Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Gagalnya Islam Politik

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
13/11/2020 05:00
Gagalnya Islam Politik
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PRABOWO Subianto bukanlah pemimpin Islam. Ia pada dasarnya sekuler.

Prabowo menggunakan kekuatan politik Islam pada Pemilu Presiden 2014 untuk melawan Jokowi. Salah satu kekuatan politik Islam yang dipakai Prabowo ialah Front Pembela Islam dengan Rizieq Shihab sebagai imam besarnya. Idiom-idiom primordial bahkan rasial dipakai dalam Pilpres 2014. Ini menyebabkan rakyat terpolarisasi, terbelah.

Prabowo kalah. Itu artinya kekuatan politik Islam tidak cukup menarik publik untuk memilihnya. Sejarah membuktikan lebih banyak rakyat Indonesia memilih parpol nasionalis ketimbang parpol Islam. Seluruh presiden ialah tokoh atau pemimpin nasionalis. Presiden Gus Dur memang tokoh Islam, tetapi ia mengutamakan nilai-nilai pluralisme dan kebangsaan.

Prabowo melanjutkan aliansinya dengan kekuatan politik Islam pada Pilkada DKI 2017. Gerindra, partai Prabowo, mengusung Anies Baswedan sebagai calon Gubernur DKI. Kekuatan Islam politik menggunakan narasi-narasi agama untuk menghadang Basuki Tjahaja Purnama, kandidat gubernur petahana, melalui Aksi Bela Islam berjilid-jilid. Polarisasi masyarakat makin parah.

Yang paling fenomenal aksi pada 2 Desember 2012. Fenomenal karena sukses mendatangkan jutaan partisipan. Fenomena itu konon belum pernah terjadi sebelumnya. Saking fenomenalnya terbentuk perhimpunan alumni 212, koperasi 212, 212 Mart.

Namun, banyak pengamat menilai fenomena berkumpulnya jutaan umat kiranya tidak berulang lagi. Beberapa kali reuni 212 gagal menghimpun umat serupa aksi 212.

Pilkada DKI 2017 bisa dikatakan pertarungan antara kelompok-kelompok Islam dan Ahok, panggilan akrab Basuki Tjahaja Purnama. Anies menikmati pertarungan itu dan memetik manfaat darinya. Anies terpilih sebagai Gubernur DKI.

Bagaimanapun, kelompok Islam politik membantu Anies memuluskan langkahnya menjadi Gubernur DKI. Anies mengakomodasi reuni 212, mungkin sebagai balas budi politik. Anies juga menemui Rizieq yang kembali dari Arab Saudi, juga mungkin sebagai balas budi politik. Sebatas balas budi politik yang Anies lakukan.

Ketika kawan saya di satu grup pertukaran pesan mengungkap sinyalemen Rizieq kepingin menjadi cawapres Anies di Pilpres 2024, saya menganggap itu sinyalemen kepagian. Adakah parpol yang mau mencalonkan mereka? Jangan-jangan sepak terjang Rizieq yang pro-NKRI bersyariah dan antikeberagaman menjadi kartu mati politik?

Prabowo pada Pemilu 2019 tetap mencoba peruntungan beraliansi dengan kelompok Islam. Narasinya lebih hebat lagi, yakni Prabowo capres pilihan ulama. Pun, penggunaan idiom-idiom agama dalam Pilpres 2019 ‘merawat’ keterbelahan rakyat.

Namun, capres rekomendasi ulama itu gagal lagi. Lagi-lagi, aliansi dengan kekuatan politik Islam tidak cukup kuat menarik pemilih. Prabowo malah bergabung dengan Presiden Jokowi sebagai Menhan. Perhimpunan Alumni 212 menganggap Prabowo meninggalkan ulama, serupa pepatah habis manis sepah dibuang.

Cerita Pilpres 2014, Pilkada DKI 2017, Pilpres 2019, kenyataan semua presiden bukan tokoh Islam serta kekalahan parpol-parpol Islam menunjukkan gagalnya Islam politik. Kekuatan politik Islam sukses dimanfaafkan elite politik untuk mencapai kekuasaan. Politik Islam gagal mencapai pusat kekuasaan.

Euforia menghiasi kedatangan Rizieq Shihab ke Tanah Air. Orang berpikir Rizieq akan mengonsolidasikan kekuatan politik Islam. Namun, kekuatan Islam lebih besar, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, plus kelompok minoritas, kiranya sulit terkonsolidasikan dengan Islam politik yang dikomandani Rizieq.

Tentu saja kekuatan politik Islam bakal belajar dari sejarah untuk memperbaiki masa depan politiknya. Kekuatan politik nasionalis juga mesti belajar dari sejarah supaya Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 tetap tegak. Apa boleh buat pertarungan Islam politik dan kalangan nasionalis kiranya bakal terus berlangsung.

 



Berita Lainnya
  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.