Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Persatuan Indonesia

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
21/8/2020 05:00
Persatuan Indonesia
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SILA ketiga Pancasila dengan tegas menyatakan ‘Persatuan Indonesia’. Para pendiri bangsa menyadari itulah kekuatan dari Indonesia. Keberagaman jangan menjadi kelemahan, tetapi justru menjadi kekuatan. Bersatu kita utuh, bercerai kita runtuh.

Penerapan ‘Persatuan Indonesia’ harus terus kita lakukan. Berbagai perubahan zaman dan tantangan tidak boleh melupakan faktor yang satu itu. Nilai utama kebersamaan sebagai sebuah bangsa harus terus kita jaga, termasuk dalam menghadapi wabah covid-19 sekarang ini.

Kita justru harus semakin kukuh memperkuat barisan kita sebab musuh yang kita hadapi tidak kasatmata. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo bahkan mengatakan, “Kita bersatu saja belum tentu bisa  menang, apalagi kalau kita tidak bersatu.”

Pelajaran banyak negara dalam menghadapi wabah covid-19 ialah kemauan untuk meninggalkan kepentingan pribadi. Kita harus bergandengan tangan untuk menyelamatkan bangsa ini. Lex populi suprema lex, kesehatan masyarakat merupakan hukum yang tertinggi.

Untuk itulah selama lima bulan ini kita berjuang menjaga keselamatan masyarakat. Segala macam upaya dilakukan termasuk menghentikan semua kegiatan masyarakat. Semua orang kita minta tinggal di rumah dan kalau harus keluar rumah selalu menggunakan masker dan jaga jarak. Sesudah keluar rumah diingatkan untuk segera cuci tangan dengan sabun di air mengalir agar ketika memegang bagian wajah tidak terinfeksi covid-19. Bahkan kita minta masyarakat istirahat cukup dan olahraga teratur di samping mengonsumsi makanan bergizi.

Memang, harga yang harus kita bayar sangat mahal karena ekonomi nyaris terhenti. Untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat, pemerintah harus menyiapkan anggaran kesehatan dan ekonomi sampai Rp695 triliun. Tujuannya, negara membiayai mereka yang sempat tertular covid-19 dan memberikan bantuan sosial untuk warga yang kehilangan pekerjaan serta tidak memiliki pendapatan.

Tentu langkah penyelamatan itu memiliki banyak kelemahan. Kita memang tidak memiliki data akurat dan aparat terampil untuk menya lurkan bantuan secara benar. Namun, kita tidak bisa juga sekadar menyalahkan seakan-akan tidak ada yang telah kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini. Tugas kita bersama memperbaiki kelemahan yang masih ada.

Kita perlu belajar dari Selandia Baru yang dianggap sebagai salah satu negara paling baik menangani covid-19. Meski ada pemilihan umum di depan mata, tidak menjadikan ajang politik itu untuk saling menista dan meniadakan. Kepentingan bangsa dan negara yang mereka dahulukan.

Tidak ada informasi asimetris yang dilemparkan, dipublikasikan, dan diperdebatkan di publik. Semua mencoba menyumbangkan pemikiran terbaik kepada bangsa dan negaranya. Sekecil apa pun kontribusi coba diberikan, termasuk tidak membingungkan masyarakat dengan pernyataan aneh-aneh. Bahkan media memberikan alokasi tayangan dan halaman untuk mengedukasi masyarakat bagaimana menghindari covid-19.

Sedih rasanya ketika melihat pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kita justru saling menyalahkan. Seakan berlomba untuk menjadi penyelamatan bangsa. Sayangnya bukan dengan aksi nyata, tetapi sekadar menggelar aksi politik. Lupa bahwa yang sedang kita hadapi sekarang ini membutuhkan pendekatan ilmiah, medis, dan rasionalitas.

Bagaimana kita bisa percaya bahwa mereka ingin menyelamatkan bangsa, ketika justru mengajak orang banyak berkerumun tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Tanpa menjaga jarak dan berorasi tentang  kepahlawanannya sebenarnya mereka berpotensi menyebarkan covid-19 kepada orang di sekitarnya. Kegiatan mengumpulkan massa saat masih berlaku darurat kesehatan merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Kalau kita memang cinta kepada bangsa dan negara ini, mari kita kembali kepada cita-cita kemerdekaan. Kita bangun bersama bangsa negara ini menjadi modern, maju, memiliki ilmu pengetahuan, dan juga bertakwa. Membangun bangsa dan negara tidak harus melalui jalur kekuasaan, tetapi langsung turun ke bawah membantu saudara-saudara kita yang masih tertinggal.

Kita sudah memilih jalan demokrasi, kita hormati pilihan rakyat untuk memberi kesempatan kepada yang terpilih sebagai Presiden untuk menjalankan tugasnya. Kita sama-sama jaga Presiden terpilih untuk berhasil karena we cannot afford to fail, bangsa dan negara ini tidak boleh gagal. Nanti 2024 ada waktunya kembali bersaing ke tampuk kekuasaan, termasuk dalam penanganan covid-19 sekarang ini, kita harus berhasil.

Jangan malah kita bertepuk tangan ketika banyak warga tertular dan menjadi korban. Kita sama-sama kampanyekan perubahan perilaku agar kita bisa terhindar dari virus yang berbahaya ini.

Setelah lima bulan wabah covid-19 berlangsung, kita juga harus menyelamatkan ekonomi warga. Semua harus mau berperan serta menggerakkan ekonomi tanpa boleh tertular virus korona. Mari kita isi upaya penyelamatan Indonesia dengan tindakan nyata, bukan hanya berteriak-teriak untuk menyatakan bahwa kita yang paling hebat.



Berita Lainnya
  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.