Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Terima Kasih Pak dan Bu Tani

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
11/11/2020 05:00
Terima Kasih Pak dan Bu Tani
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(Dok.MI/Ebet)

SAYA sangat perlu menyampaikan terima kasih kepada 33,4 juta petani kita, termasuk di antaranya para petani muda (usia 20-39 tahun) yang menurut data Kementerian Pertanian berjumlah 2,7 juta orang. Berkat ikhtiar keras dan cucuran deras keringat pak, bu, mas, mbak, dik tani, itulah sektor pertanian kembali berkontribusi positif bagi perekonomian kita.

BadanPusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2020 berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) berbagai sektor. Dalam rilisnya, BPS mencatat bahwa hanya sektor pertanian yang tumbuh positif, yakni tumbuh sebesar 2,15%(year on year). Secara kuartalan, sektor pertanian juga masih tumbuh 1,01% (q to q) pada kuartal III 2020, di saat perekonomian nasional menghadapi resesi.

Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional di kuartal III juga meningkat menjadi 14,58%. Sejumlah ahli ekonomi dan pertanian memprediksi bidang pertanian masih akan terus tumbuh pada kuartal berikutnya. Sebab, kebutuhan pangan masyarakat memang terus tumbuh setiap tahun. Apalagi saat pandemi seperti sekarang, pengeluaran masyarakat terhadap kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier pasti berkurang. Dua kebutuhan tersebut bahkan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan basis, yakni pangan.

Bukan kali ini saja pak dan bu tani berjasa menjadi pendongkrak ekonomi kita. Pada kuartal II 2020, sumbangan sektor pertanian terhadap PDB nasional juga naik di tengah terjadinya kontraksi perekonomian. BPS menilai pertanian menjadi satu-satunya penyangga ekonomi nasional yang tetap tumbuh positif saat ini.

Sumbangan sektor pertanian terhadap total PDB sebesar 15,46% di kuartal II tersebut. Angka itu meningkat jika dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang sebesar 12,84%. Bersama dengan sektor industri, perdagangan, pertambangan, serta konstruksi, bidang pertanian berkontribusi 65% terhadap total PDB kita. Luar biasa bukan?

Namun, pada kuartal II itu, dari 'lima serangkai' penyumbang terbesar PDB tersebut hanya sektor pertanian yang tetap tumbuh positif. Empat lainnya negatif. Industri minus 6,19%, perdagangan minus 7,57%, pertambangan minus 2,72%, serta konstruksi minus 5,39%.

Setidaknya sejarah juga mencatat ketika krisis ekonomi besar menerjang pada 1998, sektor pertanian Indonesia juga bisa bertahan, bahkan tetap tumbuh positif. Saat itu, sektor pertanian masih mampu tumbuh positif sekitar 0,26%. Padahal, pertumbuhan ekonomi nasional sedang ambruk hingga minus (-13,10%).

Begitu juga saat krisis keuangan global pada 2008. Bila ditelusuri kondisi saat itu, pada struktur PDB, menurut lapangan usaha, penurunan terjadi pada hampir semua sektor. Tercatat hanya tiga sektor yang menunjukkan pertumbuhan positif, yaitu sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan sektor konstruksi.

Sektor pertanian bahkan tercatat naik signifikan dari 13,7% pada 2007 menjadi 14,4% pada 2008. Gambaran itu menunjukkan bahwa kinerja sektor pertanian memiliki pengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan dan ekonomi nasional kita.

Kini, tugas utama Kementerian Pertanian ialah memastikan bahwa sektor pertanian mampu menjadi penyangga penting ekonomi kita itu. Upaya mengembalikan kontribusi sektor pertanian terhadap PDB yang sempat turun di angka 12,7% dalam beberapa tahun terakhir menjadi kembali ke kisaran 15% seperti pada 1990-an, sudah mulai berhasil.

Jika kontribusi pertanian dan industri terhadap PDB bisa terus digenjot, fondasi perekonomian kita bisa kuat. Daya tahan terhadap kiris dan resesi juga bakal makin meningkat. Apalagi, saat ini transformasi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya berjalan mulus. Maka, pertanian dan industri harus menjadi fondasi yang kuat agar Indonesia terhindar dari middle income trap atau jebakan kelas menengah.

Apa yang dilakukan Kementerian Pertanian dengan menggenjot infrastruktur perdesaan dan sistem logistik pertanian sudah betul. Namun, akan menjadi makin tepat bila pemerintah benar-benar menyentuh fokus pertanian dan petaninya. Teknologi tepat guna dan jenis teknologi yang optimal masih menjadi soal. Begitu juga ketersediaan SDM pertanian berkualitas yang bisa berperan sebagai transformator masih terbatas. Akibatnya, menghambat minat investor untuk mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian.

Para petani kita pasti punya mimpi bagaimana industrialisasi sektor pertanian seperti yang dilakukan negara-negara yang telah berhasil melakukan transformasi ekonominya seperti Jepang, negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat bisa juga terwujud di sini. Itu pun berlangsung segera tanpa harus menunggu 100 tahun lagi seperti lagunya Slank, '...tak mungkin tak mungkin, seratus tahun lagi mungkin'.



Berita Lainnya
  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.