Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Gagalnya Islam Politik

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
13/11/2020 05:00
Gagalnya Islam Politik
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PRABOWO Subianto bukanlah pemimpin Islam. Ia pada dasarnya sekuler.

Prabowo menggunakan kekuatan politik Islam pada Pemilu Presiden 2014 untuk melawan Jokowi. Salah satu kekuatan politik Islam yang dipakai Prabowo ialah Front Pembela Islam dengan Rizieq Shihab sebagai imam besarnya. Idiom-idiom primordial bahkan rasial dipakai dalam Pilpres 2014. Ini menyebabkan rakyat terpolarisasi, terbelah.

Prabowo kalah. Itu artinya kekuatan politik Islam tidak cukup menarik publik untuk memilihnya. Sejarah membuktikan lebih banyak rakyat Indonesia memilih parpol nasionalis ketimbang parpol Islam. Seluruh presiden ialah tokoh atau pemimpin nasionalis. Presiden Gus Dur memang tokoh Islam, tetapi ia mengutamakan nilai-nilai pluralisme dan kebangsaan.

Prabowo melanjutkan aliansinya dengan kekuatan politik Islam pada Pilkada DKI 2017. Gerindra, partai Prabowo, mengusung Anies Baswedan sebagai calon Gubernur DKI. Kekuatan Islam politik menggunakan narasi-narasi agama untuk menghadang Basuki Tjahaja Purnama, kandidat gubernur petahana, melalui Aksi Bela Islam berjilid-jilid. Polarisasi masyarakat makin parah.

Yang paling fenomenal aksi pada 2 Desember 2012. Fenomenal karena sukses mendatangkan jutaan partisipan. Fenomena itu konon belum pernah terjadi sebelumnya. Saking fenomenalnya terbentuk perhimpunan alumni 212, koperasi 212, 212 Mart.

Namun, banyak pengamat menilai fenomena berkumpulnya jutaan umat kiranya tidak berulang lagi. Beberapa kali reuni 212 gagal menghimpun umat serupa aksi 212.

Pilkada DKI 2017 bisa dikatakan pertarungan antara kelompok-kelompok Islam dan Ahok, panggilan akrab Basuki Tjahaja Purnama. Anies menikmati pertarungan itu dan memetik manfaat darinya. Anies terpilih sebagai Gubernur DKI.

Bagaimanapun, kelompok Islam politik membantu Anies memuluskan langkahnya menjadi Gubernur DKI. Anies mengakomodasi reuni 212, mungkin sebagai balas budi politik. Anies juga menemui Rizieq yang kembali dari Arab Saudi, juga mungkin sebagai balas budi politik. Sebatas balas budi politik yang Anies lakukan.

Ketika kawan saya di satu grup pertukaran pesan mengungkap sinyalemen Rizieq kepingin menjadi cawapres Anies di Pilpres 2024, saya menganggap itu sinyalemen kepagian. Adakah parpol yang mau mencalonkan mereka? Jangan-jangan sepak terjang Rizieq yang pro-NKRI bersyariah dan antikeberagaman menjadi kartu mati politik?

Prabowo pada Pemilu 2019 tetap mencoba peruntungan beraliansi dengan kelompok Islam. Narasinya lebih hebat lagi, yakni Prabowo capres pilihan ulama. Pun, penggunaan idiom-idiom agama dalam Pilpres 2019 ‘merawat’ keterbelahan rakyat.

Namun, capres rekomendasi ulama itu gagal lagi. Lagi-lagi, aliansi dengan kekuatan politik Islam tidak cukup kuat menarik pemilih. Prabowo malah bergabung dengan Presiden Jokowi sebagai Menhan. Perhimpunan Alumni 212 menganggap Prabowo meninggalkan ulama, serupa pepatah habis manis sepah dibuang.

Cerita Pilpres 2014, Pilkada DKI 2017, Pilpres 2019, kenyataan semua presiden bukan tokoh Islam serta kekalahan parpol-parpol Islam menunjukkan gagalnya Islam politik. Kekuatan politik Islam sukses dimanfaafkan elite politik untuk mencapai kekuasaan. Politik Islam gagal mencapai pusat kekuasaan.

Euforia menghiasi kedatangan Rizieq Shihab ke Tanah Air. Orang berpikir Rizieq akan mengonsolidasikan kekuatan politik Islam. Namun, kekuatan Islam lebih besar, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, plus kelompok minoritas, kiranya sulit terkonsolidasikan dengan Islam politik yang dikomandani Rizieq.

Tentu saja kekuatan politik Islam bakal belajar dari sejarah untuk memperbaiki masa depan politiknya. Kekuatan politik nasionalis juga mesti belajar dari sejarah supaya Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 tetap tegak. Apa boleh buat pertarungan Islam politik dan kalangan nasionalis kiranya bakal terus berlangsung.

 



Berita Lainnya
  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai