiban umumnya. Kerumunan penyambutan Rizieq juga berpotensi menjadi klaster penularan covid-19. Kita, publik, geram dengan segala kekacauan itu.

Tiba-tiba datang artis Nikita Mirzani dengan unggahannya di media sosial. “Gara-gara Habib Rizieq pulang, sekarang ke Jakarta,  penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat. Screenshot! Nah, nanti banyak nih antek-anteknya mulai nih, nggak takut juga gue,” ujar Nikita di Instagram Stories.

Nikita seperti menyalurkan kegeraman kita. Dia merepresentasikan perasaan dan kewarasan kita. Nikita adalah kita. Tidak mengherankan dia mendapat dukungan di media sosial. Pun, sekelompok orang menyatakan dukungan mereka kepada Nikita di Bundaran Hotel Indonesia, tetapi dibubarkan polisi.

Rizieq tak terima dirinya disebut tukang obat. Pun, pengikutnya tak terima imam besar mereka dikatakan tukang obat. Mereka mengancam memerkarakan Nikita ke polisi. Mereka mengancam menggeruduk rumah Nikita. Mereka juga melontarkan sebutan buat Nikita. Sebutan itu tak pantas diucapkan mereka yang mengaku religius. Sebutan itu tak elok dikatakan mereka yang katanya akan melancarkan revolusi moral. Sebutan itu tak bermoral. Begitu kasarnya sebutan itu, saya tak sampai hati menuliskannya di sini.

Nikita Mirzani pantang takluk. Ia melayani semua ancaman dan hinaan mereka. Nikita dalam bahasa Rusia bisa bermakna ‘tidak  tertaklukkan’. Nikita dalam bahasa Rusia bisa juga berarti penakluk’. Dia telah menaklukkan arogansi sekelompok orang yang seenaknya mengganggu ketertiban umum.

‘Konflik horizontal’ antara Nikita beserta para pendukungnya dan Rizieq Shihab dengan para pengikutnya terjadi karena negara absen. Negara dan aparat seperti membiarkan kekacauan di Bandara Soekarno-Hatta. Negara tak berdaya menegakkan hukum kepada para pelanggar ketertiban umum itu. Publik geram karenanya.

Belum hilang kegeraman atas ‘pembiaran’ di bandara, publik dibikin makin geram atas perhelatan pernikahan anak Rizieq dan acara Maulid Nabi di kediaman imam besar Front Pembela Islam itu. Publik geram karena perhelatan yang mengundang banyak orang itu melanggar protokol kesehatan. Pun publik geram dengan perhelatan di Megamendung, Bogor, yang dihadiri Rizieq, yang juga mengabaikan protokol kesehatan. Aparat seperti membiarkan, tak kuasa mencegah.

Betul Gubernur DKI Anies Baswedan telah melayangkan surat imbauan supaya perhelatan memperhatikan protokol kesehatan. Namun, Rizieq abai pada imbauan itu. Betul pula Anies kemudian menjatuhkan denda kepada Rizieq. Akan tetapi, publik menghendaki perhelatan itu menjaga protokol kesehatan secara ketat. Publik ingin aparat bertindak mencegah penularan virus korona. Publik bahkan mungkin  menginginkan aparat membubarkan perhelatan itu.

Publik bahkan menuntut lebih, yakni penegakan hukum atas siapa pun yang melanggar protokol kesehatan. Aparat menangkap kehendak publik itu. Bareskrim Polri memanggil Rizieq Shihab untuk diperiksa atas gelaran pernikahan anaknya serta penyelenggaraan Maulid Nabi. Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo menjadi tersangka karena menggelar dangdutan di pernikahan anaknya yang melanggar protokol kesehatan.

Publik juga menuntut negara menegakkan hukum kepada aparat yang abai menegakkan ketertiban umum dan protokol kesehatan. Negara juga menangkap tuntutan publik itu. Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jabar, Kapolres Jakpus, dan Kapolres Bogor diberhentikan dari jabatan mereka. Bareskrim juga memeriksa Anies Baswedan.

Penegakan hukum ialah pendekatan struktural. Imbauan pendekatan kultural. Kemajuan suatu bangsa, kata Acemoglu dan Robinson dalam buku Why Nations Fail, dicapai dengan pendekatan struktural, bukan kultural. Kemajuan dalam penanganan pandemi covid-19 bisa kita capai dengan pendekatan struktural. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan bisa kita dapat dengan penegakan hukum.

Penegakan hukum atas segala pelanggaran dan pengabaian protokol kesehatan kiranya merupakan implementasi pernyataan Presiden  Jokowi. Presiden Jokowi menegaskan sudah saatnya penegakan hukum terhadap segala pelanggaran protokol kesehatan, tak cukup  imbauan, demi keselamatan rakyat.

Itu artinya Presiden Jokowi memahami kehendak publik, keinginan kita. Presiden Jokowi tetap kita.



Berita Lainnya
  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik