Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Salib

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
15/8/2020 05:00
Salib
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BAGI kaum muslim, simbol salib jelas melambangkan agama Kristen. Kaum muslim umumnya memandang Kristen identik dengan salib. Kaum muslim sesungguhnya telah lama terbiasa dengan keberadaan kaum Kristen Timur Dekat. Kalangan muslim kiranya terbiasa melihat salib.

Kedatangan tentara salib memberi pengalaman baru karena salib memainkan peran jauh lebih besar jika dibandingkan dengan sebelumnya. Ada perbedaan jelas antara salib sebagai simbol agama Kristen Timur asli yang merupakan minoritas yang dilindungi di bawah kekuasaan mayoritas Islam dan salib sebagai simbol penaklukan dan pendudukan tentara salib.

Salib menjadi simbol penaklukan oleh kedua belah pihak dalam arah berkebalikan. Tentara Salib menancapkan salib di wilayah-wilayah kaum muslim yang mereka taklukkan. Tentara muslim menghancurkan salib ketika mereka  merebut wilayah yang diduduki tentara salib.

Perang Salib yang berlangsung mulai 1099 hingga 1291 itu berbekas dan termanifestasikan di dunia Islam modern. Bagi pemikir Sayyid Quthb, pasukan Hizbullah dan Hamas, serta organisasi Hizbut Tahrir, misalnya, Perang Salib belum berakhir.

Pandangan kaum muslim terhadap salib itu dikisahkan Carole Hillenbrand dalam buku The Crusade: Islamic Perspective (1999). Perang Salib kiranya menyebabkan kaum muslim begitu sensitif bahkan paranoid terhadap simbol salib.

Di Tanah Air, semangat Perang Salib membara dalam sejumlah perlawanan atau pemberontakan terhadap Belanda. Semangat Perang Salib, semangat mengusir ‘kape-kape’ Belanda, misalnya, tak bisa dimungkiri membara dalam Perang Aceh.

Bukan cuma dalam perang, spirit Perang Salib itu termanifestasikan dalam urusan perdamaian dan kemanusiaan. Negara-negara muslim tidak memiliki organisasi palang merah karena palang merah dianggap serupa simbol  salib, melainkan bulan sabit merah. Indonesia, meski negara muslim terbesar, memiliki organisasi palang merah, bukan bulan sabit merah.

Keputusan Indonesia menggunakan palang merah kiranya tepat.

Lambang palang merah itu diciptakan Henry Dunant, Bapak Palang Merah Dunia berkebangsaan Swiss, pada 1859. Simbol palang merah diambil dari bendera Swiss. Keempat palangnya sama dan sebangun, tidak seperti palang salib yang garis vertikalnya lebih panjang. Palang merah lebih merupakan simbol kebangsaan Swiss yang diadopsi menjadi simbol para relawan yang membantu korban perang.

Dalam konteks Palang Merah Indonesia, kita kiranya bisa belajar melihat dengan saksama latar belakang dan makna suatu simbol, termasuk simbol salib, supaya kita tidak terlalu paranoid terhadap simbol salib. Begitu pula semestinya kita memandang simbol ‘salib’ di logo peringatan HUT ke-75 RI.

Dewan Syariah Kota Surakarta mempertanyakan logo HUT ke-75 RI karena ada bagian yang dianggap menyerupai salib. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym mengamplifi kasi prasangka itu. Ada perkara besar dalam hal ini terkait cara pandang kita sebagai bangsa majemuk, apalagi cara pandang itu terlontar dari orang besar seperti Aa Gym.

Pertanyaan atau prasangka itu memamerkan cara pandang, yang dalam istilah mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, segregatif, bukan integratif. Cara pandang segregatif memandang segala sesuatu dalam pembedaanpembedaan, dalam kriteria kita versus mereka, Islam dan Kristen. Sisa-sisa Perang Salib kiranya membekas dalam cara pandang segregatif itu. Bila kita memiliki cara pandang integratif, prasangka itu tak akan muncul karena simbol boleh jadi bagian dari keberagaman.

Pun serupa logo palang merah, makna simbol di logo HUT ke-75 RI itu tak ada kaitannya sama sekali dengan salib sebagai simbol agama Kristen. Kementerian Sekretariat Negara menjelaskan logo HUT ke-75 RI terinspirasi dari simbol perisai dalam lambang Garuda Pancasila. Logo ini hendak menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mampu memperkukuh kedaulatan, menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Cara pandang segregatif bikin kita paranoid memandang segala sesuatu yang mirip salib sebagai salib lambang agama Kristen. Bentuk renda-renda dalam mukena pesohor Risty Tagor dan Ayu Ting Ting pun dipandang sebagai salib bila dalam pikiran kita masih bersemayam sisa-sisa paranoid Perang Salib.

Kata teman saya di laman Facebook-nya, “Kayak drakula aja takut sama salib.”

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.